Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Perkembangan Teknologi Kesehatan Pada Era Digital

3 min read

Perkembangan Teknologi Kesehatan Pada Era Digital

Perkembangan Teknologi Kesehatan Pada Era Digital – Mengikuti perkembangan zaman, teknologi bidang kesehatan pun turut ikut berkembang. Istilah revolusi industri 4.0 yang merupakan periode perkembangan baru, dimana untuk beberapa teknologi seperti digital, fisik, dan biologis telah mencapai kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya. dan yang nilai paling besar pengaruhnya adalah kemajuan teknologi digital termasuk teknologi bidang kesehatan.

Baca Juga:

Disrupsi atau perubahan yang cukup besar bagi dunia kesehatan dalam satu dekade terakhir ini. teknologi kesehatan mengalami perkembangan untuk dapat memperoleh layanan kesehatan dengan mudah.

Baca Juga : Manfaat Artificial Intelligence (AI)

Baca Juga:

Yang mana sebelumnya, pasien harus mendatangi penyedia layanan kesehatan, saat ini penyedia layanan yang mendatangi atau mendekatkan diri ke pasien.

Salah satu contoh kecilnya adalah saat ini pasien sudah dapat melakukan konsultasi dengan dokter hanya melalui aplikasi kesehatan secara online dalam ponsel pintar. Berikut dengan pemesanan obat hingga perawatan di rumah.

Teknologi ini pun dibantu dengan menggunakan jasa transportasi online yang membuat pasien tidak perlu pergi kemana-mana untuk dapat memperoleh informasi, obat-obatan atau layanan kesehatan. Hanya dengan memfungsikan ponsel pintar dan duduk di rumah dengan aplikasi teknologi kesehatan.

Selain itu, saat ini telah terdapat sistem pembuatan janji untuk berkonsultasi dengan dokter secara online. Dimana para pasien dapat melihat jadwal praktek atau konsultasi, membuat janji konsultasi, atau mengubah jadwal konsultasi sesuai dengan kebutuhan. Dan hal tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi seluler atau via SMS.

Di Indonesia sendiri, hal semacam ini diperkenalkan dengan istilah telemedika atau telemedicine yang dikembangkan dan diperkenalkan pada era 90-an. Yaitu suatu praktik pelayanan kesehatan yang menggunakan perangkat komunikasi berupa audio, visual atau data untuk kepentingan konsultasi, pemberian diagnosis, keperawatan, hingga pengobatan.

Rekam medis dan peresepan elektronik pun muncul sebagai teknologi kesehatan yang semakin berkembang di era milenium. Bahkan saat ini, situs informasi kesehatan pun semakin menjamur yang dilengkapi dengan berbagai fitur konsultasi online secara real-time. Tidak tertinggal dengan sistem apotek online yang lebih mempermudah dalam memperoleh resep atau memperoleh obat-obatan.

Berbicara soal perkembangan teknologi bidang kesehatan yang akan terus berkembang dan semakin canggih, berikut adalah beberapa teknologi masa depan yang dikembangkan di bidang kesehatan yang bertujuan untuk membuat akses pasien terhadap pelayanan menjadi lebih mudah.

Perkembangan Teknologi Kesehatan Pada Era Digital

Perkembangan Teknologi Kesehatan Pada Era Digital

Berikut beberapa contoh perkembangan teknologi kesehatan pada era digital saat ini :

1. Peralatan Kesehatan Dengan  Artificial Intelligence (AI)

Artificial intelligence (AI)  merupakan suatu teknologi kecerdasan buatan yang memungkinkan suatu mesin untuk dapat melaksanakan berbagai fungsi yang serupa dengan manusia.

Dan untuk teknologi kesehatan, Artifisial Intelligence dapat berupa suatu chatbot atau asisten virtual yang dapat memberikan fungsi sebagai administrator atau customer service.

AI tersebut pun dapat berubah suatu mesin yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit atau untuk digunakan dalam pemeriksaan tertentu. Hingga saat ini robot yang dapat membantu tenaga medis dalam melakukan tindakan operasi, dikembangkan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.

2. Perangkat yang Dapat Dikenakan di Tubuh atau Wearables

Selanjutnya, mungkin beberapa diantaranya telah akrab di kalangan masyarakat seperti gelang pintar. Salah satu perangkat wearable ini memiliki fungsi utama sebagai pengukur frekuensi serta target dari berbagai jenis aktivitas fisik, termasuk dalam menilai pola tidur dan tentunya mengukur detak jantung. Teknologi kesehatan yang satu ini dapat disebut sebagai pengingat untuk pola gaya hidup yang kurang baik.

Selain itu, terdapat pula perangkat yang dapat memberikan hasil pantauan terkini terhadap pasien yang memiliki resiko tinggi agar dapat menilai peluang kejadian dari penyakit serius yang memungkinkan untuk dapat dialami oleh pasien.

Salah satunya adalah oximeter untuk dapat memantau jumlah oksigen dalam darah, serta sweat meter atau pengukur keringat untuk dapat menilai kadar gula darah bagi para penderita diabetes.

3. Perangkat medis berbasis VR (virtual reality) dan AR (augmented reality)

Sekitar tahun 2018, muncul sebuah teknologi yang dapat mengubah cara pasien untuk dirawat dan diobati terutama bagi beberapa pasien tertentu, yaitu sebuah teknologi kesehatan dengan basis AR dan VR.

Hal ini pun dapat diaplikasikan bagi para anak-anak penderita autisme. Yang mana dapat membantu mereka untuk belajar dengan cara menjelajahi dunia. Tentu saja hal ini bertujuan untuk meningkatkan motorik dan mengubah sistem pelatihan atau pengobatannya.

Berikut pula bagi pasien alzheimer dan demensia, perangkat medis dengan basis ini pun dapat membantu untuk memunculkan kembali ingatan-ingatan serta kesenangan. Hal tersebut dilakukan dengan pengumpulan memori dari segi waktu, suara, pengalaman dan juga peristiwa penting dari masa lalu

Sedangkan bagi para tenaga medis pemula atau pendidikan medis, teknologi ini sangat membantu bagi para dokter dalam mengasah keterampilan masing-masing. Salah satunya adalah ah dalam proses pelatihan untuk mempersiapkan dan simulasi operasi yang rumit tanpa perlu dipraktikkan secara langsung terhadap manusia.

4. Blockchain

Teknologi kesehatan selanjutnya adalah teknologi blokchain. apabila pasien harus berganti dokter atau dirujuk ke spesialis tertentu, hal ini cukup memakan proses yang agak rumit untuk mentransfer riwayat medis yang telah ada.

Dokter pun dapat melihat riwayat medis pasien tersebut secara lengkap dari teknologi ini sehingga dapat memberikan perawatan segera serta pengobatan yang diperlukan oleh pasien tersebut.

Sejatinya, kemajuan bidang teknologi dalam dunia kesehatan memiliki tujuan utama untuk dapat mempersingkat berbagai proses pelayanan kesehatan yang rumit dan sangat memakan waktu. Akan tetapi dalam proses pelaksanaannya tidak sesederhana seperti hal tersebut.

Hal ini dikarenakan terdapat beberapa kali  masalah yang walaupun tidak sering, kasus tersebut merupakan benturan antara kemajuan teknologi dengan masalah etika medis. Bisa jadi Hal tersebut dikarenakan pemangku kebijakan terkait belum siap sepenuhnya untuk dapat menerima cepatnya perkembangan teknologi kesehatan.

Di Indonesia sendiri, sebetulnya pemerintah mendukung untuk pelayanan kesehatan secara digital namun hal ini tidak dapat dibarengi dengan kecepatan dalam mengeluarkan regulasi atau kebijakan terkait.

Baca Juga : Manfaat Minum Air Putih Hangat Setiap Hari, Pagi dan Malam

Belum lagi dengan masyarakat yang belum tentu semuanya dapat mengerti dan memahami ataupun mengoperasikan dan mengaplikasikan teknologi-teknologi tersebut.

Selain hal tersebut dikarenakan faktor keamanan, kepemilikan data, aspek privasi, perizinan, berbagi data perlu untuk dipikirkan bagaimana upaya untuk memberikan perlindungan konsumen. seperti diketahui bahwa perkembangan teknologi kesehatan yang berbasis digital ini bersifat terbuka, membuat para pemangku kebijakan sangat perlu untuk melakukan tindakan cepat agar dapat mengantisipasi hal tersebut.

sesungguhnya, perkembangan teknologi bidang kesehatan memiliki dampak yang signifikan terhadap akses pelayanan. namun tentu saja, hal tersebut harus diimbangi dengan segala bentuk kebijakan dan aturan yang sesuai untuk dapat melindungi penyedia layanan kesehatan dan juga melindungi para pasien.

Akhir Kata

Dari sinilah didapat bahwa sebetulnya perkembangan teknologi bidang kesehatan sudah sangat maju dengan begitu canggihnya, akan tetapi bagi negara Indonesia belum dapat mengaplikasikan teknologi tersebut dikarenakan beberapa pertimbangan yang tidak dapat sesuai dengan etika medis ataupun kecocokan kebijakan yang harus dibuat.

Sedangkan teknologi kesehatan tidak akan berhenti untuk terus maju dan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dunia yang masih terus melahirkan terobosan-terobosan baru. jangan Lupa ikuti terus artikel menarik di Blog Militer Indonesia. Salam literasi.

 

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!