Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Cash Opname, Pengertian Dan Tujuan

2 min read

cash opname adalah

Hai Sahabat Blog liteacy Militer, Kita tingkatkan kemampuan literasi kita yuk. Kali ini yang akan kita ulas adalah tema seputar dunia bisinis dan akunting khususnya tentang cash opname berikut pengertian dan tujuannya serta hal – hal yang harus diperhatikan.

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia akunting pasti sudah merasa tidak asing lagi dengan yang namanya laporan keuangan. Di mana dalam laporan keuangan ini terdapat mulai dari neraca, laporan laba-rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, hingga rasio keuangan. Ini semua dibuat oleh akuntan.

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi mengenai cara melakukan cash opname atau pemeriksaan kas yang dilakukan pada suatu perusahaan.

Cash Opname adalah 

Kas merupakan salah satu komponen aktiva paling banyak digunakan dan memiliki pengaruh yang kuat pada setiap transaksi yang terjadi. Hal ini disebabkan karena pada setiap transaksi pasti memerlukan yang namanya kas. Meskippun perkiraan kas tidak dapat terlibat langsung pada suatu transaksi, namun besarnya nilai transaksi dapat diukur menggunakan kas.

Cash opname merupakan kegiatan untuk menghitung kas fisik milik klien. Jadi, sebelum auditor melakukan penghitungan jumlah uang yang dimiliki oleh klien ia akan menggolongkan kas terlebih dahulu berdasar nominalnya.

Baca Juga:

Baca Juga : Cara Beli Bitcoin dengan Mudah

Definisi lainnya, cash opname merupakan pemeriksaan fisik jumlah uang kas tunai apakah sudah sesuai antara saldo yang tercatat di catatan akuntansi dengan uang kas yang berada di brankas ataupun yang di tangan (cash on hand).

Sebenarnya, untuk melakukan cash opname bukanlah hal yang sulit karena sudah tersedia prosedur untuk melakukan pemeriksaan kas. Biasanya pemeriksaan kas itu dilakukan oleh auditor di mana ia akan melakukan pengujian fisik. Pengujian fisik merupakan pengujian yang bersifat substantif yang mana akan melibatkan perhitungan aktivas yang berwujud, misalnya seperti kas, persediaan, bangunan, dan peralatan.

Untuk pengujian fisik tidak dapat dilakukan pada aktiva yang keberadaannya dibuktikan melalui dokumentasi, misalnya piutang usaha,investasi, dan beban dibayar di muka. Selain itu juga tidak dapat diterapkan pada kewajiban, pendapatan, dan beban.

Pengujian fisik memiliki sasaran utama yakni untuk membuktikan adanya hal-hal yang tersaji pada laporan keuangan milik kliennya. Contoh dari pengujian fisik adalah dengan pertama auditor mendatangi klien dan kemudian melakukan cash opname.

Cash opname merupakan kegiatan penghitungan fisik uang milik klien, lalu auditor akan menggolongkan kas yang dimiliki berdasarkan besarnya nominal, terakhir auditor akan melakukan penghitungan fisik persediaan milik klien, selain itu auditor juga dapat menentukan nilai dari persediaan milik klien.

Hal-Hal yang Diperhatikan dalam Cash Opname

Di bawah ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan ketika melakukan cash opname / pemeriksaan kas, antara lain:

  1. Melakukan penghitungan yang dilakukan secara dadakan pada semua dana kas di hari kerja pertama tahun buku dan disaksikan oleh kasir.
  2. Setelah itu, buatlah berita acara perhitungannya dan mintakan tanda tangan pada kasir yang bersangkutan (lakukan penghitungan kas di bawah pengawasan pihak pemeriksa).
  3. Apabila penghitungan telah selesai dilakukan, selanjutnya adalah pihak pemeriksa melakukan perbandingan antara jumlah yang diperoleh dari hasil pemeriksaan dengan jumlah saldo kas yang ada di buku besar.
  4. Lalu, menyiapkan daftar rincian dari bukti kasbol yang belum dikembalikan.
  5. Terakhir, membuat berita acara dari hasil pemeriksaan tadi. Berita acara ditanda tangani oleh kasir, akuntan, pemeriksa, dan pemimpin perusahaan. Apabila terdapat selisih, maka akan dikembalikan oleh pihak perusahaan berkenaan dengan langkah berikutnya untuk selisih perhitungan kas antara wujud fisik uangnya dengan saldo yang ditulis pada buku besar.

Tujuan Cash Opname

Tujuan melakukan cash opname sebenarnya berkaitan dengan fungsi pengendalian kas. Berikut penjelasannya.

  1. Digunakan untuk memastikan apakah saldo kas kecil yang berada di neraca memang benar adanya dan dimiliki oleh perusahaan.
  2. Sebagai bukti bahwa jumlah uang saldo kas kecil nominalnya sesuai dengan yang ada di catatan pembukuan.
  3. Merupakan sebuah bentuk pertanggungjawaban atas semua pengeluaran dana yang dilakukan oleh kasir kas kecil.
  4. Sebagai alat yang digunakan untuk menelusuri adanya tindakan penyelewengan yang mungkin terjadi, apalagi kas kecil memiliki sifat yang mudah untuk dipindahtangankan dan tidak bisa dibuktikan kepemilikannya.
  5. Sebagai alat pemeriksa internal control perusahaan atas transaksi yang terjadi dan berhubungan dengan kas kecil. Sehingga dapat mengetahui apakan sudah baik atau perlu dilakukan perbaikan lagi.
  6. Untuk mengecek adanya batasan yang ada pada penggunaan dana kas kecil.

Baca Juga : Cara Menjadi Reseller Tanpa Modal

Penutup

Nah sekarang sudah jelas kan apa itu cash opname ? Tujuan dan hal – hal yang harus diperhatikan. Dimana Hal ini adalah sebagai suatu teknik dalam akunting. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cash opname. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

 

 

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!