Rudal Presisi ” Tomahawk “, Strategi Militer Amerika Hadapi Kapal Perang China

2
131
foto ilustrasi laut china selatan ( republika.co.id )

PENDAHULUAN

BLOG MILITER,Rudal Amerika, Strategi Militer ” Tomahawk ” Amerika Hadapi Kapal Perang China, Sengketa antara China dengan beberapa negara Asia dan Asia tenggara Khususnya Taiwan dan Vietnam dalam perebutan Pulau Paracel ( Paracel Islands ) atau biasa disebut Kepulauan Xisha yang diklaim oleh 3 Negara .

3 Negara tersebut mencoba unjuk kekuatan / kampanye militer dalam rangka menegaskan kedaulatannya di kepulauan tersebut.

China selaku Negara yang mempunyai kekuatan angkatan perang terbesar bahkan dikabarkan telah membuat dan membangun sistem rudal di pulau pulau buatannya di wilayah laut China selatan. Cnn Indonesia

Hal tersebut tentunya membuat ketegangan antara negara yang bersengketa, dan hal ini membuat Militer Amerika Serikat untuk berencana unjuk kekuatan di perairan sengketa Laut Cina Selatan hingga Selat Taiwan.

BERITA DISARANKAN

Hal ini dilakukan oleh Militer Amerika sebagai peringatan kepada China serta mempertontonkan kemampuannya dalam melawan siapapun yang berseberangan dengan negara adidaya tersebut.

Beberapa waktu lalu Militer Amerika telah mengerahkan dua buah B-52H Stratofortress, sebuah pesawat pengebom jarak jauh untuk melintasi Laut Cina Selatan.

Selain itu AS juga menggerakkan Arleigh Burke, Sebuah kapal perusak yang dilengkapi peluru kendali untuk beroperasi di dekat kepulauan spartley, yang langsung ditanggapi China dengan mengoperasikan Luyang II China yang juga dilengkapi dengan peluru kendali untuk berlayar di sekitar kepulauan Spartley.

ILUSTRASI PANGKALAN MILITER DI PULAU PARTLEY ( militermeter.com )

PENGGUNAAN RUDAL AMERIKA ( TOMAHAWK )

Sederet kejadian tersebut mengisyaratkan bahwa ketegangan yang terjadi di wilayah laut China selatan semakin memanas dan berpotensi terjadinya Konflik bersenjata antar negara yang bersengketa.

Tak hanya itu, Konflik tersebut juga akan melibatkan beberapa negara Adidaya seperti Amerika.

Tentara Pembebasan Rakyat Cina sebagai Angkatan Perang Republik Rakyat China telah membangun kekuatan rudal berjumlah sangat besar terutam di wilayah Laut China Selatan.

Bahkan kemampuannya dapat mengalahkan jangkauan Peluru – peluru kendali milik Angkatan perang Amerika Serikat ( AS ).

Hal ini menyebabkan Militer Amerika Serikat beserta Sekutunya untuk mengubah strategi dan taktik militernya untuk menghadapi kekuatan Militer China.

Taktik tersebut merupakan penggabungan pasukan Marinir dan Angkatan Laut Amerika Serikat dalam menyerang Kapal perang dan peluru kendali milik musuh.

Angkatan perang Amerika Serikat akan mempersiapkan Unit – Unit pasukan Mariner dengan kemampuan yang dapat bergerak cepat serta dilengkapi dengan rudal presisi anti-kapal perang yang mempunyai tugas meluluhlantakkan Kapal – kapal perang musuh.

Taktik ini akan dipraktekkan di wilayah laut China selatan antara lain seperti rangkaian kepulauan berada di sekitar Vietnam, Jepang, Kalimantan ( Indonesia / Malaysia ), Taiwan dan Filipina serta area pantai china.

Rudal Amerika yang akan dipasang adalah  “Rudal Tomahawk “ yang merupakan salah satu alat utama sistem persenjataan milik Marinir Amerika Serikat.

Foto : Rudal Tomahawk ( thesun.co.id )

KESIMPULAN

Konflik Laut China Selatan akan terus memanas hingga beberapa waktu ke depan. Prilaku pemerintah China dengan pengerahan kekuatan militernya ke wilayah bersengketa di wilayah laut China selatan duna mengklaim wilayah lebih yang luas di kawasan laut dan Zona Ekonomi Ekslusif serta Landas Benua dimana semua klaim itu telah melebihi wilayah sesuai yang diatur dalam hukum internasional

Hal ini akan mendapat Respon dari Amerika Serikat dan sekutunya untuk juga mengerahkan Angkatan Perangnya guna melindungi wilyah dan kepetingannya di wilayah Asia terutama Asia tenggara.

Selama ini, Amerika Serikat terus mengecam perihal pengerahan militer China di kawasan Laut China Selatan.

Pembangunan Instalasi Militer Cina di pulau buatan “ Spartley” dan kawasan karang di area laut yang dipersengketakan akan makin mebuat Konflik semakin memanas.

Untuk itu perlu adanya perubahan Strategi dan taktik militer Amerika dimana akhirnya mereka memilih menyiapkan peluru – peluru kendali presisi yang memiliki keakuratan sangat luar biasa dalam mengantisipasi Kapal perang Musuh.

Sumber : Tempo

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here