G 30 S PKI, Sejarah Kelam Indonesia

0
219
sejarah singkat g 30 s pki

Hai Sahabat Blog Militer, Kita telah ketahui bersama Bahwa Setelah merdeka, Indonesia harus terus Berjuang dan Berperang untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman yang datang dari luar maupun dalam negeri seperti Sejarah Pemberontakan G 30 S PKI.

Ancaman, gangguan dan hambatan dari luar adalah dengan adanya upaya Belanda untuk kembali menjajah Indonesia melalui Agresi Militer 1 dan 2.

Sedangkan ancaman kedaulatan negara yang berasal dari dalam negeri adalah dengan adanya beberapa pemberontakan yang ingin memisahkan diri dari Indonesia seperti Pemberontakan Andi Aziz, DI/TII, Gerakan Papua Merdeka dan lain lain.

Kali ini kita akan membahas tentang salah satu sejarah kelam dimana ada upaya merubah Idiologi Pancasila menjadi Idiologi Komunis, pemberontakan yang dilaksanakan oleh Partai Komunis Indonesia pada 30 September 1965 dan dikenal dengan pemberontakan G 30 S PKI.

Sejarah Singkat G 30 S PKI

Gerakan 30 September yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia adalah Sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Gerakan yang bertujuan untuk mengganti Idiologi Negara dari Pancasila menjadi Komunis itu telah banyak merengut banyak Korban.

Dalam Sejarah G 30 S PKI, Setidaknya ada 7 jenderal yang menjadi korban kekejaman PKI saat itu. Dimana korban tersebut belum termasuk Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta masyarakat lainnya yang terbunuh sebelum peristiwa puncak tersebut.

Latar belakang PKI adalah masuknya Faham Komunis ke Indonesia pada awal abad 20 , dimana mereka menyusup ke ormas dan partai yang ada saat itu untuk mulai membangun kekuatan sebelum akhirnya membentuk Partai Komunisme Indonesia pada tahun 1924 yang awalnya bernama Perserikatan Komunis di Hindia ( PKH ).

Baca Juga : Sejarah Perundingan Linggarjati

Setelah pemerintah Hindia Belanda melarang PKI pada tahun 1927, PKI melaksanakan gerakan bawah tanah dan terus membangun kekuatan secara diam diam hingga bangkit kembali setelah kemerdekaan.

Tahun 1948 PKI melaksanakan pemberontakan dipimpin oleh Musso dengan mendeklarasikan Republik Soviat Indonesia yang berhasil diredam oleh TNI, namun tidak ada pelarangan bagi PKI.

PKI secara resmi kembali dengan menjadi Partai Nasionalis dibawah Pimpinan D.N. Aidit dan berkembang menjadi partai Komunis terbesar setelah Rusia dan Cina.

Konsep mempersenjatai rakyat dengan membentuk angkatan ke 5 mendapat tentangan dari TNI AD, namun Konsep ini juga sudah terlanjur mendapat banyak dukungan dari kalangan militer sehingga mampu melaksanakan pelatihan dengan jumlah lebih dari 2000 simpatisan.

Hingga pada puncaknya pada 30 September malam atau 1 Oktober pagi tahun 1965, PKI melakukan penculikan terhadap 7 jenderal TNI AD namun A.H. Nasution sebagai target utama berhasil lolos dengan melompat pagar/dinding batas kedubes Irak.

Baca Juga : Keberagaman Masyarakat Indonesia

Pada Tanggal 1 Oktober pagi, Soeharto yang mendengar hal itu segera bertindak dengan mengambil alih komando untuk mengehentikan Kudeta dengan mengerahkan pasukan menguasai kembali gedung RRI Pusat dan Basis PKI di sekitar Halim Perdana Kusuma.

Berdasarkan Informasi Kopral satu polisi Sukirman yang berhasil melarikan diri saat menjadi tawanan, akhirnya pada tanggal 3 oktober 1965 diketemukan sebuah sumur yang menjadi tempat pembuangan mayat para jenderal yang akhirnya dikenal dengan sebutan Sumur Lubang Buaya.

Pada Tanggal 4 Oktober penggalian sumur lubang buaya dilanjutkan dan berhasil mengangkat para Korban yang menjadi kekejaman G 30 S PKI dan dimakamkan di TMP Kalibata pada keesokan harinya 5 Oktober 1965.

Demikian sejarah singkat G 30 S PKI yang harus selalu dikenang agar kejadian ini tidak terulang kembali di kemudian hari, Karena terbentuknya negara ini tidak lepas dari sejarah masa lalu. Semoga kejadian ini dapat menjadi pengingat bagi kita bahwa Idiologi Pancasila adalah satu satunya idiologi yang harus dipertahankan karena telah terbukti sebagai pedoman bagi negara ini.

Tinggalkan Balasan