Essay Pembinaan Satuan TNI AD

2
119

Dari data dan fakta  permasalahan di atas maka penulis menginginkan setiap Danyon dapat melaksanakan pembinaaan satuan dengan optimal sehingga dapat dicapai kondisi yang diharapkan antara lain: 1. Bidang Organisasi, terwujudnya  organisasi satuan yang siap operasional sesuai kebijakan pimpinan; 2. Bidang Personel, terlaksananya pembinaan tenaga manusia dan pembinaan personel yang meliputi, pembinaan karier, pembinaan moril dan kesejahteraan, pembinaan mental, pembinaan disiplin, hukum dan tata tertib secara optimal; 3. Bidang Materiil, tercapainya kondisi materiil satuan yang siap pakai ,4. Bidang Pangkalan, terwujudnya pangkalan satuan yang siap digunakan untuk pelaksanaan tugas dan dapat menjamin efektifitas kegiatan dan memelihara kesejahteraan prajurit beserta keluarganya; 5. Bidang Peranti lunak, terwujudnya peranti lunak yang lengkap, valid dan operasional; 6. Bidang Latihan, terlaksananya kegiatan latihan perorangan dan satuan,agar prajurit memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk melaksanakan tugas secara optimal (Sasaran binsat).

Berdasarkan Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang Pembinaan Satuan TNI AD, Skep Kasad Nomor 542/XII/2006 bahwa Pembinaan Satuan adalah segala upaya, pekerjaan, kegiatan dan tindakan untuk memelihara dan atau meningkatkan kesiapan komponen-komponen pembinaan satuan secara berdaya dan berhasil guna dalam mewujudkan kesiapsiagaan satuan dan berdasarkan Penekanan KASAD pada pelaksanaan Apel Dansat TA.2016 bahwa Prajurit harus memiliki “Lima Kemampuan” yaitu 1.DISIPLIN, 2.JAGO PERANG, 3. JAGO MENEMBAK, 4.JAGO BELA DIRI dan 5.MEMILIKI FISIK YANG PRIMA , maka sudah menjadi keharusan bagi Danyonif untuk bekerja keras  untuk merencanakan dan melaksanakan  pembinaan satuan serta mengevaluasi secara terus menerus dan berkelanjutan,dengan memahami kondisi satuan, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan dalam pembinaan satuan dan kondisi yang diharapkan.

Dari kompleksnya permasalahan yang timbul dari setiap komponen pembinaan satuan, tentunya terdapat faktor-faktor yang menjadi kendala  dalam  optimalisasi pelaksanaan pembinaan satuan  yaitu Perkembangan Ilpengtek yang menimbulkan sifat ketidak pedulian prajurit dan Dislokasi satuan yang terpisah mengakibatkan kurang optimalnya pengawasan dan pengendalian. Sedangkan, yang akan menjadikan kelemahan dalam pelaksanaan pembinaan satuan adalah kurangnya kepedulian dikalangan perwira (danton) dan bintara dalam membangkitkan semangat prajurit dalam mendukung kegiatan satuan.

BERITA DISARANKAN

Upaya –upaya yang dilakukan oleh Danyon dalam mengatasi kendala dan  kelemahan dalam mengoptimalkan binsat tentunya tidak terlepas dari kemampuan Danyon dalam memanfaatkan peluang dan kekuatan,adapun yang dapat dijadikansebagai peluang adalah Dukungan anggaran dari Komando atas saat ini jauh lebih baik dan. Alokasi bagi prajurit untuk mengikuti pendidikan yang semakin besar, Sedangkan yang dapat dijadikan sebagai kekuatan adalah Sumber daya prajurit yang merupakan lulusan SLTA/setingkat sehingga diharapkan memiliki kemampuan akademik dan inteligensia yang tinggi sehingga diharapkan dapat dengan mudah melaksanakan tugas pokok perorangan yang menjadi tanggung jawabnya serta Jiwa korsa serta Soliditas satuan yang kuat. Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh Danyon sebagai berikut : 1. Pembinaan Organisasi, dalam pembinaan organisasi  Danyonif harus mempertimbangkan dislokasi satuan agar tetap terjaga kesiapan operasional satuannya, sehingga  dapat diambil upaya pembinaan organisasi sebagai berikut : a. Melaksanakan pemeliharaan kekuatan dengan selalu mengajukan kekurangan personel ke Komando Atas agar sesuai dengan TOP, b) Menata organisasi Batalyon dengan kekuatan secara berimbang untuk pemenuhan kebutuhan personel di masing-masing Kompi dan untuk kesiapan operasi maka dapat dibentuk Kompi yang lengkap,.Sedangkan bagi Batalyon dengan dengan kompi yang terpisah dapat membentuk satu peleton utuh, sehingga dapat melaksanakan latihan secara optimal dan siap digerakkan kapan saja dihadapkan dengan dinamika di lapangan.     ;2. Pembinaan Personel, dalampembinaan personel Danyonif dapat melakukan upaya pembinaan  sebagai berikut : a.  Penempatan jabatan disatuan tentunya tidak terlepas dari pangkat serta kemampuan yang dimiliki prajurit untuk menempati jabatan yang akan diembannya, oleh sebab itu Danyonifif harus menempatkan personel sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya sesuai dengan disiplin ilmu yang telah diikuti melalui pendidikan spesialisasi.  b.  Untuk menunjang karier serta meningkatkan pengetahuan prajurit maka Danyonifif memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk mengikuti pendidikan baik pendidikan  pengembangan umum maupun pendidikan  pengembangan spesialisasi sesuai dengan permintaan dan kepangkatan sehingga nantinya anggota satuan memiliki kemampuan yang diharapkan,    c. Pelihara dan tingkatkan moril prajurit, dalam hal ini moril berhubungan dengan jiwa dan perasaan pribadi sehingga apa saja yang dapat meningkatkan moril prajurit hal tersebut yang perlu mendapat perhatian dan peningkatan antara lain : 1) Berikan apa yang menjadi hak – hak setiap prajurit jangan pernah memotong atau mengambil hak – hak mereka antara lain seperti dukungan logistik latihan, cuti/izin sesuai ketentuan yang berlaku serta seluruh kesejahteraan yang harus di dapat seorang. 2) Tingkatkan kepedulian dan perhatian kepada prajurit melalui mengetahui apa yang menjadi permasalahan yang di hadapi prajurit dan upaya mengatasinya. 3) Hargai apa yang sudah dilakukan prajurit, lakukan reward dan punishment terhadap apa yang dilakukan prajurit dimana ada penghargaan terhadap prajurit yang melaksanakan tugas dengan baik dan ada teguran/sanksi terhadap yang tidak melaksanakan tugas dengan baik.  d. Untuk menekan pelanggaran disatuan Danyonif agar malakukan pembinaan mental dan melakukan pendekatan kepada anggota anatara lain : 1) Menyisihkan waktu untuk berkunjung kerumah anggota, dengan pendekatan seperti ini Danyonifif akan lebih mengenal anggotanya dan mengetahui secara dekat permasalahan anggota, 2) Lakukan pengawasan melekat oleh unsur komandan bawahan ,3) Melaksanakan jam Komandan secara berkala agar timbul komunikasi dua arah, 4) Perintahkan Staf-1/Intel untuk melakukan   Gaktib secara intensif dan apabila terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh anggota dilaksanakan tindakan/proses penyeselesaian sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku. e. Tingkatkan disiplin prajurit dari semua strata baik perwira, bintara maupun tamtama, jadikan disiplin ini adalah nafas prajurit. Disiplin adalah kesadaran pribadi sehingga : 1) Seorang komandan batalyon harus dapat menjadi contoh dan tauladan tentang disiplin kepada seluruh prajurit dan keluarganya. 2) Memberikan pengertian yang dalam kepada seluruh prajurit bahwa kebanggaan seorang prajurit yang paling mutlak terletak pada disiplinnya yang membedakan kita dengan masyarakat biasa, karena apabila prajurit tidak disiplin apa bedanya dengan gerombolan. Pengertian ini di dapat dengan penjelasan – penjelasan dan cerita – cerita yang dapat menggugah hati dan perasaan prajurit. f. Guna tertibnya administrasi disatuan maka perlunya penertiban Dosir anggota baik tempat maupun pengelompokkannya. 3. Pembinaan Materiil, Pelaksananan tugas satuan dapat berjalan dengan baik tidak lepas dari tersedianya alat/perlengkapan yang memadai dari satuan maka dalam pembinaan materiil Danyonif dapat melakukan upaya-upaya sebagai berikut : a. Menginventarisir materiil yang sudah pada kondisi rusak , selanjutnya mengajukan kebutuhan materiil yang sesuai dengan kebutuhan TOP,        b. Melaksanakan koordinasi dengan satuan pembina fungsi tehnis untuk melaksanakan pengecekan materiil dalam rangka harcegah melalui : pengecekan kendaraan secara periodik, pengaturan/penggunaan listrik, pengaturan keluar masuk senjata dan munisi BP, pengaturan keluar masuk kendaraan pool, pengaturan penggunaan alsintor, aloptik dan alkapsat, c. Melaksanakan pendistribusian materiil ke satuan bawah yang dilengkapi dengan tertib administrasi, d. Melaksanakan penggudangan senjata dan munisi,alkapsat, alsintor, aloptik dan alat mountenering sesuai dengan pengelompokan dan jenisnya dalam keadaan terawat,rapi dan bersih, e. Menyarankan penghapusan materiil yang berada dalam kondisi rusak berat dan hilang/susut yang dilengkapi dengan administrasinya, f. Melaksanakan pemeriksaan gudang senjata dan munisi secara periodik dengan mengatur jadwal Perwira secara bergiliran. ;4. Pembinaan Pangkalan. Pembinaan pangkalan tidak identeik dengan membangun gedung dan sarana  prasarana satuan ( karena memerlukan biaya yang besar), akan tetapi lebih tepatnya adalah memelihara, mengatur, menjaga dan memanfaatkan pangkalan agar mampu dijadikan tempat bekerja, tempat latihan dan tempat tinggal yang aman dan nyaman serta mampu mendukung kesiapan operasional satuan.  Dalam pembinaan pangkalan Danyonif dapat melakukan upaya-upaya sebagai berikut : a. Mengatur dan menata pangkalan beserta fasilitasnya agar selalu dalam keadaan bersih, tertib dan rapi dengan mengadakan lomba kebersihan antar kompi dan perumahan prajurit, b. Mengatur penempatan fasilitas pangkalan ditempat semestinya, memasang rambu-rambu lalu lintas di dalam asrama sehingga lalu lintas kendaraan dapat tertib dan aman, c. Melaksanakan kegiatan pemeliharaan terhadap pangkalan dan fasilitasnya  dengan membuat jadwal korve secara rutin, mengatur penanaman pohon penghijauan, memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk di Tanami sayuran dan buah disesuaikan dengan kondisi geografi masing-masing satuan, memanfaatkan lingkungan perumahan anggota untuk di jadikan rumah hijau/rumah pangan lestari, d. Melaksanakan perbaikan dan perawatan terhadap fasilitas pangkalan sesuai dengan kemampuan satuan sehingga bangunan yang rusak tidak semakin parah tingkat kerusakkanya, mengadakan pengecatan pangkalan agar tampak indah,  e. Melaksanakan penataan pangkalan meliputi fasilitas kantor, perumahan, latihan dan fasilitas lainnya, f. Melaksanakan pengamanan markas dan ksatrian dengan menempatkan pos-pos pengaman, membuat  jadwal patroli keliling markas/ksatrian yang dilaksanakan oleh piket dan provoost, dan pemasangan CCTV di gudang senjata dan Munisi,  g. Melaksanakan prosedur sistem pengamanan gudang senjata dan munisi sesuai dengan ketentuan Skep Kasad nomor : Skep/22II/2003 tanggal 3 pebruari 2003 tantang pemegangan kunci gudang senjata dan munisi meliputi : penyusunan senjata harus rapi, bersih dan terartur, membuata rekapitulasi data senjata pada gudang, memelihara kuantitas dan kualitas munisi BP,dalam penerimaan dan pendistribusian munisi harus dilengkapi dengan administrasi, senjata dan munisi yang keluara masuk harus dicatat dengan benar oleh petugas gudang  ; 5. Pembinaan Peranti Lunak, Dalam pembinaan peranti lunak Danyonif dapat melakukan upaya-upaya pembinaan secara kualitas dan kuantitas sebagai berikut : a. Melaksanakan pendataan/inventarisasi peranti lunak yang ada disatuan sesuai stratifikasi dan diberikan kode,    b.Menempatkan piranti lunak ditempat yang aman dari pencurian/kerusakan/kebakaran, c. Menyusun Peranti lunak dengan tertib dan rapi untuk memudahkan pencarian saat di butuhkan, d. Melaksanakan revisi Protap yang harus ada di satuan min 18 Protap sesuai STR Kasad Nomor STR/188/2001 tanggal 16 Maret 2001 dan melengkapi protap-protap satuan sesuai kebutuhan, e. Mendata peranti lunak yang dibutuhkan oleh satuan dengan mencatat yang sudah ada dan yang belum ada.  f. Memperbanyak/menggandakan Bujuk-bujuk untuk keperluan satuan bawah karena biasanya bujuk-bujuk yang didistribusikan terbatas; 6. Pembinaan latihan.   Latihan harus dapat dilaksanakan dengan baik dan benar serta dapat dipertanggungjawabkan maka dalam melaksanakan pembinaan latihan Danyonif dapat melakukan upaya-upaya sebagai berikut : a. Kuasai tehnik penyelenggaraan latihan dengan baik mulai dari proses perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran latihan, b. Bentuk pelatih – pelatih baik perwira/bintara di satuan agar dapat menguasai tehnik kepelatihan baik memberikan bimbingan langsung yang bersifat latihan dalam satuan atau memberikan kesempatan kepada perwira/bintara melaksanakan kursus maupun penataran, c. Laksanakan langkah – langkah penyelenggaraan latihan dengan benar mulai dari pembuatan surat perintah/direktif, pembuatan dan pemaparan RGB, pencatatan latihan sebagai bahan evaluasi serta dokumentasi latihan sebagai bahan kaji ulang, d. Laksanakan pengawasan dan pengendalian kepada seluruh prajurit dalam melaksanakan latihan dengan ketat baik penyelenggara maupun pelaku latihan, e. Berikan pengertian kepada seluruh prajurit bahwa latihan adalah kebutuhan setiap prajurit, “ Latihan itu penting bukan yang penting latihan ”, laksanakan latihan dengan penuh kesadaran dan rasa gembira dan paling utama buat prajurit dapat menikmati latihan. f. Pengawasan dan pengendalian. Seorang pemimpin yang baik harus dapat dan yakin bahwa perintah dapat di terima dan dimengerti anak buahnya, kemudian laksanakan pengawasan agar latihan itu benar – benar dlaksanakan dengan baik dan benar, laksanakan pengendalian agar latihan tidak keluar dari tujuan dan sasaran latihan sehingga mencapai tujuan yang diharapkan dengan maksimal. g. Menggali inovasi dan kreatifitas Danyonifif bawah dalam setiap penyelenggaraan latihan dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip penyelenggaraan latihan.

Penutup.

Dari uraian tersebut di atas, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa untuk memelihara dan meningkatkan kesiapan operasional satuan Batalyon Infanteri maka Danyonif harus dapat melaksanakan program binsat dengan baik dengan melakukan langkah-langkah pembinaan 6 komponen pembinaan satuan meliputi : 1) Pembinaan organisasi, 2) Pembinaan personel, 3) Pembinaan materiil, 4) Pembinaan pangkalan, 5) Pembinaan peranti lunak , 6) Pembinaan latihan.dan Diharapkan Dalam pembinaan satuan diperlukan kreatifitas dan inovasi-inovasi  Danyonif agar efektif dan mencapai hasil yang optimal. Pembinaan satuan yang efektif akan dapat mendukung kesiapan operasional satuan dalam menghadapi tugas-tugas, baik tugas-tugas di home base maupun tugas di daerah operasi.

            Guna merealisasi upaya-upaya pada optimalisasi pembinaan satuan TNI AD, maka penulis perlu menyarankan kepada komando atas yaitu, pertama mohon dapatnya pembangunan pangkalan Batalyon Infanteri jajaran TNI AD sesuai prototype dan Kedua agar sarpraslat di satuan dapat dilengkapi untuk menunjang keberhasilan pembinaan satuan

Demikian essay tentang pembinaan satuan TNI AD yang dapat penulis sumbangkan, penulis menyadari bahwa tulisan ini sangat jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan, oleh karena itu dengan dengan terbuka penulis menerima saran dan masukan demi perbaikan tulisan-tulisan berikutnya.

2 KOMENTAR

  1. Dalam melaksanakan tugasnya yang berat, ternyata TNI masih harus melakukan Essay binsat TNI AD.
    Lanjutkan terus pak.. Rakyat selalu mendukung TNI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here