Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

R.A. Lasminingrat, Ibu Literasi Indonesia

1 min read

Situs Blog Militer Indonesia,- Sebagian besar penduduk Indonesia tentu sudah sudah mengenal Tokoh dan Pahlawan wanita seperti R.A. Kartini, Dewi Sartika dan Cut Nyak Dien. Tapi kenalkah engkau dengan R.A. Lasminingrat sang Ibu Literasi Indonesia ???

R.A. Lasminingrat

Raden Ayu Lasminingrat adalah anak seorang anak ulama dan tokoh sunda pada abad 19, Raden Haji Muhamad Musa. R.A. Lasminingrat lahir di Garut pada tahun 1843.

Masa kecil R.A. Lasminingrat diisi dengan belajar membaca, menulis dan bahasa Belanda di Sumedang Jawa Barat bersama Rekan Karib sang ayah Levyson Norman.

Kembali ke Garut pada usia 28 Tahun atau tepatnya pada tahun 1871 dan tinggal di pendopo Kabupaten Garut ( Limbangan ).

Mengembangkan Pendidikan

Sejak kembali ke Garut dan menikah dengan Bupati Limbangan ( Cikal bakal Garut ) RAA Wiratanudatar VIII, Beliau mulai berkarya dengan menulis beberapa buku berbaha sunda yang dia tujukan bagi anak anak sekolah, di tahun tahun berikutnya Lasminingrat terus menulis dan menelurkan karya tulis yang terkenal pada zamannya antara lain : Buku Carita Erman, Warnasati atawa roepa roepa Dongeng dan beberapa buku lainnya.

Baca Juga:

Baca Juga : Sejarah Perang Diponegoro

Pada tahun 1907 beliau mendirikan sebuah sekolah bernama Sakola kaotamaan istri di ruang gamelan pendopo Garut dan 1911 pindah ke jalan ranggalawe yang lebih ramai.

Kiprah dan perannyanya pun diapresiasi oleh pemerintah Hindia Belanda dengan pemberian penghargaan.

Kepindahan ke Regensweg ( Jalan Siliwangi )

Setelah masa kerja sang suami habis dan pensiun R.A. Lasminingrat pindah ke sebuah pendopo di jalan Siliwangi ( Saat ini dijadikan pusat perbelanjaan ).

Namun Kiprahnya di dunia pendidikan terus berlanjut, Sakola Kaotamaan Istri berubah nama menjadi Sekolah Rakyat dan mulai menerima siswa laki – laki.

Selain sebagai guru Lasminingrat juga terus membuat tulisan – tulisan dan karangan. Tidak hanya menyadur kisah kisah dongeng karya orang luar negeri, beliau juga membuat beberapa tulisan yang mengulik tentang kompleksita kehidupan perempuan pribumi..

Bahkan dalam bukunya berjudul Radja Poetri jeung sederekna beliau menyindir secara halus peran wanita yang selalu dipinggirkan baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Kepergian Sang Pahlawan

Akhirnya pada usia 105 tahun tepatnya pada tanggal 10 April 1948 beliau menghadap sang Ilahi, dimakmkan di belakang Masjid Agung Garut.

Melihat kiprahnya tentu layak kiranya kita sandingkan dengan tokoh wanita lainnya seperti R.A. Kartini sebagai tokoh emansipasi dan Dewi sartika sebagai tokoh pendidikan.

Baca Juga : 4 Perundingan Mempertahankan Kemerdekaan RI

Tokoh intelektual pertama dan Ibu Literasi Indonesia cocok bagi belia yang tanpa lelah mengembangkan pendidikan pada masanya.

semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat dan sama sama menambah wawasan bahwa masih banyak tokoh dan pahlawan yang dimiliki Indonesia.

Sumber :

  1. Kartika Kencana edisi 102. 2019. Mengenal R.A. Lasminingrat  Tokoh Perempuan intelektuap pertama dan ibu literasi Indonesia, Jakarta:Mabesad.
  2. edukasi.kompas.com.
Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!