Bersatu Lawan Corona!

0
195

Oleh : Kanthi Tri Setyawati

[Mbak njenengan ikut team penanganan covid] tanya saya melalui pesan WA pada seorang teman yang bekerja di sebuah rumah sakit
[Iya Mbak]
[Gimana Mbak rasanya pake APD dalam waktu lama?]
[Ya Alloh Mbak, sumuk, nahan pipis, nahan haus, nahan laper] emot sedih
[Semangat ya Mbak, kami hanya bisa mendoakan semoga semua NAKES diberi kesehatan, kesabaran dan selalu dalam lindungan Alloh]
[Terimkasih ya Mbak doanya. tapi ….setiap aku mau berangkat kerja deg-deg an kayak mau berangkat perang, kami sebetulnya takut tapi itu sudah menjadi kewajiban kami Mbak!]

Sangat bisa di pahami dan sangat manusiawi.

Sampai di sini saya termenung, tak kuasa menahan air mata, satu persatu butiran air hangat menetes pada sudut mata, sesenggukan, Menangis!

BERITA DISARANKAN

Saya membayangkan betapa berat beban mereka saat ini, dari hari ke hari pasien semakin tak terbendung ditambah gelombang pemudik dari zona merah yang terus berdatangan plus APD yang minim (ini baju sekali pakai, bisa di bayangkan berapa yang dibutuhkan) semua ini menambah kekhawatiran.

Keesokan harinya saya mencoba menggunakan sarung tangan karet sebagaimana yang di pakai para NAKES di saat saya mengganti tanah yang sudah keras pada beberapa pot tanaman hias di rumah, dengan waktu tidak lama saja telapak tangan ini sudah gatal rasanya, mungkin karena panas, ‘nglekeb’ kalau orang Purbalingga bilang. Ga nyaman pokoknya, padahal kurang dari dua jam saya memakainya!

Itu baru sarung tangannya ya, belum bajunya yang berlapis dengan bahan plastik ,belum penutup kepalanya, kacamatanya, sepatu bootnya serta maskernya……hadughhh ribettt! Dan ini bukan satu dua jam mereka pakai, tapi berjam-jam. bayangkan!

Lagi-lqgi saya termenung, membayangkan seandainya saya ada di posisi mereka….

Di saat para NAKES ini berjuang untuk menyelamatkan nyawa orang lain dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri, di luar sana masih ada yang ‘reang ‘sekarepe dewek, memperdebatkan hal yang tidak perlu.Jelas ini bukan saat yang tepat untuk eker-ekeran mengedepankan ego. Watak kepengin menang sendiri di simpan aja dulu….

Kini saatnya kita bergerak bersama, bahu membahu lawan virus mematikan ini, sebisanya kita. Apa yang bisa kita lakukan maka lakukan, meskipun itu hal yang mungkin di anggap remeh.

Pintu donasi terbuka dimana-mana. Kalau ga punya uang banyak, ya sedikitpun tak jadi soal, atau bisanya hanya menyediakan air untuk cuci tangan di warung sebelah rumah itu pun tak apa, punya daun sirih terus di bagikan tetangga-tetangganya untuk membuat antiseptik ini cakep juga, ngajarin cara membuat desinfektan pada orang lain pun oke, hanya bisa nDekem di rumah cuma rebahan doang….ya tak maslah, Ini sudah cukup membantu memutus penyebaran virus, jangan lupa sambil berdoa di saat rebahan ya.

Terharu saya membaca berita para selebtitis, politisi, relawan, pemuka agama,TNI, POLRI dan segala lapisan masyarakat yang bergerak membantu tanpa pandang bulu.

Dan yang terbaru rasa haru ini menyeruak dikala salah satu keponakan yang baru berusia 19 tahun ini bergerak melakukan open project ilustrasi digital foto, dan semua hasil dari open project ini ia sumbangkan untuk penanganan perihal Covid 19 melalui kitabisa.com

Ayok saatnya kita melakukan apa saja yang bisa kita lakukan untuk bersama-sama melawan Corona dengan caranya masing-masing, sebisanya!

Salam…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here