Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Contoh Fenomena ( Taskap seskoad ) / Essay Militer

3 min read

contoh taskap adalah

Hai Sahabat Blog Militer, pada kesempatan yang lalu kita telah membahas pengertian Taskap dan tugas tugas serta kewenangannya.

Nah kali ini kami akan memberikan salah satu contoh pembuatan fenomena taskap , yang dikonsep sang penulis saat menjalani pendidikan Dikreg LXI Tahun 2021.


FENOMENA TASKAP

TEMA :

PROFESIONALISME DAN ADAPTIF GUNA MENGHADAPI

TANTANGAN TUGAS KE DEPAN

TOPIK :

 SINERGITAS TNI DENGAN INSTANSI PEMERINTAH DAERAH

Baca Juga:

DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

 

Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana[1] menyebutkan definisi bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.Dalam Undang – undang tersebut juga telah dijelaskan tentang jenis bencana yang terdiri dari bencana alam, Bencana nonalam dan bencana Sosial.

Bencana alam didefinisikan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

Indonesia merupakan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat risiko bencana alam yang tertinggi di dunia (high risk disaster country) karena letaknya yang berada di jalur lingkaran gunung berapi (the ring of fire) dimana setidaknya terdapat kurang lebih 80 gunung api aktif dan menjadi negara dengan jumlah gunung api terbanyak di dunia. Dimana Gunung – gunung tersebut membujur dari wilayah ujung barat Indonesia di Pulau Sumatera hingga Papua di wilayah Timur. Selain berada di jalur lingkaran Gunung berapi, letak Indonesia juga berada di antara tiga lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng samudera Hindia-Australia, lempeng samudera Pasifik, dan lempeng benua Eurasia. Dimana pertemuan tiga lempeng aktif yang terjadi mengakibatkan Indonesia memiliki kondisi geologis dan geomorfologis yang kompleks.

Hal ini menyebabkan secara geologis berdampak pada tingginya potensi gempa bumi tektonik, tanah longsor dan tsunami yang disebabkan adanya interaksi lempeng tektonik yang dapat menimbulkan gelombang pasang apabila terjadi di samudera.

Kota Yogyakarta sendiri secara geografis terletak di tengah – tengah Provinsi DIY yang dikelilingi oleh Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Dengan jarak Kota Yogyakarta dengan puncak gunung merapi sebagai gunung berapi paling aktif di dunia yang berkisar kurang lebih 20 Km, berdampak mempunyai potensi letusan gunung dan gempa Vulkanik ataupun tektonik seperti yang terjadi pada Sabtu pagi, 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05:55:03 WIB selama 57 detik. Gempa Bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada Skala Richter[2] yang mengakibatkan 5.785 orang meninggal[3].

Kota Yogyakarta juga dihadapkan pada adanya potensi Tsunami dikarenakan wilayah bagian selatan terdapat pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang jaraknya hanya kurang lebih 25 Km. Selain itu kondisi dataran kota Yogyakarta yang merupakan dataran rendah dengan dilintasi 3 sungai besar yaitu Sungai Gajah Wong, Sungai Code dan Sungai Winongo dapat memicu terjadinya banjir baik dikarenakan limpahan air hujan dari wilayah dataran tinggi (Sleman) maupun potensi banjir lahar dingin akibat erupsi gunung merapi.

Melihat besarnya kerawanan atau tingginya potensi bencana alam di Kota Yogyakarta idealnya Kodim 0734/Kota Yogyakarta sebagai bagian dari TNI dapat bersinergi secara baik dengan pemerintah daerah setempat dalam upaya penanggulangan berbagai peristiwa bencana alam seperti tertuang pada UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI Pasal 7 ayat (2) b point 12[4] mengamanatkan bahwa TNI: “membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan”. Pasal tersebut merupakan bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI.

Namun fakta menyebutkan bahwa sinergitas dengan instansi pemerintah daerah harus lebih ditingkatkan, dimana kemampuan dan kekuatan Kodim 0734/Kota Yogyakarta baik dari aspek Sumber Daya Manusia (SDM), Alutsista, Sarpras maupun peranti lunak lainnya juga masih terbatas. Dan bila kondisi tersebut, dihadapkan pada luas wilayah, bentuk sumber daya nasional yang ada di Wilayah kota Yogyakarta belum seluruhnya diberdayakan untuk menunjang tugas penanggulangan bencana alam.

Guna mengatasi berbagai keterbatasan dan tantangan pelaksanaan tugas penanggulangan bencana di wilayah kota Yogyakarta, Kodim 0734/Kota Yogyakarta perlu kiranya untuk mewujudkan suatu sinergitas dengan segenap potensi nasional dan sumber daya yang tersedia.

Perwujudan Sinergitas Peran Kodim 0734/Kota Yogyakarta sebagai bagian TNI AD Dalam Penanggulangan Akibat Bencana Alam di Daerah perlu diberdayakan dalam penanggulangan bencana tersebut meliputi berbagai instansi terkait lainnya / stakeholder.

Instansi yang terlibat seperti BPBD selaku poros utama (focal point), Basarnas, PMI, Ormas sosial kemasyarakatan, Pemerintah dan pihak swasta lainnya. Sumber daya yang tersedia meliputi segenap SDM, sarana prasarana, jalur komunikasi, logistik dan masyarakat setempat yang mendukung pemberdayaan potensi nasional.

Perwujudan sinergitas antara Kodim harus dilakukan mulai dari tahap pra bencana, darurat bencana dan pasca bencana. Dihadapkan kondisi geografis Yogyakarta yang merupakan dataran rendah, maka sinergitas peran TNI AD dalam penanggulangan bencana perlu dibangun. Dalam membangun peran tersebut, harus secara fundamental dan komprehensif sehingga diharapkan lebih efektif.

Dari Topik yang dipilih serta mengacu pada fenomena yang telah dijelaskan oleh penulis, maka penulis menyimpulkan 3 alternatif judul dalam penyusunan Taskap (Kertas Karya Ilmiah Perseorangan) sebagai berikut :

 

  1. AKTUALISASI SINERGITAS KODIM 0734/KOTA YOGYAKARTA DENGAN INSTANSI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGGULANGAN DAMPAK BENCANA ALAM.
  2. OPTIMALISASI PERAN KODIM 0734/KOTA YOGYAKARTA DALAM PENANGGULANGAN DAMPAK BENCANA ALAM.
  3. OPTIMALISASI SINERGITAS KODIM 0734/KOTA YOGYAKARTA DENGAN INSTANSI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENANGGULANGAN DAMPAK BENCANA ALAM.

 

 

                                                                                                                          Yogyakarta,   01 Juli 2021

                                                                                                                                      Perwira siswa,

                                                                                                                                Acuk Andrianto, S.E.

                                                                                                                                      Nosis : 61112

Lampiran : Referensi

REFERENSI

 

  1. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia;
  2. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana;
  1. Naskah Departemen Sos Tek Nomor : 52 – 07 – B1 – A.0104, Skep Danseskoad Nomor Kep/67/XII/2020 tanggal 4 Desember 2020 tentang Sub Bidang Studi Tulisan Militer Mata Pelajaran Taskap;dan
  2. Naskah Departemen Sos Tek Nomor : 52 – 07 – B1 – A – 0101, Skep Danseskoad Nomor Kep/100/XII/2020 tanggal 23 Desember 2020 tentang Sub Bidang Studi Tulisan Militer Mata Pelajaran Teknik dan Proses Analisis.

[1] Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana

[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Yogyakarta_2006 diakses pada 30 Juni 2021

[3] https://www.republika.co.id/berita/qazusa282/27-mei-2006-5782-nyawa-melayang-saat-gempa-yogyakarta diakses pada 30 juni 2021

[4] UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI Pasal 7 ayat (2) b point 12

Akhir kata. 

Nah sekian dulu ya gaess pembahasan kita tentang Akibat Bencana alam, Bahwa dalam penanggulangan akibat penulusuran diganti diare,

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!