Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Kemasan primer Dan kemasan sekunder Serta Tersier

3 min read

Kemasan primer Dan kemasan sekunder

https://literacymiliter.com/ – Kemasan primer dan kemasan sekunder serta kemasan tersier adalah 3 kategori pengemasan yang terdapat di berbagai produksi. Ketiga kategori ini menjadi cara pengemasan yang saling membantu guna lebih memaksimalkan perlindungan produk.

Baca Juga:

Kemasan Primer dan Kemasan Sekunder serta Kemasan Tersier

Sebelum suatu produk sampai ke tangan konsumen, bahkan sebelum produk tersebut konsumen konsumsi, produk terlebih dahulu akan melalui berbagai tahap.

Tahapan tersebut mulai dari pembuatan produk menggunakan bahan baku, mengolah, mengemasnya, memasok, sampai memasarkannya.

Baca Juga:

Pada saat telah sampai di tahap distribusi dan pemasaran sebetulnya produk tidak dengan langsung akan laku. Apabila Anda memasarkannya pada toko ritel, terdapat produk yang tersimpan di gudang. Selain itu, ada juga yang tersusun dengan rapi di rak display guna mempermudah para casual waiters.

Lain halnya apabila Anda memasarkan produk lewat jejaring internet. Proses pengiriman produk ke konsumen umumnya akan menjadi salah satu potensi dari kerusakan produk.

Yang paling sering terjadi yaitu produk frozen food yang jadi busuk karena suhu tidak stabil selama dalam perjalanan. Bisa juga barang yang pecah, tumpah, sampai menyebabkan kemasan menjadi rusak.

Selama proses tadi, terdapat berbagai kemungkinan buruk yang akan terjadi pada produk. Sehingga dapat menyebabkan kerusakan atau tidak layak untuk di konsumsi.

Ada banyak juga cerita dari produsen yang produknya mengalami retur karena sudah tidak memenuhi standar dari toko ritel lagi.

Jika kita melihat beberapa kasus seperti itu, maka kemasan sudah menjadi komponen yang sangat penting bagi sebuah produk.

Kemasan juga akan menjadi alat yang dapat menjaga kualitas produk agar tetap baik meskipun produk telah melewati berbagai macam proses.

Kemasan primer, kemasan sekunder, dan kemasan tersier di dalam hal ini menjadi komponen yang terpenting. Karena ketiganya akan sangat membantu produsen. Untuk informasi lebih lengkapnya, langsung simak saja ulasan di bawah ini.

Kemasan Primer

Jenis kemasan ini termasuk salah satu dari 3 kategori pada pengemasan. Kemasan primer menjadi kategori pertama yang di sebutkan kemudian lanjut ke kemasan sekunder dan kemasan tersier.

Secara sederhananya, kemasan utama adalah kemasan yang secara langsung bersentuhan dengan barang. Barang yang dengan langsung menyentuh permukaan kemasan, maka akan disebut sebagai kemasan primer.

Ini menjadi salah satu kemasan yang tentu akan terdapat di hampir seluruh produk. Kemasan pokok dalam bahan plastik kemasan fleksibel dapat tercetak menjadi berbagai macam bentuk. Yang paling banyak pemakaiannya yaitu bentuk sachet dan standing pouch.

Contoh dari kemasan primer misal seperti sebuah produk roti yang memakai kemasan sachet. Kemasan yang langsung bersentuhan dengan roti tersebut adalah kemasan primer.

Di dalam hal ini, kemasan pokok sebagai komponen utama guna menjaga kualitas produk roti tersebut. Karena tidak terdapat lagi alat maupun media yang bisa menjaga kualitas produk roti selain kemasan primer ini.

Selain sebagai alat yang bisa melindungi produk, kemasan ini juga memiliki fungsi sebagai media komunikasi produk ke konsumen.

Maksudnya yaitu dengan memberi berbagai informasi yang berhubungan dengan produk seperti nama produk, komposisi, cara pemakaian, tanggal pembuatan, dan lainnya.

Sebaiknya hindari pemakaian kemasan ini yang memiliki warna polos, transparan, atau bahkan hanya memakai lem saja.

Kemasan pokok yang seperti ini tidak dapat memberikan perlindungan dengan maksimal. Alasannya karena tidak terdapat fitur unggul guna melindungi produk dari paparan sinar matahari ataupun udara.

Kemasan yang polos dan transparan juga akan membuat sulit produsen dalam menarik minat konsumen.

Hal tersebut pastinya menjadi suatu hal yang akan menyebabkan kemunduran bisnis karena konsumen sulit mengenali merk tersebut.

pengertian Receptionist artinya Adalah

Kemasan Sekunder

Berikutnya merupakan kemasan sekunder yang melindungi kemasan primer. Apabila kemasan primer secara langsung menyentuh produk, maka kemasan sekunder ini memiliki fungsi untuk memberikan proteksi tambahan dari kemasan primer.

Kemasan sekunder sering juga disebut dengan secondary packaging. Menjadi kemasan proteksi tambahan, kemasan sekunder tetap menjadi kemasan yang di perlukan bagi beberapa produk tertentu misalnya makanan.

Hal tersebut karena produk makanan, terutama makanan segar mempunyai tingkat kebusukan dan kerusakan yang tinggi. Oleh karena itu, kemasan sekunder tetap perlu untuk di pakai. Akan tetapi, produsen justru malah sering berhenti di kemasan primer saja dan meninggalkan kemasan sekunder ini.

Apabila kita melihat contoh produk roti yang terdapat di kemasan primer. Pada hal ini coba Anda banyangkan produk roti yang telah terkemas memakai kemasan primer tersebut masuk ke dalam kemasan yang lebih besar lagi. Sehingga muat untuk masuk beberapa roti lagi yang telah terkemas.

Kemasan plastik sekunder dalam hal ini juga dapat memiliki fungsi sebagai kemasan yang di pakai dalam menggabungkan beberapa produk ke dalam hitungan yang mudah.

Contoh mudahnya produk roti yang akan Anda pasarkan ke agen atau distributor umumnya dalam kuantitas banyak dan tidak dapat satuan.

Guna mempermudah penghitungan, kemasan sekunder akan mengemas produk roti dengan jumlah satuan sebesar 12 buah saja pada satu kemasan sekunder.

Kemasan Tersier

Bagian terakhir dari ketiga kategori ini yaitu kemasan tersier. Jenis kemasan yang satu ini menjadi salah satu kemasan yang paling berguna ketika proses pengiriman barang.

Kemasan tersier adalah bagian akhir dari semua rangkaian tahapan pengemasan yang ada. Karena menjadi kemasan yang pemakaiannya untuk menggabungkan kemasan primer dan sekunder. Umumnya kemasan tersier terbuat dari kayu, kardus, atau cardboard.

Pemakaian jenis kemasan ini akan sangat membantu bagi produsen untuk mengatur barang-barangnya supaya tidak berceceran. Kemasan tersier akan membuat lebih efisien dan efektif pada tahapan proses pengemasan dan pengiriman produk.

Contoh dari kemasan tersier tersebut yaitu kardus besar yang memuat banyak produk yang telah terkemas dengan kemasan primer dan sekunder. Kemasan tersier ini akan sangat membantu dalam pasokan barang ke berbagai toko distributor atau berbagai gudang.

Tidak hanya para produsen yang akan memasarkan produk ke berbagai toko ritel, namun para penjual online juga membutuhkan kemasan tersier guna menghindari produk dari berbagai kerusakan ketika pengiriman.

Penutup

Kemasan primer, kemasan sekunder, dan kemasan tersier umumnya menjadi kemasan yang akan sangat membatu bagi hampir seluruh produsen. Ketiga kemasan ini memiliki fungsi yang maksimal jadi dapat membantu Anda melindungi produk dimana saja dan kapan saja.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk menentukan kemasan primer yang benar dan sesuai dengan kebutuhan produk.hal tersebut karena kemasan primer mempunyai fungsi yang sangat penting. Terlebih lagi kemasan primer bersentuhan secara langsung dengan produk.

Pada saat kemasan primer telah baik, para produsen sebaiknya juga memakai kemasan sekunder yang juga tidak kalah membantunya. Namun, untuk perlindungan yang lebih maksimal lagi, produsen perlu memakai kemasan tersier sebagai pelindung paling luar.

Tiga kategori di kemasan ini ibarat seperti tiga lapisan pelindung yang ada guna melindungi produk dari berbagai ancaman yang ada. Oleh karena itu, ketiga kemasan ini tidak dapat berdiri sendiri.

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!