Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

36. Yasin

5 min read

literacyMILITER – Surat Yasiin merupakan surat yang diturunkan di Mekkah/Makkiyah, terdiri dari 83 ayat dan mempunyai banyak keutamaan bagi yang membacanya. Surat yasin juga sering diesbutkan sebagai Inti Alquran karena isinya membahas berbagai kajian antara lain tentang Keimanan, tanda – tanda kekuasaan ALLAH SWT, peringatan kematian dan lain lain. Mari bersama kita baca Surat Yasiin agar mendapat Ridha ALLAH … Aamiin

Daftar Isi tampilkan

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

يٰسۤ ۚ – ١

Ya siin

وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ – ٢

Demi Al Quran yang penuh Hikmah

اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ – ٣

Sungguh, Engkau ( Muhammad ) adalah salah seorang dari rosul rosul

Baca Juga:

عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ – ٤

( yang berada ) diatas jalan yag lurus

تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ – ٥

Sebagai wahyu yang diturunkan oleh ( ALLAH SWT ) yang maha pengasih , maha penyayang

لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اُنْذِرَ اٰبَاۤؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ – ٦

Agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai

لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ – ٧

Sungguh, pasti berlaku perkataan ( hukuman ) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman

اِنَّا جَعَلْنَا فِيْٓ اَعْنَاقِهِمْ اَغْلٰلًا فَهِيَ اِلَى الْاَذْقَانِ فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ – ٨

Sungguh, kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka ( diangkat ) ke dagu, karena itu mereka tertengadah

وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ – ٩

Dan kami jadikan dihadapan mereka sekat ( dinding ) dan dibelakang mereka juga sekat, dan kami tutup ( mata ) mereka sehingga mereka tak dapat melihat

وَسَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ – ١٠

Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga

اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ – ١١

Sesungguhnya engkau hanya memberikan peringatan kepada orang orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Tuhan yang Maha Pengasih,walaupun mereka tidak melihatnya maka berilah kabar mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍ ࣖ – ١٢

Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang orang mati dan kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas bekas yang mereka ( tinggalkan ). Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam kitab yang jelas ( Lauh Mahfuzh).

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا اَصْحٰبَ الْقَرْيَةِۘ اِذْ جَاۤءَهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ – ١٣

Dan buatlah satu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan utusan datang pada mereka

اِذْ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوْهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوْٓا اِنَّآ اِلَيْكُمْ مُّرْسَلُوْنَ – ١٤

( yaitu ) ketika kami mengutus kepada mereka dua utusan, lalu mereka mendustakan keduanya;kemudian kami kuatkkan dengan (utusan) ketiga, maka ketiga ( utusan ) berkata ” sungguh, kami adalah orang orang yand diutus kepadamu “

قَالُوْا مَآ اَنْتُمْ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ وَمَآ اَنْزَلَ الرَّحْمٰنُ مِنْ شَيْءٍۙ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا تَكْذِبُوْنَ – ١٥

Mereka ( penduduk negeri) menjawab,” kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan ( ALLAH ) yang maha pengasih tidak menurunkan sesuatu apapun, kamu hanyalah pendusta belaka “

قَالُوْا رَبُّنَا يَعْلَمُ اِنَّآ اِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُوْنَ – ١٦

Mereka berkata ” Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan ( Nya ) kepada kamu “

وَمَا عَلَيْنَآ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ – ١٧

Dan kewajiban kami hanyalah menyampaikan( perintah ALLAH ) dengan jelas”

قَالُوْٓا اِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْۚ لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهُوْا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ – ١٨

Mereka menjawab ” Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sungguh jika kamu tidak berhenti ( menyeru kami ), niscaya kami Rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami “

قَالُوْا طَاۤىِٕرُكُمْ مَّعَكُمْۗ اَىِٕنْ ذُكِّرْتُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ – ١٩

Mereka ( utusan – utusan ) itu berkata ” kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan ? sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas “

وَجَاۤءَ مِنْ اَقْصَا الْمَدِيْنَةِ رَجُلٌ يَّسْعٰى قَالَ يٰقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِيْنَۙ – ٢٠

Dan datanglah dari kota, seorang laki laki dengan bergegas dia berkata ” Wahai Kaumku, ikutilah utusan utusan itu “

اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ ۔ – ٢١

Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu dan mereka adalah orang orang yang mendapat petunjuk

وَمَا لِيَ لَآ اَعْبُدُ الَّذِيْ فَطَرَنِيْ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ – ٢٢

Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah ( ALLAH ) yang telah menciptakanku dan hanya kepadanyalah kamu akan dikembalikan.

ءَاَتَّخِذُ مِنْ دُوْنِهٖٓ اٰلِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْمٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَّلَا يُنْقِذُوْنِۚ – ٢٣

Mengapa aku akan menyembah tuhan tuhan selainnya ? jika ( ALLAH ) yang maha pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka ( juga) tidak dapat menyelamatkanku

اِنِّيْٓ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ – ٢٤

Sesungguhnya jika aku ( berbuat ) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata

اِنِّيْٓ اٰمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِۗ – ٢٥

Sesungguhnya aku telah beriman kepada TUHANMU “maka dengarkanlah ( pengakuan keimanan ) – ku”

قِيْلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۗقَالَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَۙ – ٢٦

Dikatakan ( Kepadanya ), ” Masuklah ke surga ” Dia ( laki laki itu ) berkata,” Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui “

بِمَا غَفَرَ لِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ – ٢٧

Apa yang menyebabkan TUHANKU memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang orang yang telah dimuliakan

۞ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ – ٢٨

Dan setelah dia ( meninggal ) , kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya dan kami tidak perlu menurunkannya

اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خَامِدُوْنَ – ٢٩

Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka mati

يٰحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِۚ مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ – ٣٠

Alangkah besar penyesalan terhadap hamba hamba itu, setiap datang seseorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok – olokannya

اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ اَنَّهُمْ اِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُوْنَ – ٣١

Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat – umat sebelum mereka yang telah kami binasakan. Orang – orang ( yang telah kami binasakan ) itu tidak ada yang kembali kepada mereka

وَاِنْ كُلٌّ لَّمَّا جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ ࣖ – ٣٢

Dan setiap (umat) , semuanya akan dihadapkan kepada kami

وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُ ۖاَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ – ٣٣

Dan suatu tanda ( kebesaran ALLAH SWT ) bagi mereka adalah bumi yang mati ( tandus ), Kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan

وَجَعَلْنَا فِيْهَا جَنّٰتٍ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّاَعْنَابٍ وَّفَجَّرْنَا فِيْهَا مِنَ الْعُيُوْنِۙ – ٣٤

Dan kami jadikan padanya di bumi itu, kebun kebun kurma dan anggur dan kami pancarkan padanya beberapa mata air

لِيَأْكُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖۙ وَمَا عَمِلَتْهُ اَيْدِيْهِمْ ۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ – ٣٥

Agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari usaha tangan mereka, maka mengapa mereka tidak bersyukur

سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ وَمِنْ اَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ – ٣٦

Maha suci ( ALLAH ) yang telah menciptakan semuanya berpasang pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui

وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُ ۖنَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَاِذَا هُمْ مُّظْلِمُوْنَۙ – ٣٧

Dan suatu tanda ( kebesaran ALLAH ) bagi mereka adalah malam ; kami tanggalkan siang dari ( malam)itu, maka seketika itu mereka ( dalam ) kegelapan

وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ – ٣٨

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya , demikian ketetapan ( ALLAH ) yang maha perkasa, maha mengetahui

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ – ٣٩

Dan telah kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga ( setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir ) kembalilah ia sperti bentuk tandan yang tua.

لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۗوَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ – ٤٠

Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan, dan malampun tidak dapat mendahului siang . masing masing beredar pada peta garis edarnya

وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ – ٤١

Dan suatu tanda ( kebesaran ALLAH ), bagi mereka adalah bahwa kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan

وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ – ٤٢

Dan kami ciptakan ( juga ) untuk mereka ( angkutan lain ) seperti apa yang mereka kendarai

وَاِنْ نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيْخَ لَهُمْ وَلَاهُمْ يُنْقَذُوْنَۙ – ٤٣

Dan jika kami menghendaki , Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan

اِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ – ٤٤

Melainkan ( Kami selamatkan mereka ) karena rahmat yang besar dari kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai dengan waktu tertentu

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ – ٤٥

Dan apabila dikatakan kepada mereka ” Takutlah kamu akan siksa yang ada dihadapanmu ( di dunia ) dan adzab yang akan datang ( akhirat ) agar kamu mendapat rahmat “

وَمَا تَأْتِيْهِمْ مِّنْ اٰيَةٍ مِّنْ اٰيٰتِ رَبِّهِمْ اِلَّا كَانُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَ – ٤٦

Dan setiap kali tanda dari tanda -tanda ( kebesaran ) TUHAN datang pada mereka, mereka selalu berpaling darinya

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ ۙقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنُطْعِمُ مَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ اَطْعَمَهٗٓ ۖاِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ – ٤٧

Dan apabila dikatakan kepada mereka ” Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan ALLAH kepadamu ” orang – orang kafir itu mengatakan kepada orang orang beriman ” Apakah kami pantas memberi makan kepada orang – orang yang jika ALLAH menghendaki, Dia akan memberinya makan ? kamu benar benar dalam kesesatan yang nyata “

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ – ٤٨

Dan mereka ( orang orang kafir ) berkata ” kapan janji ( hari berbangkit ) itu ( terjadi ) jika kamu orang yang benar ?”

مَا يَنْظُرُوْنَ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُوْنَ – ٤٩

Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang kan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar

فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ تَوْصِيَةً وَّلَآ اِلٰٓى اَهْلِهِمْ يَرْجِعُوْنَ ࣖ – ٥٠

Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat, dan mereka ( juga ) tidak dapat kembali ke keluarganya

وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مِّنَ الْاَجْدَاثِ اِلٰى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ – ٥١

Lalu ditiuplah sangkakala, maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya ( dalam keadaan hidup ) menuju kepada tuhannya

قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ – ٥٢

Mereka berkata ” celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami, dari tempat tidur kami ( kubur) ?” inilah yang dijanjikan ( ALLAH ) yang maha pengasih dan benarlah Rosul-rosul (nya)

اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ – ٥٣

Teriakan itu hanya sekali saja, maka mereka semua dihadapkan kepada kami ( untuk dihisab)

فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَّلَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ – ٥٤

Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan

اِنَّ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ فٰكِهُوْنَ ۚ – ٥٥

Sesungguhnya penghuni surga pada saat itu bersenang senang dalam kesibukan ( mereka )

هُمْ وَاَزْوَاجُهُمْ فِيْ ظِلٰلٍ عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ مُتَّكِـُٔوْنَ ۚ – ٥٦

Mereka dengan pasang pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar diatas dipan dipan

لَهُمْ فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا يَدَّعُوْنَ ۚ – ٥٧

Di surga mereka memperoleh buah buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan

سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ – ٥٨

( Kepada mereka dikatakan ) ” Salam “, sebagai ucapan selamat dari TUHAN yang maha penyayang

وَامْتَازُوا الْيَوْمَ اَيُّهَا الْمُجْرِمُوْنَ – ٥٩

Dan ( diaktakan kepada orang – orang kafir ) ” Berpisahlah kamu ( dari orang orang mukmin ) pada hari ini, wahai orang – orang berdosa !

اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ – ٦٠

Bukankah aku telah memerintahkanmu wahai anak cucu adam agar kamu tidak menyembah setan ? sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kamu

وَاَنِ اعْبُدُوْنِيْ ۗهٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ – ٦١

Dan hendaklah kamu menyembah-ku. inilah jalan yang lurus

وَلَقَدْ اَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًا ۗاَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ – ٦٢

Dan sungguh , ia ( setan ) telah menyesatkan sebagian besar diantara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti ?

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ – ٦٣

Inilah ( Neraka ) Jahannam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu

اِصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ – ٦٤

Masuklah kedalamnya pada hari ini karena dahulu kamu telah mengingkarinya

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ – ٦٥

Pada hari ini kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata kepada kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan

وَلَوْ نَشَاۤءُ لَطَمَسْنَا عَلٰٓى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَاَنّٰى يُبْصِرُوْنَ – ٦٦

Dan jika kami menghendaki, pastilah kami hapuskan penglihatan mereka ; sehingga mereka berlomba – lomba ( mencari ) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat

وَلَوْ نَشَاۤءُ لَمَسَخْنٰهُمْ عَلٰى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَّلَا يَرْجِعُوْنَ ࣖ – ٦٧

Dan jika kami menghendaki, pastilah kami ubah bentuk mereka ditempat mereka berada ; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali

وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ – ٦٨

Dan barang siapa kami panjangkan umurnya niscaya kami kembalikan dia kepada awal kejadian (nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti ?

وَمَا عَلَّمْنٰهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهٗ ۗاِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ وَّقُرْاٰنٌ مُّبِيْنٌ ۙ – ٦٩

Dan kami tidak mengajarkan syair padanya ( Muhammad ) dan bersyair itu tidak pantaslah baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang jelas

لِّيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ – ٧٠

Agar dia ( Muhammad SAW )memberi peringatan kepada orang orang yang hidup ( hatinya ) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang orang kafir

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِّمَّا عَمِلَتْ اَيْدِيْنَآ اَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُوْنَ – ٧١

Dan tidakkah mereka melihat, bahwa kami telah menciptakan hewan ternak kepada mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah kami ciptakan dengan kekuasaan kami, lalu mereka menguasainya ?

وَذَلَّلْنٰهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوْبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُوْنَ – ٧٢

Dan kami menunjukkannya ( hewan hewan itu ) untuk mereka, lalu sebagiannya dan sebagian untuk mereka makan

وَلَهُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ – ٧٣

Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur ?

وَاتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اٰلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنْصَرُوْنَ ۗ – ٧٤

Dan mereka mengambil sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan

لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَهُمْۙ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُّحْضَرُوْنَ – ٧٥

( Mereka ) Sesembahan itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu tentara yang disiapkan untuk menjaga ( sesembahan) itu;

فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘاِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ – ٧٦

Maka jangan sampai ucapan mereka membuat bersedih hati, sungguh kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ – ٧٧

Dan tidaklah manusia memperhatikan bahwa kami menciptakan dari setetes mani, ternyata dia sudah menjadi musuh yang nyata

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ – ٧٨

Dan dia membuat perumpamaan bagi kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata ” Siapakan yang dapat menghidupkan tulang belulang , yang telah hancur luluh ?

قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗوَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌ ۙ – ٧٩

Katakanlah ( Muhammad )” Yang akan menghidupkannya ialah ( ALLAH ) yang menciptakannya pertama kali.Dan dia maha mengetahui tentang segala makhluk

الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الشَّجَرِ الْاَخْضَرِ نَارًاۙ فَاِذَآ اَنْتُمْ مِّنْهُ تُوْقِدُوْنَ – ٨٠

Yaitu ( ALLAH ) yang menjadikan Api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (API) dari kayu itu.

اَوَلَيْسَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يَّخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۗبَلٰى وَهُوَ الْخَلّٰقُ الْعَلِيْمُ – ٨١

Dan bukankah ( ALLAH ) yang menciptakan langit dan bumi , mampu menciptakan kembali yang serupa itu ( jasad mereka yang sudah hancur itu )? Benar, dan dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui

اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ – ٨٢

Sesungguhnya urusannya apabila dia menghendaki sesuatu dia hanya berkata kepadanya, ” Jadilah !” Maka jadilah sesuatu itu

فَسُبْحٰنَ الَّذِيْ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ࣖ – ٨٣

Maka Mahasuci ( ALLAH ) yang ditangannya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-nya kamu dikembalikan

sumber : http://quran.kemenag.go.id/

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!