Jatuhnya Pesawat Militer Filipina

1 min read

Jatuhnya Pesawat Militer Filipina

Baru-baru ini ada sebuah kejadian yang tak terduga terjadi di negara Filipina. Kejadian tersebut adalah sebuah pesawat C-130 milik angkatan udara Filipina yang membawa pasukan tempur jatuh dan meledak saat mendarat di bagian selatan negara.

Tujuan pesawat ini adalah untuk memerangi kelompok ekstremis. Kejadian ini memakan korban jiwa yaitu tewasnya 42 tentara di dalam pesawat dan 3 warga sipil yang sedang berada di daratan.

Kecelakaan itu terjadi pada siang hari di sebuah kebun kelapa diluar bandara Jolo di Provinsi Sulu. Namun ada sedikitnya sisa tentara yang berjumlah sekitar 49 tentara luka-luka yang berhasil diselamatkan dari kecelakaan yang merupakan bencana terburuk dalam sejarah angkatan udara Filipina.

Akan tetapi dari jumlah total penumpang pesawat militer tersebut yang berjumlah 96 orang, diketahui ada 5 orang yang belum ditemukan.

Pesawat Lockheed C-130 Hercules merupakan pesawat yang diberikan oleh Amerika Serikat kepada Filipina sebagai tanda bantuan militer tahun ini.

Baca Juga:

Pesawat ini dimasuki oleh tentara saat berada di Cagayan de Oro Selatan untuk penerbangan ke Sulu. Pemerintah Filipina tengah memerangi gerilyawan Abu Sayyaf di provinsi Sulu selama beberapa decade.

Penyebab jatuhnya pesawat masih kurang jelas. Salah seorang komandan militer regional Letnan Jenderal Corleto Vinluan angkat bicara dan mengatakan bahwa sangat kecil sekali kemungkinan pesawat C-130 ini ditembak oleh musuh.

Pada saat terjadinya kecelakaan tersebut, Filipina sedang berada di kondisi dimana sangat memerlukan kebutuhan penggunaan yang tinggi.

Angkatan Udara Filipina juga bertugas untuk membantu mengangkut pasokan medis, vaksin, dan peralatan pelindung ke provinsi-provinsi pulau yang jauh di tengah lonjakan infeksi virus covid-19 saat ini.

Salah satu kendaraan militer berupa helikopter Blackhawk S-701 yang dikirim baru-baru ini ternyata jatuh lebih dari seminggu yang lalu di dekat Clark freeport yang merupakan bekas pangkalan udara Amerika Serikat.

Di dalam helikopter tersebut terdapat 6 personel angkatan udara yang semuanya dinyatakan tewas.

Kondisi Filipina saat ini sangat berat dimana Filipina sebagai salah satu negara dengan alutsista yang minim di Asia. Filipina juga sedang berurusan dengan kelompok ekstremis dan komunis selama beberapa decade terakhir dan keretakan teritorial dengan China.

error: Alert: Content is protected !!