Prestasi Jenderal Ahmad Yani di Militer

1 min read

Prestasi Jenderal Ahmad Yani di Militer

Jenderal Ahmad Yani merupakan seorang komandan yang cukup disegani oleh anak buahnya. Pada saat Indonesia sudah mengumumkan proklamasi, Jepang membubarkan PETA dan organisasi kemiliteran guna mencegah kesatuan-kesatuan itu untuk membalik senjata terhadap Jepang.

Dengan demikian Sebagian para anak buah Yani pulang ke kampung halamannya masing-masing. Akan tetapi, Yani berusaha untuk mengumpulkan kembali anak buahnya yang sudah berpisah dan tenaga tambahan.

Pada akhirnya Yani berhasil mengumpulkan anak buahnya dan tenaga tambahan sebesar satu batalyon dan berhasil memberikan jasa pertamanya dalam mempertahankan negara dengan sengaja sebesar itu.

Jasa pertamanya berupa berhasilnya kesatuan Yani untuk melucuti senjata terhadap Nakamura Butai yang telah menurunkan bendera Merah Putih yang telah dikibarkan oleh para pemuda Indonesia.

Kesatuan Yani juga berhasil melakukan pelucutan senjata di hotel Nitaka yang ketika itu merupakan tempat tinggal utama Jepang di kota Magelang.

Baca Juga:

Pasukan Yani dijadikan sebagai Batalyon 4 setelah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk. Kemudian Yani diangkat menjadi komandan batalyon dengan pangkat Mayor.

PKI melancarkan pemberontakan dimana pasukan Yani dan pasukan lainnya menumpas pemberontakan yang dilakukan oleh PKI. Setelah selesai dengan pemberontakan PKI, Belanda melancarkan Agresi Militer kedua.

Karena itu, pasukan Yani terkepung yang pada akhirnya Magelang di bumihanguskan dan seluruh pasukan dimundurkan ke tempat-tempat yang sudah di tentukan. Kemudian sesuai dengan taktik yang telah digariskan oleh panglima besar, maka perang gerilya dimulai.

Ahmad Yani ditunjuk menjadi komandan WK II untuk melawan Brigade Victoria dibawah pimpinan Letnan Kolonel Van Zanton.

Saat pasukan Belanda mengepung Yani, ia berhasil menghadapi situasi tersebut dengan tenang dan berhasil menggagalkan kepungan Belanda dan memukul mundur pasukan Belanda.

Setelah berakhirnya perang kemerdekaan dan Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia. Namun, permasalahan dalam negeri belum selesai dan banyak terjadinya pemberontakan yang dilakukan oleh gerombolan bersenjata.

Yani ditugaskan untuk menumpas pemberontakan yang dilakukan oleh gerombolan bersenjata tersebut. Untuk menjalankan tugas tersebut, Yani melatih para pasukannya dan dibagi menjadi 2 bagian. Pasukan Yani berhasil memperkecil daerah pemberontak tersebut.

Banyaknya operasi yang dilakukan oleh Ahmad Yani, salah satunya adalah Operasi gabungan darat-laut-udara untuk menumpaskan PRRI di Sumatera Barat. Keberhasilan yang di raih Yani menyebabkan akhirnya ia dinaikkan pangkat menjadi Mayor Jenderal pada tanggal 1 Januari 1963 dan setahun kemudian ia menjadi Letnan Jenderal.

error: Alert: Content is protected !!