Akademi Militer ( Akmil ), Center Of Excelent

3 min read

akademi-militer

Hai sahabat Blog Militer, kalian tentu sering melihat seorang pemuda gagah dengan baju coklat dan badan tegap, Ya benar mereka adalah para taruna Akademi TNI. Nah Kali ini kita akan membahas salah satunya yaitu Akademi Militer ( Akmil ) Center Of Excelent.

Baca Juga:

Akademi Militer atau populer disingkat Akmil merupakan sekolah setingkat Universitas yang menjadi sumber pencetak tokoh Masa depan TNI AD dan juga Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Umumnya.

Akademi Militer memang didirikan untuk mencetak perwira TNI AD yang handal dan mumpuni, untuk memnuhi maksud tersebut ada beberapa Jurusan yang menjadi pilihan para taruna dalam menempuh pendidikan.

Baca Juga:
Akmil
Taruna Akmil Latihan Drumband Canka Lokananta

Baca Juga : Tips Lolos Tes Samapta

Indonesia sebagai negara besar tentunya memerlukan sekolah dan perguruan tinggi yang mampu mencetak generasi mendatang yang mampu bersaing dan mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

Ada banyak perguruan tinggi baik itu swasta maupun negeri yang telah mencetak pemuda – pemuda luar biasa yang nantinya diharapkan jadi pimpinan yang mampu membawa Indonesia menuju negara yang adil dan makmur.

Akademi Militer ( AKMIL )

Salah satu sekolah setingkat perguruan tinggi yang telah terbukti mencetak banyak pimpinan negeri ini adalah Akademi Militer.

Dari Sekolah yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat ini telah banyak melahirkan jenderal dan tokoh yang sangat berpengaruh bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ada beberapa tokoh terkenal yang meruakan lulusan akmil seperti Presiden ke 6 RI bapak Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ), Bapak Prabowo, Bapak Luhut binsar panjaitan dan banyak tokoh lainnya.

Akademi Militer yang pada awalnya bernama Militaire Academie Yogyakarta ( saat ini bangunan MA Yogyakarta dipakai oleh SMA Bopkri 1/Bosa) atas perintah Kasum ( Kepala staf umum ) TKR letnan jenderal TNI Oerip Soemohardjo pada 31 Oktober 1945.

Dikarenakan situasi dan kondisi menyebabkan adanya beberapa sekolah kepemimpinan TNI AD serta berubah nama beberapa kali antara lain : (Militaire Academie) Yogyakarta, SPGi AD (Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat) dan ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat).

Baca Juga : Urutan Pangkat TNI

Sehingga pada 11 November 1957 Presiden pertama RI Bapak Ir. Soekarno meresmikan pembukaan kembali Akademi Militer Nasional di Magelang dan menetapkan bahwa taruna masukan tahun 1957 merupakan angkatan ke 4. Dan akhirnya tanggal ini ditetapkan sebagai Hari ulang tahun Akmil.

Jurusan Akademi Militer

Di Akademi Militer Kurikulum dibuat seimbang antara keterampilan dan pengetahuan sehingga diharapkan mampu mencetak pribadi yang tangguh dan profesional di bidang kemiliteran. Terdapat beberapa Program studi / Jurusan yang disiapkan di Akademi Militer ini, antara lain :

1. Tehnik Sipil Pertahanan;

2. Tehnik Elektro Pertahanan;

3. Tehnik Mesin Pertahanan;

4. Administrasi Pertahanan ;dan

5. Manajemen Pertahanan.

taruna-akademi-militer

Persyaratan

a.         Persyaratan umum. Persyaratan umum yang harus dipenuhi antara lain:

1)         warga negara Indonesia;

2)         beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;

3)         setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945;

4)         berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 1 Agustus 2020;

5)         tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia (dilengkapi pada saat calon mengikuti pemeriksaan psikologi);

6)         sehat jasmani dan rohani ; dan

7)         tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

b.         Persyaratan lain :

1)         laki-laki, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI.

2)         berijazah minimal SMA/MA dengan ketentuan nilai minimal masuk akmil sebagai berikut:

            a)         lulusan SMA/MA tahun 2015, program IPA dengan nilai ujian nasional rata-rata minimal 55,00;

            b)         lulusan SMA/MA tahun 2016program IPA dengan nilai ujian nasional rata-rata minimal 50,00;

            c)         lulusan SMA/MA tahun 2017program IPA, dengan nilai ujian nasional rata-rata minimal 47,00;

            d)lulusan SMA/MA tahun 2018program IPA, dengan nilai ujian nasional rata-rata minimal 46,00;

            e)lulusan SMA/MA tahun 2019program IPA dan IPS, dengan nilai ujian nasional rata-rata minimal IPA 47,50 dan IPS 42,00; dan

            f)lulusan SMA/MA tahun 2020, program IPA dan IPS, nilai rata-rata minimal UANakan ditentukan kemudian.

3)         memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 163 cm serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.

4)         belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama sampai dengan 1 (satu) tahun setelah selesai pendidikan pertama.

5)         bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun.

6)         bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7)         harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi:

             a)       administrasi;

             b)       kesehatan;

             c)       jasmani;

             d)       psychological ideologi;      

             e)       psikologi; dan          

             f)       akademik.     

c.          Persyaratan tambahan :

1)         harus ada surat persetujuan orang tua/wali dan selama proses penerimaan prajurit TNI AD tidak melakukan intervensi terhadap panitia penerimaan maupun penyelenggara pendidikan pertama dalam bentuk apapun, kapanpun dan dimanapun.

2)         tidak berlaku nilai remedial dan bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain atau lembaga pendidikan di luar naungan Kemendikbud, harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud atau Disdik Kota/Kabupaten.

3)         tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.

4)         bersedia mematuhi peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung, apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud, maka harus bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Dikma, jika pelanggaran tersebut ditemukan di kemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama. 

7)         memiliki kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) aktif. 

Baca Juga : Tips Lolos Akmil

Setelah menempuh pendidikan 4 Tahun sebagai taruna dan dinyatakan Lulus maka para alumni akan langsung diangkat sebagai perwira pertama TNI AD dengan pangkat Letnan Dua ( Letda ) dan menyandang gelar Sarjana Sains Terapan Pertahanan (S.S.T.,Han.)

Dengan Motto ” Center of Excelent ” maka Akademi Militer layak untuk menjadi salah satu tujuan Favorit bagi para Pemuda Indonesia untuk mengabdi pada negara melalui jalur Kemiliteran.

Demikian pembahasan singkat kali ini dengan topik Akademi Militer ( Akmil ) sebagai salah satu sekolah kedinasan yang dapat menjadi alternatif para pemuda untuk menggapai masa depan mengabdi pada negara.

error: Alert: Content is protected !!