Psikologi Massa : Hakekat, Kateristiknya dan Penanganannya

2 min read

ilmu berkomunikasi

literacymiliter.com,- Kali ini kita akan membahas dan mengupas tuntas tentan Psikologi Massa lengkap dengan Hakekat, Karakteristiknya dan Cara Penanganannya.

psikologi massa

Kita sebagai manusia yang merupakan mahluk sosial tentunya perlu untuk memahami tentang bagaimana Tata Cara Berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat lainnya sehingga terjadi hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan. dalam hal ini ilmu tersebut biasa kita sebut sebagai Psikologi massa.

Baca Juga : Tips Lolos Tes Psikologi Gambar

Kata Massa berasal dari kata Yunani yang berarti bahwa bahan membuat roti yang belum mempunyai bentuk. Seiiring berkembangnya Zaman massa diartikan menjadi lebih luas yaitu Gejala dalam peri kehidupan Manusia, menunjuk adanya manusia dalam keadaan bergerombol yang belum mempunyai pembagian tugas secara teratur dan mengikat dalam arti lain belum terorganisir.

Dengan memahami pengertian Massa dan Psikolginya maka diharapkan kita akan mampu menganalisa, memberikan penilaian sekaligus membuat perkiraan tentang perkembangan kegiatan massa tersebut untuk akhirnya dapat mengambil keputusan dalam menentukan langkah yang diambil dalam menghadapi Massa tersebut.

Baca Juga:

PEMBAHASAN

A. Hakekat

Pada Hakekatnya Massa dapat digolongkan menjadi 3 bagian yaitu melalui Aktivitas yang sedang dilakukan, Bentuk Gerakan dan Dinamikanya.

1. Aktivitasnya

Aktivitas massa dilihat dari bentuknya ( menniche ), yaitu Massa abstrak atau sekumpulan manusia yang belum terikat oleh kesatuan Norma, emosi dan Motif sedangkan massa Kongkrit adalah sekumpulan manusia yang telah memiliki bentuk dan cirinya antara lain : adanya ikatan bathin dan adanya struktur norma/aturan.

Dilihat dari aktifitasnya itu sendiri massa terdiri jadi pasif, aktif dan expresif, dimana untuk massa aktif cenderung akan melakukan tindakan secara serentak sedangkan massa expresif akan melepaskan tekanan – tekanan jiwa dalam bentuk tertentu.

2. Bentuk gerakannya

Bentuk Gerakan massa dibagi menjadi 3 macam yaitu Progresif, Status Quo dan Reaksioner. Progresif adalah gerakan massa yang dilakukan oleh orang – orang yang menghendaki terbentuknya suatu norma atau aturan dengan merobambaknya dengan hal yang sama.

Status quo adalah bentuk gerakan massa dimana gerkan ini merupakan reaksi atas gerakan Progesif yang biasa disebut kelompok konservatif.

Reaksioner adalah suatu bentuk gerakan massa yang dilakukan oleh orang yang bersifat untung – untungan dan tidak menunjukkan sikap yang tegas.

3. Dinamikanya

Hakekat massa ditinjau dari Dinamikanya adalah proses terbentuknya massa itu sendiri apakah terbentuk dari proses Imitasi/meniru, Rasa Simpati, Rasa Empati ataupun Suggesti/atas pengaruh orang lain.

Sedang untuk proses cepat atau lambatnya dinamika massa adalah tergantung dari beberapa faktor baik secra Internal maupun Externel.

B. Katarestik Massa

Secara Umum Katarestik massa terbagi menjadi beberapa macam tergantung : Ciri massa yang diorganisir, Sifat – sifat massa, Fase perkembangannya dan siapa pimpinannya.

1. Ciri massa yang diorganisir.

Karakteristik massa yang diorganisir akan cenderung menampakan hal seperti : keseragaman dan tujuan yang jelas, tindakan terarah, keyakinan yang tinggi, motivasi yang baik dan gerakannya cenderung berkelanjutan.

2. Sifat massa

Sedangkan Karakteristik massa dipandang dari sifatnya antara lain akan cenderung bertingkah sulit dikendalikan, homogen, sensitif, eksplosif dan hilang rasa takut.

Hal ini akan dapat menular dimana aksi aksi negatif akan mudah ditiru serta akan mudah dikendalikan dan ditunggangi oleh orang ketiga.

3. Fase perkembangan massa

Dalam fase perkembangan, Karakteristik massa akan terbagi menjadi 3 golongan atau fase. yaitu Fase pemanasan dimana karakteristik massa pada fase ini sedang memupu kemauan Individu agar menjadi kolektif dengan yel -yel penyemangat, Karakteristik massa saat Fase Agresif akan menyalurkan kegalauannnya seta muncul sikap histeris dan emosional.

Sedangkan Karakteristik massa terakhir dilihat dari fase perkembangannya adalah Fase kekosongan yaitu adanya pengurangan energi dimana gerakan akan mulai mengendor dan kesadaran sedikit demi sedikit akan pulih.

error: Alert: Content is protected !!