Analisa Alutsista TNI, Kemana Arahnya ?? Barat atau Timur ?

0
522
analisis alutsista

Analisa Alutsista TNI – Hai Sahabat literacymiliter.com ,- Semua sudah tahu bahwa di dunia ini, sementara ada dua kiblat militer. Sebagai Negara dengan Angkatan perang terkuat di dunia yaitu Blog Militer Barat dikomandoi oleh Amerika Serikat serta Blog Militer Timur dipimpin oleh Rusia.

Analisa Alutsista TNI
Bell Boing V -22 Oaprey Pesawat Tiltrotor yang segera jadi milik Indonesia

Lalu sesuai analisis alutsista Kalian, kemana kira kira Kiblat alutsista yang akan digunakan oleh Indonesia ? Yuk kita analisa bersama – sama selengkapnya.

Analisa Alutsista TNI

Analisa Alutsista TNI tentunya tak akan terlepas dari Kebijakan atau Progam lembaga yang menjadi Induk TNI yaitu Kemenhan RI atau Kementrian pertahanan Republik Indonesia.

Kementrian pertahanan RI yang saat ini berada dibawah pimpinan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sedang mencari jalan terbaik guna menjadikan Indonesia kembali menjadi Macan Asia, dengan melengkapi Alutsista Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) Darat, Laut maupun Udara.

Baca Juga : Jet Tempur Terbaik Rusia Sukhoi Su – 57

Diawal kepemimpinannya beliau segera berkeliling Dunia dengan mengunjungi berbagai negara yang memproduksi Alutsista Modern kelas Dunia, terutama untuk alutsista Udara dan Laut dimana sempat terdengar kabar akan bahwa Indonesia tertarik mendatangkan pesawat generasi ke 5 seperti Rafalle, Su-35 maupun F-35.

alugoro 405
KRI 405 ALUGORO

Peninjauan kembali Program Nagapasa Class

Belum lagi jelas mana pesawat tempur yang akan didatangkan oleh pemerintah RI, saat ini malah santer terdengar akan adanya peninjauan kembali tentang kerjasama jilid ke 2 dengan Korea Selatan tentang Program pembuatan dan ToT ( Transfer of Technology ) 3 kapal selam U209-1400.

Kali ini yang mengambil inisiatif buat meninjau ulang proyek prestisius ini merupakan kita sendiri. Semacam kita tahu Indonesia dan Korea selatan sepakat untuk bekerja sama dalam pembuatan 3 kapal selam U209- 1400 disertai embel – embel ToT.

U209- 1200 sebenarnya merupakan kapal selam buatan Jerman. Korea Selatan sukses memperoleh ilmu transfer teknologi dari Jerman dan mengembangkannya. Seperti kita ketahui bersama bahwa Kapal selam pertama kita yaitu KRI Cakra 401 serta KRI Nanggala 402 merupakan tipe U209- 1200 asli buatan Jerman tahun 1980.

Baca Juga : Program Prestisius KFX/IFX

Sebenarnya Kerjasama Jilid 1 yang bernilai kurang lebih US$ 1 Milyar dapat berjalan dengan baik, dimana pembuatan 3 Kapal Selam Kelas (class) Nagapasa dengan Kode 403, 404 dan 405 telah rampung diselesaikan.Bahkan Kapal Selam terakhir Alugoro 405 berhasil di buat di Indonesia.

Bahkan karena keberhasilan tersebut Pemerintah Indonesia pada April 2019 kembali membuat perjanjian kerjasama lanjutan untuk kembali membuat 3 kapal selam senilai US$ 1, 2 Milyar. Kesepakatan ini juga untuk melanjutkan program Transfer of Technology para Insinyur perkapalan dalam negeri agar lebih memehami dan mendalami proses pembuatan Kapal selam ini.

Sampai akhirnya salah media militer luar negeri ” jane’s memberitakan bahwa Kementrian Pertahanan Indonesia selaku kementrian yang mempunyai otoritas tentang pengadaan Alutsista akan meninjau ulang proyek tersebut.

Mengapa ??? Beredar kabar bahwa kapal selam Nagapasa Class atau disebut juga Changbogo Class memiliki kekurangan pada performa dan ketahanannya saat melakukan ujicoba kelaikan dibawah pengawasan Dislaik Kemhan. Dimana kekurangan utama yang dimaksud adalah kapal selam ini mempunyai suara yang berisik dan mudah ditemukan terutama oleh lawan.

Yang jadi pertanyaan besar adalah mengapa ada kesepakatan kerjasama Jilid 2 ?? yang dilakukan pada April 2019. sedangkan saat itu sudah ada 2 Kapal selam 403 Nagapasa dan 404 Ardadedali. yang berhasil dirakit sebagai bagian kerjasama Jilid 1.

Hal ini ( pembatalan kontrak kerjasama ) tentunya mempunyai dampak yang sangat luas, Indonesia harus siap membayar denda pada Korea selatan sebagai konsekuensi pembatalan kontrak, Investasi miliaran Rupiah di bidang Infrasuktur dan pembinaan sumberdaya manusia yang selama ini melaksanakan transfer teknologi pun teramcam sia – sia.

Belum lagi ketersinggungan Korea selatan yang selama ini menjadi kawan baik Indonesia di segala bidang terutama pertahanan.

KFX/IFX
KFX/IFX

PROGRAM KERJASAMA LAINNYA

Hal ini tentunya harus segera dicarikan jalan keluarnya secara bijak oleh Kementrian Pertahanan. Sebab selain kerjasama pembuatan kapal Selam, Indonesia dan Korea Selatan juga mempunyai kerjasama pembuatan dan pengembangan pesawat tempur canggih generasi ke 5 dengan Kode KFX/IFX yang saat ini juga dikabarkan macet.

Program kerjasama yang bermasalah juga tidak hanya dengan Korea selatan, tercatat juga ada kerjasama yang tersendat dalam pembuatan dan alih teknologi Kapal Perang PKR 10514 yang hanya mampu menyelesaikan 2 Unit saja, dimana proyek ini merupakan kerjasama dengan Belanda.

Padahal bila semua Program tersebut diatas dapat berjalan dengan baik makan MEF ( Minimum Essential Force ) atau kebutuhan pokok minimum untuk melengkapi TNI kita sebagai kekuatan utama pertahanan negara akan semakin menjadi nyata.

Dimana untuk memenuhi MEF setidaknya kita harus mempunyai 12 Unit Kapal Selam. 5 Kapal selam yang saat ini kita miliki akan bertambah menjadi 8 unit saat kerjasama dengan Korea Selatan selesai, sisanya mungkin bisa kerjasama dengan negara lain seperti Turki dan Jerman.

Sebagai seorang pemerhati militer tentunya ada pertanyaan yang sangat mengusik kita bersama. Mengapa 3 proyek tersebut bermasalah ?? Benarkah Sang Guru tidak memberikan Ilmu yang seharusnya ?? atau Keuangan Pemerintah Indonesia yang bermasalah ?? atau pula ada yang tidak suka Indonesia menjadi negara besar dengan kekuatan persenjataan yang besar pula ??

Yang Jelas Kementrian Pertahanan harus segera mencari Solusi terbaik sehingga rencana MEF Angkatan Bersenjata kita pada tahun 2024 dapat tercapai …

Demikianlah pembahasan kita tentang Analisa Alutsista TNI. Kita sebagai masyarakat tentunya berharap yang terbaik bagi TNI dan Negara yang kita cintai ini …

Tinggalkan Balasan