Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

AS Dan China Tingkatkan Giat Militer, Ketegangan Di Laut China Selatan Meningkat

1 min read

ketegangan laut china selatan meningkat.jpg

Pemerintahan baru USA dibawah Presiden Biden awalnya diprediksi akan membuat ketegangan di laut china selatan mereda, Namun prediksi tersebut sepertinya tidak seperti yang diharapkan karena ternyata Ketegangan Di Laut China Selatan Meningkat, setelah kedua belah pihak justru meningkatkan kegiatan militer di Laut yang diklaim milik China Tersebut.

Baca Juga:

Ketegangan Di Laut China Selatan Meningkat

Seperti dilansir blog militer Indonesia dari defensenews.com bahwa China dan Amerika Serikat telah meningkatkan kegiatan militer di dekat Taiwan dan Laut Cina Selatan,

Pemerintahan Biden yang saat ini memimpin USA memberi sinyal akan terus memberikan dukungan bagi pulau – pulau dan negara yang berada di sekitar LCS, di mana saat ini China mengklaim pulau – pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.

Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan, yang menerbitkan laporan harian aktivitas udara China di dalam zona pertahanan udaranya, melaporkan pelacakan 13 dan 15 pesawat militer dari China pada hari Sabtu dan Minggu.

Baca Juga : Strategi Pertahanan Negara Menghadapi Konflik Laut China Selatan

Hal ini merupakan teror nyata yang dilakukan dengan pengerahan kekuatan udara  khas Tentara Pembebasan Rakyat China di dalam zona pertahanan udara Taiwan, Dan hal tersebut dapat terjadi beberapa kali dalam senhari.

Pengerahan pesawat tersebut biasanya merupakan pesawat anti-kapal selam atau pengumpulan intelijen berdasarkan shaanxi Y-9 turboprop airlifter. Namun, pesawat China yang dikerahkan akhir pekan kemaren sebagian besar merupakan varian tempur dalam bentuk pesawat pembom H-6K Xi’an serta jet tempur Chengdu J-10, Shenyang J-16 dan Sukhoi Su-30 buatan Rusia.

Tidak jelas apakah peningkatan jumlah pesawat di dekat Taiwan adalah bagian dari latihan terjadwal atau China sengaja mengirim sinyal ke Taiwan, bahwa Taiwan masih merupakan bagian dari RRC/RRT.

Peningkatan sebelumnya dalam kegiatan udara terjadi setelah kegiatan terkait Taiwan yang dilihat oleh China sebagai provokatif, seperti kunjungan ke pulau itu oleh pejabat Amerika. Duta Besar de facto Taiwan untuk AS, Bi-khim Hsiao, berada di pelantikan Presiden Joe Biden pekan lalu – pertama kalinya utusan Taiwan menghadiri pelantikan presiden Amerika sejak 1979.

Baca Juga : Perang Masa Depan

Departemen Luar Negeri AS menanggapi aktivitas udara China di zona  pertahanan udara Taiwan, dengan mengeluarkan pernyataan yang mengkhawatirkan pola upaya RRT [Republik Rakyat Tiongkok] yang sedang berlangsung untuk mengintimidasi tetangganya, termasuk Taiwan.

Mereka juga mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan dan lebih mendahulukan proses dialog antara China dan Taiwan.

Pada Hari Sabtu kemaren  kapal induk Angkatan Laut AS Theodore Roosevelt juga terlihat memasuki Laut China Selatan melalui Selt Bashi antara Taiwan dan Filipina.

Sebuah pesawat kargo C-2A Greyhound juga muncul di Radar penerbangan online, Hal ini membuat sang  operator mencurigai bahwa pesawat tersebut memasuki perairan yang disengketakan.

Bila Hal ini terus terjadi tidak tertutup kemungkinan bahwa meningkatnya ketegangan di laut china selatan akan terus meningkat dan berlanjut dengan adanya pengerahan kekuatan bersenjata besar – besaran antara China dan Taiwan yang didukung AS.

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!