Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Cara Melakukan RJP / CPR ( Resusitasi Jantung Paru ) Dengan Benar

4 min read

cara melakukan RJP / CPR

Hai sahabat blog militer , Saat tulisan ini dibuat kita semua sedang berduka karena kehilangan salah satu pahlawan olahraga yang mengalami gangguan kelistrikan sehingga mengalami henti jantung berdetak, Nah banyak ahli yang menganjurkan bahwa pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah resusitasi jatung paru, Pada artikel ini kita akan mengulas tentang cara melakukan RJP dengan benar ?

Resusitasi Jantung Paru / RJP

Di akun instagramnya, dr tirta menyarankan bahwa salah satu penyebab terjadinya  serangan henti jantung dikarenakan gangguan kelistrikan yang dimungkinkan oleh aktifitas berlebihan.

Beliau mengatakan bahwa pada atlet biasanya  dinding jantung menebal sehingga para dokter rutin menyarankan agar para atlet rutin melaksanakan EKG.

Dan karena golden period hanya 10menit maka pertolongan pertama yang harus dilakukan pada pasien yang mengalami serangan jantung adalah RJP atau resusitasi jantung paru.

Resusitasi jantung paru (RJP) sebagai cara bantuan klinis untuk kembalikan peranan napas dan atau perputaran darah pada tubuh yang berhenti. Resusitasi jantung paru mempunyai tujuan jaga darah dan oksigen masih tetap tersebar ke semua badan.

Baca Juga:

RJP atau yang dengan bahasa Inggrisnya CPR, umumnya dilaksanakan ke beberapa orang yang alami henti jantung dan tidak sanggup bernapas secara normal.

Pertanda dapat kelihatan dari mendadak tidak sadarkan diri dan tidak memberi respon saat diundang. RJP perlu dilaksanakan dari mereka yang tidak bernapas atau renyut nadinya berhenti sesudah alami kecelakaan, terbenam, atau penyakit serangan jantung.

Baca Juga : Manfaat Minum Air Putih Hangat Setiap Hari, Pagi dan Malam

Untuk lakukan RJP, seorang dianjurkan pernah jalani training yang ideal. Tetapi walau tidak mempunyai sertifikat training, tidak berarti Anda tidak dibolehkan membantu orang yang memerlukan bantuan RJP.

Disamping itu, RJP harus diberi bila orang yang alami kecelakaan tidak bergerak atau mungkin tidak memberi respon perlakuan penyadaran yang diberi seseorang. Untuk lakukan RJP, seorang dianjurkan pernah jalani training klinis dasar.

Di dalam rumah sakit, RJP kerap kali dilaksanakan untuk membantu pasien yang alami tidak berhasil napas atau henti jantung.

RJP / CPR

Cara Melakukan RJP / Resusitasi Jantung Paru

Tingkatan bertindak pengamanan lewat RJP dipersingkat jadi C-A-B yang disebut ringkasan dari compression, airways, dan breathing.

Compression atau kompresi ialah tahapan tekan dada, seterusnya airways ialah buka lajur pernafasan, dan breathing ialah memberikan kontribusi napas.

Berikut ini ialah sedikit keterangan berkenaan tingkatan C-A-B ( kompresi, pembebasan lajur pernafasan, dan kontribusi napas dari mulut ke dalam mulut).

Tetapi saat sebelum lakukan tingkatan bantuan RJP, yakinkan tempat tempat korban ada aman untuk dilaksanakan bantuan, misalkan bila ada di jalan, orang yang akan dibantu dapat dipindah ke pinggir jalan untuk menghindar jalan raya.

Check apa sang korban sadar atau mungkin tidak sadar (pingsan), keadaan tidak sadarlah yang membutuhkan pengatasan selanjutnya. Yakinkan untuk mengontak nomor-nomor berikut untuk minta bantuan selanjutnya, yakni 118 untuk panggil ambulans dan polisi di nomor 112.

1. Compression atau kompresi

Cara Melakukan RJP pertama adalah dengan melakukan kompresi, tindakan ini dilaksanakan jika tidak diketemukan renyut nadi atau detak jantung ke orang yang tidak sadar diri.

Lakukan bantuan pertama dengan tehnik RJP diawali dengan lakukan kompresi dada. Cukup hanya menempatkan salah satunya telapak tangan pada bagian tengah dada korban selanjutnya tangan yang lain ditempatkan di atas tangan yang pertama.

Selanjutnya eratkan jari-jari ke-2  tangan dan melakukan penekanan dada sedalam 5-6 cm, selanjutnya bebaskan.

Ulang pemberian penekanan di dada sekitar 100-120 kali penekanan setiap menit sampai bantuan klinis tiba atau sampai korban memperlihatkan tanggapan.

2. Buka lajur / Jalur Pernafasan

Cara Melakukan RJP yang selanjutnya  ialah usaha buka jalur pernafasan korban. Ini umumnya dilaksanakan sesudah tekan dada korban.

Caranya dengan mendangakkan kepala korban, lalu kedua  tangan ditempatkan di dahinya. Kemudian, angkat dagu orang itu secara halus untuk buka dan amankan aliran pernafasannya.

3. Kontribusi Nafas

Cara Melakukan RJP ketiga ialah memberinya kontribusi nafas dari mulut ke dalam mulut. Ini dapat dilaksanakan dengan menjepit hidung korban, lalu statuskan mulut kita pas di mulut korban.

Tiupkan napas kita ke mulutnya dan check apa dada korban telah megar dan mengempis seperti orang bernapas secara umum.

Pada tiap 30 kali kompresi dada, temani dengan 2 kali kontribusi napas. Tehnik pernafasan dari mulut ke dalam mulut seharusnya cuman dilaksanakan oleh mereka yang sudah memperoleh training khusus.

Baca Juga : Manfaat Daun Salam Dan Sereh Bagi Kesehatan

Jika Anda bukan tenaga medis dan belum terbiasa, kerjakan kompresi dada dengan tangan saja (Hands Only CPR) tanpa pemberian kontribusi napas. Kompresi dada terus dilaksanakan sampai piranti genting yang disebutkan AED (Automated Eksternal Defibrillator) datang dan siap dipakai.

Kompresi dada dapat disetop untuk diarahkan ke paramedis jika sudah datang. Disamping itu, jika korban mulai memperlihatkan tanggapan dan bergerak spontan, kompresi dada bisa disetop.

Keuntungan Sanggup Lakukan CPR

Karena RJP yang sudah dilakukan secara benar bisa selamatkan nyawa seorang, karena itu kita harus ketahui bagaimanakah cara melakukan. Berikut ialah alasan-alasan penting mengapa kita perlu pelajari tehnik resusitasi jantung paru.

1. Kemungkinan dapat selamatkan seorang dari kerusakan otak

Salah satunya keuntungan kita dapat lakukan RJP ialah sanggup kurangi resiko korban alami kerusakan otak.

Ini memungkinkan muncul karena perlakuan bantuan pertama dengan RJP bisa jaga oksigen dan darah masih tetap tersebar pada tubuh korban.

Pada keadaan saat badan tak lagi dilewati supply oksigen dan darah, karena itu terjadinya kemungkinan kerusakan otak akan tinggi.

2. Dapat selamatkan nyawa seorang

Semakin cepat sebuah bantuan diberi, karena itu semakin kemungkinan besar seorang yang alami kecelakaan atau penyakit serangan jantung dapat ditolong.

Bila seorang alami penyakit serangan jantung, karena itu peranan jantung untuk memompa darah ke semua badan akan berhenti.

Bila RJP dilaksanakan selekasnya sesudah peristiwa, semakin kemungkinan besar jantung dapat kembali bekerja mengedarkan oksigen dan darah ke semua badan. Ini sudah pasti akan mempertingkat peluang seorang untuk terbebas dari kematian.

3. Masih jarang-jarang orang yang dapat lakukan RJP

Tidak boleh kaget merasakan bukti jika lebih dari setengah pasien yang terserang penyakit serangan jantung tidak memperoleh bantuan pertama berbentuk resusitasi jantung paru. ‘

Argumen intinya ialah banyak beberapa orang yang belum pernah memperoleh training lakukan RJP. Walau sebenarnya, usaha pengamanan dengan RJP gampang untuk didalami sekalian diterapkan secara riil.

4. Banyak peristiwa penyakit serangan jantung di dalam rumah

Salah satunya alasan khusus yang lain mengapa kita perlu mempunyai perbekalan yang cukup buat lakukan RJP untuk memperhitungkan orang di dalam rumah alami keadaan yang membutuhkan RJP.

Minimal 85 % penyakit serangan jantung terjadi di dalam rumah. Hal itu bisa jadi menerpa orang disekitaran kita terhitung bagian keluarga.

Dengan mempunyai kekuatan lakukan resusitasi jantung dan paru, kita dapat berperanan dalam selamatkan nyawa beberapa orang yang kita sayangi.

Walau pelatihan RJP disarankan, tidak berarti seorang yang belum jalani training khusus tidak dapat membantu orang dengan langkah ini.

Kita dapat terus lakukan kompresi dada dengan tangan saja (hands only CPR) bila ada seorang yang memerlukan bantuan lewat langkah ini, sampai kontribusi klinis tiba.

Sejauh ini, beberapa orang takut lakukan RJP sebab menganggap tidak mempunyai cukup ketrampilan untuk melakukan. Disamping itu, ada pula ketakutan akan terserang infeksi bila harus memberikan kontribusi pernafasan dari mulut ke dalam mulut.

Oleh karenanya, lakukan RJP dengan lakukan penekanan (kompresi) dada sampai kontribusi klinis datang, sangat menolong.

Lakukan training resusitasi jantung paru atau mempunyai pengetahuan mengenai ini, penting. Bisa jadi kekuatan simpel itu dibutuhkan untuk selamatkan nyawa seseorang.

Akhir Kata

Dari artikel diatas kita mengetahui betapa pentingnya mengetahui cara melakukan RJP atau CPR sehingga dapat menolong menyelamatkan orang yang sedang mengalami henti nafas atau terkena serangan detak jantung berhenti. semoga bermanfaat. ( Sumber : alodokter.com )

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!