Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Elang Hitam, Drone Buatan Indonesia

2 min read

Drone-militer-indonesia-literacy-militer

Hai sahabat Blog Militer, Bertemu kembali dimasa pandemi corona atau Covid 19 belum sepenuhnya berakhir, kali ini kita akan mengulas Drone Buatan Indonesia, Puna Elang Hitam !!!

Baca Juga:

Drone Buatan Indonesia

Pada pembahasan sebelumnya kita telah mengupas Drone tercanggih di dunia, lalu bagaimana dengan Indonesia ?

Menghadapi ancaman militer dan non militer kedepan dimana kebutuhan pesawat udara nir awak ( PUNA ) akan semakin meningkat maka Indonesia juga tak ingin ketinggalan dalam pembuatan Drone khususnya untuk kebutuhan TNI.

drone buatan indonesia

Saat Ini Alutsista Militer Dunia telah berkembang sangat cepat, Pesawat – pesawat tempur tercanggih, Helikopter tercanggih, dan berbagai teknologi militer lainnya telah menjadi keharusan bagi sebuah negara guna menjaga kedaulatan negaranya.

Baca Juga : Pesawat Tempur Terbaik di Dunia

Tapi sementara kita lupakan dulu itu semua, karena ternyata perkiraan perang di masa depan tak hanya akan dipenuhi pesawat, helikopter atau Tank Terkuat di Dunia.

Namun juga akan dipenuhi dengan alutsista canggih tanpa awak dimana salah satunya adalah Drone atau Pesawat Udara Nir Awak ( PUNA ) untuk menghindari korban Militer yang lebih banyak.

Indonesia yang membaca kemungkinan itu melihat ini sebagai peluang dengan ikut dalam perlombaan untuk membuat Drone Militer dalam negeri.

Drone Tempur Militer Indonesia

Drone atau PUNA ( Pesawat Udara Nir Awak ) karya anak negeri tersebut adalah “ ELANG HITAM “, Sebuah Drone Militer Indonesia yang diproyeksikan guna memenuhi alutsista TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Drone Militer ini merupakan karya asli putra dan putri Indonesia sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara yang sangat luas dan membutuhkan alutsista yang dapat membantu para Prajurit TNI untuk terus memantau wilayah demi kedaulatan NKRI.

Drone yang untuk pertama kalinya dipublikasikan pada 30 Desember 2019 di Hanggar PT Dirgantara Indonesia ( DI ) akan dikerjakan secara bersama sama oleh PT DI, BPPT, PT LEN Industri, LAPAN, ITB, TNI AU dan Kementrian Pertahanan.

Teknologi Canggih Dan Trendy

Drone Militer Indonesia ini sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak 2015 dan merupakan jenis Medium Altitude Lengthy Endurance ( MALE ) dan direncanakan akan selesai pada tahun 2023 dengan diharapkan mendapat sertifikat kelaikan dari Tipe Produksi Militer dari Puslaik Kemhan.

Nantinya guna mendukung tugasnya Drone ini akan dibekali dengan senjata Rocket kaliber 70mm jenis Folding Fin Aerial Rocket ( FFAR ) dan Rocket RD702 Wrap-Round Fin Aerial Rocket ( WAFAR )

Selain dibekali persenjataan terkini yang Trendy , PUNA ini juga akan menggunakan teknologi canggih seperti Fireplace/Fight Management Laptop, Launching Management Unit, Launcher Pylon ( Sistem gantungan senjata ).

Drone Tempur Indonesia ini juga di rancang agar dapat terbang hingga ketinggian 23.000 kaki dan dengan durasi 24 jam nonstop. Bila berjalan Lancar Protipe dari Drone/PUNA ini akan menjalani terbang pertama pada tahun 2022.

Drone Tempur TNI AU

Selain menjadi Drone Militer yang bertugas sebagai pesawat pengintai khususnya guna mengawasi wilayah perbatasan Indonesia dengan beberapa negara tetangga.

Namun Sang Elang Hitam Juga akan dimodifikasi dan dilengkapi dengan persenjataan canggih yang menjadikannya sebagai Drone Tempur Indonesia Pertama.

Alutsista ini akan melengkapi Drone yang telah dimilki oleh TNI AU, dimana sebelumnya satuan ini telah memiliki Drone jenis intai Non Kombatan dengan nama CH-4B yang selama ini memperkuat satuan Skadron Udara 51 Lanud Supadio Pontianak.

Diharapkan dengan kehadiran Drone Militer Indonesia ini, maka diharapkan akan mendukung tugas pokok TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara negara kita tercinta.

Baca Juga : Senjata Minimi

Karena dengan alat ini mempunyai kemampuan untuk pengawasan, pengintaian bahkan mendukung pertempuran udara.Ini tentunya akan menjadi salah satu solusi yang menjadi kendala selama ini yaitu melakukan pengawasan di perbatasan wilayah negara yang luas dan sebagian besar merupakan wilayah udara diatas lautan.

Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro seperti dilansir oleh Airspace-review.com mengatakan bahwa nantinya 10 Unit PUNA Elang Hitam akan menjadi bagian dari TNI AU

Semoga dengan kehadiran PUNA/Drone tempur ini kekuatan Militer Indonesia akan semakin kuat dan mampu dengan maximal menjaga kedaulatan negara terutama kedaulatan Udara negara yang kita cintai ini.

Hadirnya Drone Tempur Indonesia ini juga merupakan Komitmen dari Kementrian Pertahanan sebagai leading sektor dalam segala upaya mempertahankan kedaulatan NKRI.

Demikianlah pembahasan kita kali ini tentang Elang Hitam, Drone Tempur Militer Buatan Indonesia yang menjadi kebanggaan dan kekuatan baru bagi Tentara nasional Indonesia ( TNI )

Baca Juga:
Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!