Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Ada Apa ? Mengapa Pengadaan Kapal Selam Dengan Korsel di Kaji Ulang ?

1 min read

Hai sahabat Blog Militer … Terdengar Kabar bahwa kerjasama  Pengadaan Kapal selam Dengan Korsel ( Korea Selatan ) Di kaji ulang dan berpotensi dibatatalkan, benarkah ?

Pengadaan Kapal selam Dengan Korsel Di Kaji Ulang, benarkah ?

Setelah beberapa waktu lalu dikabarkan batal untuk meminang Su -35 dari Rusia, kali ini kabar kurang sedap kembali beredar bahwa Pemerintah Indonesia juga mengkaji ulang Kontrak pengadaan kapal selam tipe 209/1400 bersama Korea.

Baca Juga : Urutan Pangkat TNI AD

Berita yang dikabarkan oleh Janes.com menyebutkan bahwa Kementrian pertahanan republik Indonesia akhirnya memutuskan untuk mengkaji ulang kesepakatan dengan Korea selatan tentang pengadaan kapal selam kedua dan ketiga dari jumlah complete tiga kapal selam diesel listrik ( SSKs) yang dipesannya.

Hasil Pertemuan

Baca Juga:

Hal ini terjadi setelah Kementrian pertahanan Republik Indonesia mengadakan rapat terbatas yang membahas tentang pesanan kapal selam yang memakan anggaran pertahanan Republik Indonesia ( RI ) kurang lebih USD 900 juta atau 13,5 Triliun ( Dengan indeks Rupiah 15.000 ).

Bahkan dalam pertemuan tersebut juga dibahas beberapa opsi lainnya hingga yang terjelek adalah adanya pemutusan kontrak pesanan kapal selam tersebut.

Masih seperti berita yang dilansir oleh Jane bahwa 2 sumber yang berbeda di lingkup kementrian pertahanan dan markas besar TNI Angkatan laut mengatakan bahwa dalam rapat tersebut juga dibahas tentang Implikasi Hukum dan Keuangan yang diterima oleh pemerintah Indonesia bila membatalkan pesanan yang kontraknya diumumkan secara resmi pada April 2019.

Baca Juga : Gratisoe TV APK

Sekedar sebagai pengetahuan bahwa Indonesia dan Korea selatan menandatangani Kontrak untuk Kapal selam tahap pertama pada Desember 2019, dan dilanjutkan dengan perjanjian kedua pada April 2019 untuk tahap kedua dan ketiga, dimana dalam kesepakatan tersebut mempunyai mannequin dan karekteristik yang sama dengan kapal selam tahap pertama.

Sejatinya Kontrak kapal selam diesel listrik type 209/1400 bersama Daewoo shipbuilding & Marine Enginering ( ( DSME ) tahap ke 2 dan ke three diperkirakan akan selesai pada tahun 2026.

Dalam kontrak tersebut juga telah disepakati bahwa kapal selam tahap kedua akan di bangun di PT PAL Surabaya, Hal ini sebagai bagian kesepakatan tentang adanya switch of teknologi ( TOT ).

Pemerintah Indonesia melalui kementrian pertahanan sedang mengkaji ulang dan mempertimbangkan berbagai pilihan yang dapat diambil sebagai alternatif ditengah berkurangnya alokasi anggaran pertahanan yang akan dikeluaran oleh pemerintah Indonesia dallam beberapa tahun depan.

Hal ini tentunya merupakan hal yang sangat disayangkan, karena saat ini TNI tengah merencanakan untuk mengejar ketertinggalan Alutsista  dan mencapai Minimal Important Power ( MEF ) dalam bebrapa tahun ke depan.

Baca Juga : Urutan Pangkat TNI AL

Tapi tentunya pilihan ini adalah hal yang tebaik disaat kondisi keuangan Indonesia saat ini dimana kita sedang mengalami wabah menyebarnya Virus Covid – 19 ( Corona )

Dari Tulisan diatas penulis dalam menyimpulkan beberapa hal yaitu bahwa :

  1. Indonesia sedang Mengkaji ulang pengadaan tahap kedua dan ketiga kapal selam tipe 209/1400 bersama korea ( harap di catat belum tentu batal ya baru tahap dikaji ulang )
  2. Bahwa pemerintah Indonesia melalui kementrian pertahanan selaku institusi yang membidangi hal tersebut sedang mencari pilihan – pilihan alternatif lainnya bila pengadaan kapal selam tersbut benar benar harus diabtalakan ditengan berkurangnya alokasi anggaran di bidang pertahanan dalam beberpa tahun kedepan.

Semoga apapun keputusan yang diambil Kementrian Pertahanan RI merupakan Hal yang terbaik bagi negara ini. Dalam Kondisi saat ini memang opsi penghematan anggaran adalah hal yang terbaik guna kepentingan yang lebih besar yaitu kemamuran seluruh rakyat Indonesia

Editor : Mayyor Inf Acuk Andrianto

Sumber : Janes.com

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!