Lulus uji di Perang Suriah, Senjata ini siap digunakan angkatan perang organik Rusia

0
562

Hai Sahabat …

Kita sebagai pengamat dan penganalisa militer baik lokal maupun Dunia tentunya sudah mengetahui bahwa produsen persenjtaan,peralatan dan perlengkapan militer selalu menguji coba terlebih dahulu Alutsista yang mereka buat.

Tentunya bukan di dalam negerinya sendiri, mereka membutuhkan tempat yang realistis dan benar – benar merupakan suatu peperangan agar hasil uji coba memuaskan sebelum akhirnya digunakan oleh angkatan perang oraganik negaranya atau diproduksi secara massal.

Timur tengah adalah lahan uji coba yang paling relevan, ini karena peperangan yang terjadi di berbagai kawasan ini membutuhkan persenjataan dan alat – alat militer untuk mereka gunakan dalam konflik atau perang yang sedang mereka jalani.

Dan pemain utama dalam produsen senjata tesebut tentunya adalah Amerika Serikat ( USA ) dan Rusia.

Hampir di setiap Konflik/peperangan yang terjadi kedua negara ini selalu berada di dua belah pihak yang berbeda. Meraka akan memasok kebutuhan senjata yang dibutuhkan dalam pelaksaaan perang yang sedang dijalani.

Rusia contohnya, Semenjak 2015 mereka telah menguji coba puluhan senjata dan nyaris seluruh fitur keras militer terbarunya, mulai dari senjata ringan seperti senapan serbu ( Assault Riffle ) sampai pesawat canggih terbarunya yang strategis, dengan mendukung pemerintahan untuk menghadapi kelompok pemberontak di Suriah.

Berikut beberapa daftar senjata dan alutsista yang telah berhasil di uji coba Rusia dan siap untuk memenuhi kebutuhan Angkatan perang organiknya sebagai persenjataan utama bila mereka harus berkonfrontasi/ berperang dengan negara lain :

AK – 12 ( Foto : wikipedia.com )

AK – 12

Senjata pertama yang sukses di uji coba di perang Suriah adalah Senapan Serbu AK-12, Senapan serbu kelas AK memang telah mendunia sejak hadirnya AK-47 yang disebut sebagai senjata paling Populer di seluruh Dunia yang dijadika sebagai Simbol revolusi di berbagai negara.

Generasi saat ini, AK – 12 sudah digunakan pasukan khusus Tentara Rusia di suriah, hal ini seperti diungkapakan oleh narasumber kemenhan Rusia pada Rusia Beyond bahwa Suriah merupakan medan sesungguhnya guna memodifikasi senapan serbu ini.

Hasil evaluasi dari perang Suriah telah menyebabkan pembaharuan ergonomi senjata tersebut sehingga saat ini, senapan itu lebih gampang dan mudah digunakan serta lebih efisien dan handal

AK memang sangat cocok digunakan di dalam perang padang pasir karena sang pesainggnya AR sangat sensitif pada keadaan seperti ini

Saat ini AK- 12 adalah senapan serbu paling utama anggota angkatan perang Rusia.

Senjata terbagi menjadi dalam 2 varian: kaliber 5, 45 x 39 ataupun 7, 62 x 39 milimeter.

Dibandigkan pendahulunya AK-47 maka senapan serbu AK- 12 adalah pada perbaikan aksesorinya yang modern serta dapat disesuaikan dengan penggunanya.

Dimana sang pengguna atau penembak bisa meningkatkan dan merubah aksesori pada senjata sesuai yang mereka butuhkan seperti pegangan taktis, bidik sistem laser, senter hingga peluncur granat di dasar laras.

Tank Terminator – 2 ( Sputniknews.com )

TANK TERMINATOR – 2

Tank terbaru milik Rusia Terminator 2 memang tidak secara resmi diumumkan oleh pemerintah Rusia untu dikerahkan dalam Konflik atau perang Suriah. Namun dalam beberapa Dokumentasi yang tersebar di dunia maya, nampak Tank ini brerada di pangkalan udara milik Rusia di Suriah.

Tank yang mempunyai tugas untuk melindungi tank lain saat pembersihan perkotaan.

Terminator 2 didesign dan dirancang untuk menghalau peluncur granat serta peluru krndali anti Tank milik pemberontak Suriah, dimana dalam sekali tembak dapat menghancurkan tank seberat 50 ton. Senjata ringan yang sangat mematikan tentunya bila tidak dapat diatasi.

Tank terminator 2 ini merupakan perbaikan dari Tang dengan Jenis T-72 yang telah disesuaikan dengan kondisi pertempuran saat ini.

Tank ini akan dipersenjatai dengan peluncur granat AGS-17, Senapan dengan kaliber 7,63 mm dan 2 senjata 2A42 30 milimeter serta senjata utama yaitu peluru kendali antitank kelas Attaka yang dapat menghancurkan sasaran pada jarak sampai 6 km.

Perusahaan pencipta Tank Terminator 2 ini “ Uralvagonzavod “ sudah mengumumkan pengerjaan generasi ketiga kendaraan tempur tersebut. Tetapi, belum dapat diketahui kapan dapat direalisasikan.

su – 57 ( https://www.airspace-review.com )

PESAWAT TEMPUR SU-57

Alutsista terakhir yang sukses di perang Suriah adalah Su-57, Pesawat tempur generasi ke 5 milik rusia ini mulai di uji coba performanya terhitung mulai pada awal tahun 2018.

Sistem Persenjataan baru yang dibuat khusus untuk pesawat dan Sistem Aerodinamis yang tersemat dalam pesawat ini merupakan hal utama yang mereka tes sehingga hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi guna mengoptimalkan performa pesawat.

Senjata yang di uji coba mencakup sistem rudal yang berpresisisi besar dalam badan pesawat yang berfungsi untuk mengurangi visibilitas radar kata Viktor Murakhosky pada Rusia Beyond

Awak Su-57 yang di uji coba di suriah diberi tugas besar untuk mencari tahu bagaimana respon peluru kendali ketika dilepaskan atau diluncurkan dari ketinggian lebih dari 5.000 M dan mengetahui apakah radar-radar yang terpasang di Lanud ( Pangkalan Udara ) Rusia dapat mengetahui serbuan terhadap pemberontak.

Sebelumnya pihak Rusia masih meragukan kemampuan pesawat ini dengan memperkirakan bahwa panasnya mesin pesawat dan pola Radar peluru kendali serta Bom dapat menyebabkan pesawat tempur ini mudah terdeteksi oleh Radar Pertahanan Udara Musuh.

Hasil uji coba memang dirahasiakan oleh pemerintah Rusia, namun mengingat kontrak super besar pada 19 Maret 2020  yang Sukhoi terima yaitu senilai $2,5 Milyar.

Nilai Kontrak pengadaan 76 Unit Su-57, ini jauh lebih besar dimana awalnya diperkirakan hanya untuk pengadaan 20 unit pesawat tempur.

Hal ini membuktikan bahwa hasil uji coba selama kurang lebih 18 bulan di Suriah melebihi target yang dibebankan dan sangat memuaskan pemerintah Rusia.

Su- 57 merupakan pesawat tempur terbaru Rusia yang merupakan perawat  generasi kelima guna menyaingi pesawat siluman canggih Amerika F-22 Raptor serta F-35 Lightening 2.

Harga sebuah Unit Su 57 akan bernilai kurang lebih seperempat nilai F – 22 Raptor. Dimana harga Sebuah Su 57 dibanderol dengan harga $ 34,4 juta sedangkan F – 22 Raptor kurang lebih $ 146, 2 Juta

Tinggalkan Balasan