Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Rahasia Pasukan Nazi Saat Perang Dunia II

1 min read

Rahasia Pasukan Nazi Saat Perang Dunia II

Salah satu tokoh pada perang dunia II yang bernama Adolf Hitler dan saat itu adalah seorang pemimpin dari partai Nazi. Dalam sebuah buku yang berjudul The Total Rush: Drugs  in the Third Reich karya Norman Ohler ternyata telah mengejutkan publik.

Pada buku itu disebutkan bahwa adanya penggunaan narkoba yang parah di era Nazi dan Adolf Hitler merupakan seorang pecandu sabu.

Pada saat era Nazi, perdangan sabu sangat mudah ditemukan di berbagai tempat. Bahkan, hal gilanya lagi adalah sabu sabu tersebut dicampurkan ke berbagai macam makanan seperti coklat dan dijual bebas.

Selain itu, ada juga pervitin yang menjadi sebagai obat penambah stamina dengan bebas pada tahun 1939. Pervitin tak hanya dikonsumsi oleh militer melainkan warga sipil juga mengkonsumsinya.

Dalam buku karya Norman Ohler disebutkan bahwa perusahaan Dr. Fritz Hauschild ingin menjadikan pervitin sebagai rival Coca Cola.

Baca Juga:

Namun para tentara tidak tahu kalau pervitin adalah obat yang berbahaya dan baru mengetahui hal tersebut pada tahun 1941.

35 juta pasukan Nazi pada saat itu sudah kecanduan dengan pervitin namun berhasil menguasai Prancis di tahun 1940.

Pada saat Nazi menyerbu Uni Soviet pada tahun 1941, ratusan ribu tentara Nazi berperang dengan keadaan teler dan hal tersebut tidak diketahui oleh pihak musuh.

Orang yang menemukan ide untuk menggunakan pervitin pada tentara Nazi adalah seorang doktor militer Nazi yang bernama Otto Ranke.

Otto menggunakan karena ia melihat bahwa pervitin dapat menigkatkan kepercayaan diri dan kekuatan fisik secara instan.

Pada bulan Januari 1942, sekitar 500 pasukan Nazi yang sudah terkepung oleh tentara Uni Soviet di suatu daerah yang memiliki suhu minus 30 derajat celcius.

Saat itu, Otto memberikan mereka pervitin agar bisa selamat dan setelah 30 menit para pasukan tersebut mengaku merasa lebih baik.

Hal yang paling mengejutkannya lagi adalah Adolf Hitler ternyata mengonsumsi 82 jenis obat-obatan yang disuntikkan pada dirinya.

Ia mengonsumsi mulai dari pervitin, eukodal, sperma banteng muda, dan obat yang dipakai sebagai bahan baku racun tikus.

Ia mengonsumsi obat-obatan tersebut agar bisa tetap tegas saat memberikan komando demi kemenangan Nazi.

Akibat dari obat-obatan tersebut, Hitler dinyatakan menderita banyak penyakit mulai dari kanker hingga Parkinson.

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!