Awal mula kedekatan Uni Soviet – Indonesia

2
376








Indonesia dibawah Kepemimpinan presiden pertama Ir. Soekarno pernah didaulat menjadi negara dengan sebutan “ MACAN ASIA “, dan itu semua tentunya tidak lepas dari hubungan mesra yang terbangun antara Uni Soviet ( Rusia ) dan Indonesia. Keahlian dan Karisma Presiden Soekarno dalam berdiplomasi membuat Pemimpin Uni Soviet saat itu ( Nikita Khrushchev ) terpikat hatinya. Dalam buku memoarnya Khrushcev menceritakannya secara element kedekatannya dengan Soekarno dan Indonesia !!!

Awal Ketertarikan Soviet

Sebagai negara yang baru saja merdeka, Indonesia tentunya bukan merupakan negara yang menarik bagi Soviet yang telah menjadi salah satu kekuatan tebesar di dunia. Bahkan dalam memoarnya tersebut Khrushchev menulis bahwa dibawah pimpinan Stalin, Uni Soviet tak punya hubungan apapun dengan Indonesia. Bahkan ia pub tak pernah mendengar Stalin berbicara tentang Soekarno atau Indonesia.

Indonesia mulai dibicarakan oleh pemerintahan pusat soviet saat penandatanganan Dasasila ( 10 dasar/poin hasil pertemuan KAA ) pada tahun 1955.

Konferensi Asia – Afrika yang dilaksanakan di bandung tersebut benar benar menarik perhatian Dunia . Sejak saat itu nama Indonesia dan terutama Presiden Soekarno banyak dibicarakan dan muncul di surat kabar Dunia tak terkecualidi Uni Soviet. Pelan namun pasti, Indonesia menarik perhatian pemerintahan pusat Uni Soviet.

BERITA DISARANKAN

Indonesia juga mulai menarik perhatian karena negaranya yang besar dengan jumlah penduduk lebih dari 100 jt ( pada tahun 1950an ) dan juga merupakan negara yang Multietnis.

Dan akhirnya ketertarikan itu meningkatkan hubungan antara Uni Soviet dan Indonesia. Hubungan Diplomatik pertama dengan Uni Soviet pun akhirnya tercipta, saat itu Uni Soviet masih dibawah pimpinan Stalin.

Soekarno Sosok yang Kharismatik

Presiden RI Ir. Soekarno pun akhirnya melaksanakan kunjungan resmi ke Uni Soviet pada tahun 1956. Ir. Soekarno pun disambut dengan penuh rasa hormat seperti peminpin dunia besar lainnya.

Khrushchev pun menuliskan dalam memoarnya bahwa Presiden Indonesia itu mencerminkan Sosok yang terdidik dan mempunyai kecerdasan

“Soekarno memiliki keduanya. Ia berpendidikan dan juga cerdas.” Tegas Khurschev dalam memoarnya

Sebuah kunjungan yang membawa kesan sangat baik di mata pemimoin Soviet saat itu, dimana dalam kunjungannya tersebut Soekarno mengungkapkan Prinsip dan kebijakannya selama menjadi Presiden untuk Netral dan tak memihak kepada Blok militer manapun ( Non Blok ).

Kunjungan inipun menjadi awal terbangunnya Jalinan kerjasama yang baik antara Soviet dan Indonesia.

Hubungan yang terus berlanjut hingga pada awal 1960, Presiden Soekarno mengundang delegasi pemerintah Uni Soviet untuk berkunjung ke Indonesia.

Khrushchev sebagai pimpinan delegasi saat itu, langsung menerima undangan tersebut dan mengaku sangat senang atas undangan tersebut. Delegasi yang dipimpinnya itu terdiri dari beberapa anggota Komite Pusat dan didampingi langsung oleh Menteri Luara Negeri Gromyko.

Sambutan hangat pun diberikan pada delegasi Uni Soviet tersebut, dimana masyarakat bebondong bondong keluar untuk memadati jalan dan melambaikan tangannya.

Dan hal itu membuat kesan mendalam bagi delegasi yang datang dengan mengatakan bahwa “ Indonesia adalah negara yang sangat indah, Orangnya ramah ramah “









Kerjasama Soviet – Indonesia

Hubungan yang baik tersebut membuat Uni Soviet dan Indonesia bekerjasama dalam beberapa bidang, Uni Soviet pun sepakat untuk membantu pemerintah Indonesia dibawah pimpinan Soekarno.

Bantuan tersebut antara lain tentang pinjaman dari Uni Soviet guna penambangan timah dan barang barang berharga lainnya yang melimpah di perut bumi Indonesia, termasuk juga dengan penyedian alat peralatannya.

Bantuan yang sangat signifikan juga diberikan dalam rangka pembangunan Stadion utama Gelora Bung Karno di jakarta. Dimana Uni Soviet memberika kredit lunak pada pemerintahan Indonesia senilai US $12,5 juta.

Pembangunan Stadion berjalan kurang lebih 2 Tahun yang dimulai pada 8 -2- 1960 dan telah resmi digunakan pada 24-8-1962 sebagai kelengkapan sarana dan prasarana Asian Video games.

Saat ini Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi Ikon bangsa dan masyarakat Indonesia, stadion yang dapat menampung puluhan ribu penonton ini telah sering digunakan sebagai beberapa kegiatan penting bagi bangsa dan Negara Indonesia.

Kita tentunya sangat berbagga hati bahwa Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar di Dunia, dan semoga ke depan Indonesi kembali dapt berjaya dan dapat setara dengan negara maju lainnya

Sumber : https://id.rbth.com/russia-indonesia









2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here