Jejak Tentara Nazi di Indonesia

1 min read

Jejak Tentara Nazi di Indonesia

Jejak Tentara Nazi di Indonesia – Dalam sejarah, diketahui bahwa Indonesia merupakan negara jajahan Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang. Para negara tersebut menjajah Indonesia dengan tujuan untuk menguasai kekayaan milik Indonesia.

Jejak Tentara Nazi di Indonesia

Ternyata, dulu tentara Nazi juga pernah datang ke Indonesia untuk membonceng Jepang guna mengambil hasil bumi Indonesia.

Tentara Nazi datang ke Indonesia menggunakan kapal selam (U-Boot) U-195 dan U-196. Mereka datang atas perintah pemimpin Jerman saat itu, Adolf Hitler.

Namun dalam misi untuk menguasai kekayaan Indonesia, 10 personil tentara Nazi gugur dan dimakamkan di kawasan Arca, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Mereka di makamkan dalam sebuah kompleks makam yang berada di kawasan hutan di kaki Gunung Pangrango yang menyebabkan keberadaan dari makam-makam tersebut tidak diketahui.

Baca Juga:

Baca juga : Urutan Pangkat TNI AD

Makam putih para pasukan Nazi tersebut dulunya adalah tanah wakaf yang disediakan oleh kakak beradik pengusaha perkebunan asal Jerman yang bernama Emil dan Theodore Helfferich.

Pada awalnya, mereka ingin membangun tugu untuk memperingati kawan-kawan mereka yang gugur di perairan dan tanah Asia Tenggara. Akan tetapi, banyaknya pasukan Jerman yang gugur menyebabkan mereka menggunakan sebagian lahan the untuk dijadikan sebagai makam.

Karena bersekutu dengan Jepang, Jerman jadi lebih mudah masuk ke Indonesia. Dalam peperangan, banyak tentara Jerman yang menjadi korban salah sasaran akibat postur tubuh yang mirip dengan pasukan Belanda.

Oleh karena itu, pejuang Indonesia juga membunuh para pasukan Jerman yang berada di Indonesia saat itu.

Makam tersebut memiliki desain model nisan Eisernes Kreuz atau salib besi. Makam tersebut kerap dikunjungi oleh warga Jerman yang berada di Indonesia.

Setiap minggu ketiga di bulan November, pihak kedutaan dan pemerintah Jerman selalu menggelar upacara kemiliteran di kompleks makam tersebut.

Baca Juga : Urutan Pangkat Polisi

Makam pasukan Jerman tersebut berjumlah sebanyak 10 makam. Pada barisan depan makam bertuliskan unbekannt atau yang berarti tidak diketahui.

Barisan berikutnya berupa barisan para anggota militer  yang merupakan Letnan Laut, kopral, serta Letnan kapten. Selain itu ada juga makan seorang tukang kayu kapal yang meninggal pada 15 April 1945.

 

error: Alert: Content is protected !!