Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Peran TNI Hadapi Resesi Ekonomi

4 min read

peran tni hadapi resesi ekonomi

Hai sobat Blog militer yang sangat saya hormati, kali ini saya akan sedikit beropini tentang suatu hal yang sedikit lebih serius daripada biasanya. Namun tetap sebagai salah satu bagian ancaman terhadap kedaulatan Negara yaitu tentang Resesi Ekonomi serta peran TNI didalamnya penanggulangan akibat hal tersebut.

Baca Juga:

COVID ( CORONA VIRUS DISEASE ) – 19

Kita awali tulisan ini tentang Wabah Virus Corona yang sedang melanda Dunia dan Indonesia sebagai pendahuluan, Virus Corona merupakan ancaman seluruh Dunia yang diawali dengan ditemukannya virus tersebut di Kota Wuhan Provinsi Hubei China. Virus ini kemudian menyebar cepat ke seluruh Dunia bahkan disebagian tempat telah menjadi pendemi yang menakutkan dan banyak merubah tatanan hidup manusia di berbagai tempat.

Termasuk Indonesia, Sudah kurang lebih 4 bulan Indonesia mengalami pandemi Virus corona dengan data positif lebih dari 100.000 Orang serta jumlah meninggal lebih dari 5.000 Jiwa. Dan tak cukup disitu para ahli memperkirakan bahwa wabah ini akan terus berkembang dengan diikuti kenaikan jumlah yang positif terdampak Virus.

Namun nukan hanya itu yang ditakutkan, ada hal lain yang saat ini jauh lebih ditakutkan dengan terus menyebarnya Virus Corona yaitu ancaman akan adanya Resesi Ekonomi seperti negara lain yang telah mendahului.

RESESI EKONOMI

Apakah yang Dimaksud Resesi Ekonomi ? Apakah Indonesia akan segera mengalaminya ? Seberapa parahkan perkiraan Ancaman Resesi Ekonomi yang terjadi ? Lalu bagaimana penanganannya ? mungkin itu beberapa pertanyaan yang ada di benak kita semua.

Akhir – akhir ini viral di berbagai Media Sosial maupun Media lainnya tentang ramalan terjadinya Resesi Ekonomi yang akan terjadi di Indonesia, Resesi Ekonomi sendiri seperti dikutip dari salah satu pengamat ekonomi Prof Dr Edy Suandi Hamid ( Rektor Universitas Widya Mataram ) menjelaskan bahwa Suatu negara akan dikatan mengalami resesi jika pertumbuhan ekonominya dalam dua kuartal berturut – turut mengalami pertumbuhan Negatif.

Resesi Ekonomi sebenarnya juga bukan merupakan hal baru bagi Indonesia, karena kita pernah mengalaminya pada tahun 1998 dimana secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi saat itu minus hingga 13,16%.

Baca Juga : Analisis Alutsista Osprey V – 22

Namun saat itu kita mampu mengatasinya sehingga pada tahun 1999 dan 2000 serta tahun tahun berikutnya pertumbuhan ekonomi kiita kembali Positif/Normal. Dan sejak itu Pertumbuhan Ekonomi kita selalu Positif dan terjaga kenaikannya.

Hingga Akhirnya Covid – 19 Menerpa Indonesia pada awal Maret 2020, yang akhirnya membuat pertumpuhan positif ekonomi kita berhenti dan mengalami penurunan hingga pertumbuhan ekonomi tercata di angka 5,32%.

Hal ini sebenarnya bukan hanya terjadi di Indonesia, beberapa negara lain juga telah mengalami penurunan pertumbuhan Ekonomi seperti Singapura yang mengalami penurunan hingga 42,9% dari kuartal sebelumnya, Negara besar seperti Amerika Serikat juga mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi yang berbagai pengamat bahkan mengklaim bahwa kondisi saat ini merupakan Depresi Ekonomi terburuk sejak 1930.

Resesi Ekonomi tentunya merupakan Hantu bagi masyarakat terutama bagi pemerintah yang menjadi pelayan masyarakat dan mempunyai tugas mensejahterakan Warganya. Bahkan Hantu itu makin menakutkan bila Resesi ekonomi terjadi terus menerus dan berkepanjangan hingga menyebabkan Depresi Ekonomi.

Dan bila itu terjadi ( Resesi Ekonomi dan Depresi Ekonomi ) maka akan dapat menjadi ancaman bagi kedaulatan Negara, Keutuhan Wilayah bahkan juga keselamatan warganya, dimana semua itu merupakan Tugas Pokok TNI dalam mencegah dan menanggulanginya.

Lalu Bagaimana Peran TNI dalam mencegah dan menanggulangi akibat terjadinya Resesi Ekonomi ?

Sebenarnya bila kita mau jujur, sebagian masyarakat Indonesia telah resesi. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya perusahaan terutama UMKM, Petani, Pegawai swasta yang mengalami penurunan pendapatan, bahkan sebagian malah menjadi Korban PHK karena perusahaan harus mengurangi anggaran pengeluaran belanja karyawan guna menyelamatkan Perusahaannya.

Dan bila ini terus terjadi hingga terjadi Depresi ( Penurunan yang terus menerus ) maka TNI selaku bagian dari pemerintahan tentunya turut bertnggung jawab akan hal tersebut, untuk itu sebenarnya ada banyak hal yang dapat dilaksanakan TNI untuk menanggulangi Dampak Resesi Ekonomi dan mencegah terjadinya Depresi Ekonomi.

Lebih Menggencarkan Operasi Bakti TNI

Sebenarnya tanpa adanya resesi sekalipun TNI telah turut berperan dalam membantu pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah dengan berbagai Program Bakti TNI seperti Bedah RTLH ( Rumah Tidak Layak Huni ) sehingga masyarakat dapat memiliki rumah yang layak ditempati.

Ada Juga Program TMMD ( TNI Manunggal Membangun Desa ) yaitu sebuah program kerjasama antara pemerintah dengan satuan kewilayahan setempat ( Kodim ) untuk membangun daerah sesuai kebutuhan daerah masing masing seperti pemabangunan tanggul sungai, Jalan maupun hal lainnya.

Prajurit TNI dalam operasi bakti TNI ( TMMD )

Program Operasi bakti tentunya dapat sangat membantu pemerintah dalam membangun Daerah di masa Resesi seperti saat ini, Hal ini karena biaya opersional yang dikeluarkan Pemda setempat tentunya akan jauh lebih kecil bila dibandingkan dikerjakan oleh selain TNI, sehingga dapat menghemat anggara belanja pemda masing – masing.

Namun Program operasi bakti tersebut tentunya masih dilaksanakan secara terbatas dengan jarak waktu yang relatif lama antar tiap program serta dengan anggaran yang terbatas pula, sehingga Hal ini seharusnya masih bisa ditingkatkan dan digencarkan kembali dengan program yang lebih besar dan lebih dirasakan oleh masyarakat secara umum.

Landasa Operasi Bhakti TNI sesuai dengan UU no 34 tahun 2004 TNI yang berisi tentang tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang ( OMSP ) yaitu ” Membantu tugas pemerintah di Daerah “.

Optimalkan Program Ketahanan Pangan

Kekurangan atau kelangkaan Sumberdaya pangan akan menjadi ancaman yang sangat mengkhawatirkan saat terjadi Resesi atau lebih buruknya Depresi Ekonomi. untuk itu perlu kiranya pemerintah untuk kembali menggiatkan Program swasembada pangan khususnya bahan pokok agar tidak tergantung import serta dalam rangka mengendalikan harga di pasaran.

Peran TNI kedua dalam menghadapi resesi ekonomi adalah dengan mengoptimalkan kembali program ketahanan pangan. Hal ini sebenarnya telah dilakukan kerjasama antara Kementrian Pertanian dengan TNI khususnya TNI AD.

ketahanan pangan
Prajurit TNI dalam pendampingan ketahanan pangan

Program ketahanan pangan tersebut dapat berupa pendampingan di lapangan/lahan pertanian, Pengawalan pupuk bersubsidi serta memangkas Birokrasi dari petani langsung ke pasar.

Hal ini akan sangat berdampak bila nanti kita benar – benar mengalami Resesi Ekonomi. Karena bahan pangan akan menjadi hal pokok yang harus terpenuhi, kekurangan bahan pokok juga dapat mengancam Kantibmas ( Keamanan dan ketertiban masyarakat ).

Mengoptimalkan program ketahanan pangan juga sesuai dengan tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang ( OMSP ) tentang ” Memberdayakan wilayah pertahanan dengan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta “.

Mengikutsertakan TNI dalam Program Penertiban dan pendisiplinan

Dalam mencegah terjadinya Resesi Ekonomi pemerintah telah meluncurkan Program New Normal atau Tatanan Hidup Baru, dimana pembatasan – pembatasan kegiatan di beberapa daerah yang telah memenuhi syarat akan dilonggarkan dan diperbolehkan kembali beraktivitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu Pakai Masker dan Cuci tangan di tempat umum.

Namun pemberlakuan New Normal tanpa adanya pengawasan yang ketat akan dapat berakibat fatal dengan dikhawatirkan adanya gelombang ke 2 Covid – 19 yang jauh lebih parah dan akan makin membuat kondisi ekonomi lebih tertekan tentunya.

Untuk perlu kiranya Pihak Kepolisian selaku penindak hukum yang berlaku serta Satpol PP selaku penegak Perda untuk mendapat bantuan tenaga dari TNI dalam pendisiplinan warga.

Saat ini TNI dengan statusnya sebagai organisasi yang mendapat kepercayaan publik terbaik, kiranya masih akan mendapat tempat di hati masyarakat dalam upaya penertiban pelaksanaan protokol kesehatan.

Tak hanya Protokol kesehatan, TNi kiranya juga akan dapat digunakan dalam pengawasan dan penertiban harga – haraga pokok di pasaran agar tetap stabil selama Pandemi Virus Corona ( Covid ) – 19.

Baca Juga : Gambar Orang Psikotes

Memang tak sedikit yang menakutkan bahwa pelibatan TNI dalam penertiban dan pendisplinan warga akan membuat TNI kembali menjalangkan Dwi Fungsi. Namun semua kekawatiran itu akan dapat ditepis dengan prilaku tertib serta tetab mendahulukan kepolisian dalam tindakan – tindakan Polisionil.

Mengoptimalkan peran TNI dalam Program Penertiban dan Pendisiplinan hukum sebenarnya juga sesuai dengan UU tentang TNI yang mengatur Tugas TNI dalam operasi selain perang dimana berbunyi ” Membantu Kepolisian negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur oleh undang – undang “.

Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan Peran Penting TNI Hadapi Resesi Ekonomi antara lain dengan Lebih Menggencarkan Operasi Bakti TNI, Optimalkan Program Ketahanan Pangan dan Mengikutsertakan TNI dalam Program Penertiban dan pendisiplinan. Dan sebenarnya masih banyak lagi peran TNI yang dapat dilaksanakan penanggulangan dan pencegahan Resesi Ekonomi sebagai dampak Covid – 19.

Namun dalam mengoptimalkan peran tersebut memang akan ada kendala dan beberapa masalah yang dihadapi seperti Sumberdaya manusia TNI yang harus ditingkatkan, Kerjasama TNI dengan instansi terkait lainnya yang juga harus lebih diperbaiki serta harus adanya peraturan teknis sebagai penjabaran UU no 34 Tahun 2004 tentang TNI khususnya di bidang Tugas Pokok TNI selain perang sebagai landasan dalam bertindak.

Baca Juga : Gambar Pohon Psikotes

Demikiaan opini singkat kami tentang Peran Penting TNI Hadapi Resesi Ekonomi, Tulisan ini merupakan pendapat pribadi yang merupakan ungkapan kegelisahan atas Kondisi Indonesia kedepan, saya selaku penulis bertanggung jawab sepenuhnya atas tulisan ini.

Saya juga menyadari masih banyak kekurangan dalam tulisan ini, untuk itu perlu kiranganya Saran dan Kritik yang dapat disampaikan dalam Kolom Komentar maupun email Pribadi kami acuk37@gmail.com.

Baca Juga:
Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!