Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Mortir, Jenis dan Cara Kerjanya Sebagai Senjata Bantuan Andalan Infanteri

3 min read

mortir-jenis-cara-kerja

Hai Sahabat Blog Militer Indonesia, ini kita akan kembali menganalisis alutsista tepatnya senjata bantuan andalan Pasukan Infantri yaitu Mortir beserta Jenis dan Cara Kerja Mortir.

Baca Juga:

Infanteri merupakan pasukan tempur utama di darat dengan tugas mendekati, mencari dan menghancurkan. Yang dibekali dengan senjata perorangan dan senjata bantuan Ringan dalam melaksanakan tugasnya.

Senjata Bantuan tersebut terdiri dari berbagai macam seperti Senjata Otomatis ( SO ) Minimi, Senjata Mesin Ringan ( SMR ), Senjata Mesin Berat ( SMB ) dan juga Mortir.

Nah Berikut akan kita Ulas adalah senjata bantuan pasukan Infanteri yang merupakan senjata arteleri yaitu Mortir beserta Jenis dan Cara Kerjanya.

Mortir, Jenis dan Cara Kerjanya

Mortir merupakan senjata bantuan lintas lengkung yang dapat ditembakkan dengan menggunakan sudut tembakan antara 45 derajat (800 peribuan) sampai dengan 79 derajat (1511 peribuan).

Mortar juga Mempunyai sifat lintasan granat yang sangat lengkung sehingga dapat menembaki sasaran-sasaran yang berada di belakang perlindungan yang cukup tinggi.

Dengan sifat tersebut mortar akan sangat berguna dalam membantu dan melindungi pergerakan pasukan Infanteri, baik dalam Operasi serangan maupun operasi pertahanan.

Baca Juga : Senjata AK 47

Selain berguna melindungi pasukan infanteri dengan Granat Brisannya yang mampu melukai hingga jarak 100 M dan mematikan bila dalam Radius 35 Meter dari titik ledak.

Mortir juga dapat berguna dalam membuat penerangan dengan menggunakan granat cahaya yang dapat menerangi dengan radius 1.200 meter pada ketinggian granat 600 meter.

Dapat juga digunakan dalam membuat tabir asap yang sangat tebal untuk melindungi gerak pasukan mendekati musuh apabila menggunakan granat asap.

Jenis Mortir

Jenis Mortir terdiri dalam beberapa macam sesuai dengan kalibernya yaitu Mortir kaliber 60, 80, 81 hingga 120 mm.

Di Dalam Pasukan Infanteri khususnya TNI AD menggunakan 2 Jenis Mortir yaitu Kaliber 60 dan 81.

Prajurit Ki Ban Yonif 410/Alugoro latihan tembak Mortir 81

Mortir 60 ditempatkan dalam Kelompok Komando Peleton Infanteri karena sifatnya yang Mobile dan mudah dalam pembawaannya.

Sedangkan Mortir 81 baik 81 US maupun 81 Tampela di tempatkan dalam Peleton Kompi Bantuan Batalyon Infanteri.

Sedangkan Jenis Mortir Kaliber 120 mm biasanya digunakan oleh Pasukan Kavaleri, Dimana Tank – tanknya disematkan Mortar kaliber ini seperti Mortir HOWITZER 2S9 GS.

Cara Kerja Mortir

Cara Kerja Mortir pada semua kaliber pada dasarnya memiliki kesamaan yaitu terbagi menjadi 3 tahap yaitu tahap penyiapan pucuk, penyiapan Granat dan penembakan :

1. Tahap Penyiapan Pucuk

a.         Tentukan kedudukan pucuk sesuai dengan syarat kedudukan pucuk.

b.         Tentukan arah pucuk baik ke TD atau langsung ke sasaran.

c.         Tentukan jarak tembak untuk menentukan elevasi.

d.         Pasang pucuk sesuai dengan ketentuan.

e.         Stel arah dan jarak bidik ketiang bidik/sasaran dan perbaiki posisi gelembung ketinggian/kelebaran.

f.          Senjata siap digunakan untuk menembak.

Prajurit TNI AD Latihan Menembak Mortir 60 Commando

2. Tahap Penyiapan Granat.

a.         Cek lot dan tahun pembuatan granat.

b.         Keluarkan granat dari petinya, cek apakah granat masih tersegel dengan baik atau sudah pernah dilepas.

c.         Keluarkan granat dari konternernya, sebelumnya membuka lakbannya dan bagian tutup atas kontener berada di atas.

d.         Keluarkan granat dari kontener dengan menarik ekornya terlebih dahulu.

e.         Periksa kelengkapan granat antara lain pen pengaman pada fuze, isian tambahan dan cincin pembatas.

f.          Sesuaikan isian tambahan granat sesuai dengan perintah, perhatian isian tambahan yang berwarna kuning dengan jelas.

g.         Buka pen pangaman yang berada pada puze, dengarkan fuze kemungkinan ada penajaman (terdengar putaran roda gigi).           Apabila ada penajaman di dalam fuze maka jangan lanjutkan penembakan dan pasang kembali pen pengaman.

h.         Setelah siap serahkan kepada taban.

3. Tahap Penembakan

a.         Masukkan granat ke dalam mulut laras ekornya terlebih dahulu.

b.    Setelah ada perintah dari Tabak, Taban melepaskan granat, perhatikan luncuran tangan Taban.

c.         Granat akan meluncur di dalam laras akibat beratnya.

d.         Setelah sampai di dasar laras maka dasar pena pemukul  penggalak akan bersentuhan dengan pena pemukul.

Baca Juga : Sejarah Kerajaan Perlak

e.         Dasar pena pemukul penggalak memukul pena pukul maka pena pemukul penggalak akan  bergerak naik, ujung pena pemukul akan memukul penggalak dan terjadilah ledakan.

f.          Ledakan terjadi maka akan menimbulkan api, api akan membakar isian pokok pendorong, isian pokok pendorong terbakar maka api akan membakar isian pendorong tambahan.

g.         Semua isian terbakar maka akan terjadi tekanan  gas  yang sangat besar di dalam laras.

h.         Gas akan mendorong granat keluar dari dalam laras dan terus mendorong granat sampai daya dorong gas habis.

i.          Apabila tidak terjadi ledakan di dalam laras (granat tidak keluar laras) maka dinyatakan gangguan pucuk, maka segera atasi sesuai dengan langkah-langkah cara mengatasi gangguan.

j.          Apabila tidak terjadi  ledakan di sasaran maka granat dinyatakan busung, dan harus segera dihancurkan.

Akhir Kata

Nah Sekarang Sudah mengerti bukan tentang Apa itu Mortir, Cara Kerja Dan Jenis – Jenisnya sebgai senjata bantuan dalam Pasukan Infanteri

Demikianlah kawan kawan pembahasan kita kali ini tentang Mortir, jenis dan cara kerja mortir. semoga bermanfaat. salam literasi.

Baca Juga:
Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!