Mengenal Peristiwa Bandung Lautan Api: Kronologi, Tokoh, dan Penyebabnya

0
151
sejarah-singkat-bandung-lautan-api

Indonesia merupakan negara dengan sejarah yang beragam. Hampir seluruh kotanya memiliki cerita perjuangan tersendiri. Tak terkecuali dengan ibukota Jawa Barat yang mana populer akan Ringkasan peristiwa Sejarah Bandung Lautan Api.

Kronologi Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api

Bandung memiliki ringkasan sejarah berkaitan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pertempuran Bandung Lautan Api merupakan bukti pemberontakan penduduk terhadap penjajah Inggris dan Belanda. Berikut uraian singkat mengenai hal tersebut:

Kedatangan Tentara Inggris

Pasukan Inggris pimpinan Brigade MacDonald sampai di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Tak berapa lama berada di Indonesia, meminta rakyat Indonesia menyerahkan seluruh persenjataan kecuali bagi TKR atau TNI pada zaman dahulu kepada pihak Sekutu.  

Pihak Inggris juga meminta untuk melepaskan para tahanan termasuk orang-orang Eropa termasuk Belanda dan juga Jepang. Masyarakat pun semakin geram sebab permintaan lainnya ialah untuk membagi wilayah Bandung menjadi dua yaitu utara dan selatan.

Artikel Menarik : Rangkuman Agresi Militer Belanda 1

Serangan di Markas Penjajah Inggris

Inggris meminta agar rakyat Bandung mengosongkan wilayah utara sebab akan memanfaatkannya sebagai markas selama di wilayah tersebut. Namun, pemerintah Indonesia saat itu juga menginstruksikan supaya tidak melakukan pengosongan.

Pihak Indonesia melakukan serangan ke markas-markas pasukan Brigade Mac Donald yaitu hotel Homann dan Preanger. Peristiwa tersebut meletus pada tanggal 21 November 1945 sebagai puncak dari perlawanan para tahanan Belanda, tentara bersenjata Inggris, dan TKR.

Ultimatum Pengosongan Bandung Utara

Meskipun Indonesia sudah melakukan serangan ke markas pihak Inggris namun hal tersebut tidak membuatnya gentar. Pada tanggal 24 November 1945, Brigade Mac Donald memberikan ultimatum keras bagi rakyat Bandung untuk melakukan pengosongan.

Pihak Inggris menyampaikan ultimatum tersebut pada gubernur Jawa Barat termasuk di antara mengenai penyerahan senjata milik seluruh rakyat bahkan milik tentara. Hal tersebut kemudian menjadi cikal bakal terjadinya peristiwa pertempuran pada tanggal 25 November 1945.

Serangan Tanggal 25 November 1945

Serangan 25 November 1945 ialah puncak dari ketidaksetujuan rakyat Indonesia untuk memenuhi ultimatum pihak Inggris tentang penyerahan senjata dan pengosongan wilayah Bandung Utara.

Meletuslah beberapa pertempuran di beberapa tempat yaitu Cihaurgeulis, Sukajadi, Balai Kereta Api, Viaduct, dan PasirKaliki. Inggris membalasnya dengan menjatuhkan bom ke daerah Cicadas serta Lengkong Besar.

Ultimatum Pengosongan Bandung Selatan

Sejak peristiwa tanggal 25 November 1945 tersebut, penjajah Inggris tetap memberikan ultimatum kepada rakyat Indonesia. Kali ini meminta untuk melakukan pengosongan pada wilayah Bandung Selatan.

Pada tanggal 23 Maret 1946, rakyat Indonesia pun mengambil keputusan untuk membumihanguskan wilayah Banceuy, Braga, Tegallega, Cicadas dan gedung Bank Rakyat. Peristiwa tersebut menjadi awal dari istilah Bandung Lautan Api.

Peristiwa Bandung Lautan Api

Puncak dari peristiwa Bandung Lautan Api ialah pada tanggal 24 Maret 1946 dimana warga bersepakat untuk membakar seluruh wilayah tersebut tanpa sisa. Hal tersebut bertujuan agar pihak penjajah tidak bisa menggunakannya sebagai markas lagi.

Sebanyak sekitar 200 ribu masyarakat dan pejuang yang ikut serta dalam aksi pembakaran kota seluruh bagian ibukota Jawa Barat itu. Peristiwa tersebut kemudian terkenal dengan nama Bandung Lautan Api.

Baca Juga : Sejarah Perang Padri

Tokoh – Tokoh Bandung Lautan Api

Dalam Bandung Lautan Api tersebut tentu saja ada beberapa tokoh berjasa. Orang-orang tersebut merupakan pahlawan baik saat bertempur hingga pencipta lagu dengan judul yang sama dengan nama peristiwa tersebut:

Kolonel Abdul Haris Nasution

Kolonel Abdul Haris Nasution merupakan salah satu pahlawan terkenal dan tokoh Bandung Lautan Api ini. Beliau menjadi kunci dari segala keputusan dan bertanggung jawab akan keselamatan anak buahnya dalam melancarkan serangan ke pihak Inggris.

Salah satu keputusan terbesarnya ialah untuk membumihanguskan wilayah Bandung secara bersamaan pada tanggal 24 Maret 1946. Dimana daerah ibukota Jawa Barat tersebut hampir seluruhnya berwarna merah karena kobaran dari api.

tokoh bandung lautan api

Muhammad Toha

Muhammad Toha merupakan pasukan Barisan Rakyat Indonesia yang menjadi pimpinan untuk menghancurkan gudang senjata dan amunisi milik tentara Inggris. Beliau pun gugur dalam misi tersebut bernama dengan rekannya bernama Mohammad Ramdan.

Keberanian Muhammad Toha tersebut menghasilkan kerugian besar bagi pihak Inggris sebab gudang persenjataan hangus tak tersisa. Hal itu menjadikan kekuatan tentara Sekutu melemah dan tidak memberikan perlawanan berarti.

Mayor Rukana

Mayor Rukana merupakan pencetus ide membumihanguskan Bandung sebagai bentuk perlawanan akan ultimatum dari pihak Inggris. Beliau adalah salah satu komandan polisi militer yang ikut serta dalam peristiwa pembakaran daerah ibukota tersebut.

Berkat keberanian dan idenya, Bandung berhasil menyingkirkan para penjajah. Sehingga tidak jadi menggunakannya sebagai markas masukan dari Mayor Rukana tersebut juga akhirnya menjadi nama dari peristiwa tersebut.

Sutan Sjahrir

Sutan Sjahrir saat itu menjabat sebagai perdana menteri Republik Indonesia Serikat ketika terjadi peristiwa Bandung Lautan Api. Beliau sebenarnya meragukan ide pembumihangusan tersebut sebab akan membutuhkan banyak biaya untuk pembangunan kembali.

Namun, pada akhirnya, para pejuang tetap mendengarkan kata hati dan melakukan pembumihangusan daerah Bandung. Para pejuang mulai melakukan pembakaran pada malam hari ketika seluruh masyarakat sudah berpindah dan keluar dari wilayah tersebut.

Atje Bastaman

Atje Bastaman merupakan seorang wartawan yang menuliskan artikel mengenai peristiwa Bandung Lautan Api. Berkat tulisannya, masyarakat dan petinggi di wilayah lain bisa mengetahui dengan jelas detail kejadian tersebut.

Beliau menjadi salah satu saksi saat para pejuang dan masyarakat mulai membakar wilayah Bandung dari Cicadas hingga Cimindi. Tulisannya berjudul Bandoeng Laoetan Api yang mana tampil di surat kabar Suara Merdeka pada tanggal 26 Maret 1946.

Ismail Marzuki

Ismail Marzuki merupakan pencipta lagu nasional berjudul Halo Halo Bandung. Seniman serta penyair tersebut mengabadikan peristiwa tersebut dengan membuat lagu yang hingga saat ini menjadi lagu kebanggan warga Bandung.

Lagu tersebut mengandung makna patriotis serta bertujuan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat khususnya para pejuang. Terlebih lagi, Halo Halo Bandung juga menjadi kenang-kenangan akan perjuangan pada peristiwa Bandung Lautan Api.

Mengetahui cerita perjalanan sejarah dari negeri sendiri tentu akan menumbuhkan rasa patriotisme dan juga kebanggaan tersendiri. Tak hanya itu, sebagai warga negara yang baik tentu sebaiknya menghargai jasa pahlawan dengan meneruskan perjuangannya.

Latar Belakang Pertempuran Bandung Lautan Api

Bandung Lautan Api merupakan peristiwa pada tanggal 24 Maret 1946 yang berlatar belakang dari kemarahan masyarakat atas ultimatum pihak Sekutu. Inggris meminta untuk mengosongkan wilayah tersebut untuk menjadi markas serta meminta penyerahan seluruh senjata masyarakat.

Para pejuang dan pimpinan pun melakukan musyawarah untuk mencari jalan keluar agar bisa menyingkirkan pihak Sekutu dari wilayah Bandung. Pertemuan-pertemuan tersebut kemudian menghasilkan ide untuk membakar seluruh daerah tersebut.

Para pejuang dan masyarakat membakar seluruh Bandung pada tengah malam yang bermula pada pembakaran Gedung Bank Rakyat. Pada waktu itu hampir seluruh wilayah berwarna merah karena kobaran api. Oleh sebab itu, peristiwa ini bernama Bandung Lautan Api.

Demikianlah tulisan mengenai sejarah peristiwa Bandung Lautan Api yang mana menjadi salah satu cerita perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Semoga bermanfaat khususnya bagi Anda yang sedang mencari informasi mengenai hal tersebut.

Tinggalkan Balasan