Latar Belakang Dan Jalannya Pemberontakan Andi Aziz

0
219
latar belakang pemberontakan andi azis

Latar Belakang Dan Jalannya Pemberontakan Andi Aziz – Selamat datang kembali sahabat Blog Militer. Kali ini kita akan kembali membahas tentang sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan wilayah NKRI.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu pemberontakan bersejarah, Yang dilaksanakan oleh para mantan prajurit KNIL di Sulawesi Selatan pimpinan Andi Aziz.

Latar Belakang Pemberontakan Andi Aziz

Pemberontakan yang terjadi Makasar Sulawesi selatan. Pimpinan Andi Aziz ini berlatar belakang dari Hasil Sidang Konferensi Meja Bundar ( KMB ) pada 26 juli 1950.

Dimana Hasilnya menyatakan pengembalian kedaulatan NKRI dan pernyataan pembubaran KNIL / Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger yang artinya Tentara Kerajaan Hindia Belanda.

Baca Juga : Rangkuman Perang Diponegoro

Hal ini menyebabkan kegundahan para mantan prajurit KNIL. Yang takut kehilangan posisinya sebagai Prajurit khususnya pasukan yang berada dibawah pimpinan Andi Aziz.

Hal ini menjadi latar belakang pemberontakan Andi Aziz. Bersama pasukannya ia menolak masuknya pasukan Apris sebagai bagian TNI Serta bersikukuh mempertahankan berdirinya Negara Indonesia Timur ( NIT ) dengan faham liberalnya.

Bahkan Andi Aziz beranggapan bahwa terjadinya beberapa ganguan keamanan yang terjadi di Indonesia Timur. Merupakan perbuatan yang didalangi oleh pemerintah Indonesia. Andi azis juga menyatakan bahwa para perwira Apris yang berasal dari KNIL bertanggung jawab atas kejadian ini.

Penggabungan Pasukan KNIL ke APRIS

KNIL merupakan Tentara bentukan Kolonial Belandayang berdiri pada 4 desember 1830. Para prajurit KNIL sebagian besar merupakan profesi yang turun temurun.

Semasa penjajahan Belanda KNIL merupakan tentara pembela kerajaan Hindia Belanda. Sedangkan pada zaman penjajahan jepang para pasukan KNIL sebagian merupakan tawanan perang tentara jepang.

Di Zaman Revolusi para prajurit KNIL diberikan wewenang oleh belanda untuk melawan para pejuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia ( Pejuang Republik )

Dengan Hasil KMB yang menyatakan pembubaran KNIL, TNI telah menawarkan penggabungan Pasukan KNIL dan Apris. Namun Propaganda belanda yang menyebarkan Isu bahwa Tentara KNIL yang bergabung dengan APRIS akan disudutkan. Dan dicari kelemahannya karena pernah menjadi pembela Belanda dan musuh TNI saat Revolusi, membuat Prajurit KNIL menolak bergabung dengan APRIS.

Artikel Pilihan : Rangkuman Agresi Militer Belanda

Alasan kedua KNIL menolak bergabung denga APRIS karena mereka menilai bahwa kemampuan militer para Prajutit APRIS ( TNI ) masih jauh dibawah para perwira senior didikan Belanda ( KNIL ).

Peristiwa Andi Azis mulai berawal dari rasa ketidak puasan para mantan KNIL tersebut. Pada Januari 1950 para anggota KNIL terutama di Indonesia Timur memberi tuntutan sehubungan dengan pemindahan mereka ke APRIS.

Mereka hanya ingin masuk APRIS dengan sukarela dan hanya mau berada di bawah pimpinan para tentara mantan KNIL dan bukan perwira TNI asli.

Kemudian ketika mengetahui pasukan APRIS dari TNI di Jawa bernama Batalyon Worang akan dikirimkan ke Makassar. Mereka merasa lebih mampu untuk menjaga ketertiban daripada tentara dari Jawa tersebut. Ketahui juga mengenai sejarah lahirnya TNI dan sejarah hari ABRI.

Jalannya Pemberontakan Andi Azis

Jalannya pemberontakan Andi Azis bermula pada januari 1950 dimana para anggota KNIL. Khususnya yang berada di Indonesia timur memberikan tuntutan dan syarat tentang penggabungan KNIL dan Apris dimana para prajurit KNIL hanya mau menghormat dan mengikuti permintaan perwira senior KNIL.

Andi Aziz yang merupakan mantan Tentara KNIL dan lahir pada 19 September 1924, merupakan seorang tentara yang berbakat dimana pernah terlibat gerakan bawah tanah untuk melawan jerman.

Sebelum kembali ke Indonesia pada 19 januari 1946 bersama tentara sekutu Inggris untuk kemudian sekolah perwira Infanteri di bandung sebagai angkatan ke 2.

Sebenarnya Pasukan KNIL pimpinan Andi Aziz telah sempat bergabung dengan APRIS dibawah Komando Letnan Kolonel Ahmad Junus Mokoginta sebagai pejabat Panglima Teritorium Indonesia Timur. Namun kemudian memberontak karena menuntut APRIS untuk bertanggung jawab terhadap kerusuhan yang terjadi di Negara Indonesia Timur serta menentang pengiriman 900 orang tentara APRIS dari Jawa pimpinan Mayor H.V. Worang.

Baca Juga : Sejarah Perang Padri

Pada tanggal 5 April 1950, peristiwa pemberontakan Andi Azis akhirnya benar – benar terjadi. Tentara mantan KNIL dibawah pimpinan Andi Aziz ini menyerang perumahan perwira TNI di Makassar.

Salah satu perumahan yang diserang tersebut adalah kwartier serta asrama CPM di Verlegde Klapperlaan (jalan Walter Monginsidi) dan menahan Letkol A.J. Mokoginta.

Andi Aziz dan pasukannya meminta Letnan Kolonel Mokoginta untuk tentara Apris dari jawa jangan mendarat. Hal ini menyebabkan Kapal Waekelo dan Bontokoe harus balik arah menuju balikpapan untuk menurunkan keluarga yang ikut bersama – sama prajurit tersebut.

Hal ini menyebabkan Pemerintahan Republik Indonesia Serikat memberikan Ultimatum kepafda pasukan Andi Aziz untuk kembali ke asrama, membebaskan tawanan serta menyerahkan senjata yang mereka miliki.

Upaya Pemerintah menghadapi pemberontakan Andi Aziz

Peringatan pemerintah yang memberikan Ultimatum pada Andi Aziz dan pasukannya selama 4 hari tak direspon dengan baik membuat pemerintah pusat berupaya menghadapi pemberontakan ini dengan jalan lainnya.

Akhirnya pemerintah Pusat memutuskan untuk mendatangkan pasukan Brigade Mataram dengan pimpinan Kolonel Alex Kawilarang sebagai komandan tertinggi dalam upaya menghadapi pemberontakan Andi Aziz.

Operasi sebagai upaya pemerintah menghadapi pemberontakan Andi Aziz tersebut mengerahkan Para prajurit Brigade mataram sebanyak 12.000 Orang menggunakan 12 kapal dilengkapi dengan 2 Tank pendarat.

Akhirnya Pasukan Brigade Mataram mendarat di makassar pada 26 April 1950 yang langsung disambut dengan pertempuran sengit dengan Pasukan pimpinan Andi Aziz.

Baca Juga : Urutan Pangkat TNI

Pasukan Brigade Mataram berhasil memaksa pasukan pimpinan Andi Aziz untuk mundur. Andi Aziz akhirnya memenuhi panggilan ke jakarta dan tiba pada 15 April 1950 di Jakarta. dan langsung ditangkap sebagai pelaku pemberontakan.

Para Loyalis Andi Azis yang tersisa dan tidak terima pimpinannya ditangkap akhirnya mengepung dan menyerang markas Brigade 10/Garuda Mataram pada 5 agustus 1950.

Namun setelah bertempur selama 2 hari akhirnya pasukan pimpinan A.E. Kawilarang berhasil memukul mundur pasukan mantan tentara KNIL tersebut sehingga akhirnya memohon untuk berunding.

Perundingan antara TNI dan pasukan mantan KNIL yang dilaksanakan pada 8 Agustus 1950 tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa diadakan gencatan senjata serta para pasukan mantan Tentara KNIL harus menyerahkan senjata yang mereka miliki serta segera meninggalkan makassar dalam waktu 2 hari.

Andi Aziz sendiri akhirnya harus rela diadili atas kesalahannya dan dijatuhi hukuman selama 15 tahun penjara. Tempat penjara juga sempat berpindah pindah antara lain di wirogunan Yogyakarta, Cimahi dan Ambarawa. Andi Aziz akhirnya mendapatkan Grasi dan dibebaskan secara bersyarat pada 31 Agustus 1956.

Jalannya Pemberontakan Andi Aziz merupakan salah satu contoh propaganda Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia sebagai negara Jajahannya dengan menggunakan segala cara termasuk mengadu domba anak bangsa.

Penutup

Demikianlah sejarah singkat tentang Latar Belakang Dan Jalannya Pemberontakan Andi Aziz, semoga dapat menjadi tambahan ilmu dan mengingatkan kita bahwa Kemerdekaan NKRI tidaklah diperoleh dan dipertahankan dengan mudah. Banyak anak bangsa yang menjadi Korban, sehingga kita wajib bersatu untuk mempertahankan kedaulatan NKRI.

Jangan Lupa juga bagi dan share bila dirasakan artikel ini bermanfaat serta kritik dan saran bila ada kekurangan baik komen di kolom komentar atau email ke alamat email admin. Terima Kasih Wassalamualaikum Wr Wb

Tinggalkan Balasan