Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Runtuhnya Kekaisaran Romawi Membawa Dampak Kemunduran Bagi Bangsa Eropa. Zaman Ini Dinamakan ?

3 min read

Runtuhnya Kekaisaran Romawi Membawa Dampak Kemunduran Bagi Bangsa Eropa. Zaman Ini Dinamakan ?

Blog Militer – Runtuhnya kekaisaran romawi membawa dampak kemunduran bagi bangsa eropa. zaman ini dinamakan ? – sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut mari kita sedikit belajar sejarah yang melatar belakangi jatuhnya dinasti bizantium atau romawi timur !

SEJARAH PERANG PENAKLUKAN KONSTATINOPEL OLEH TURKI UTSMANIYAH ( SULTAN AL FATIH )

Kesultanan Turki Utsmaniyah memang maju pesat dalam beberapa waktu di abad 13 – 15, hal ini membuat Sultan Mehmed II ( Sultan Al Fatih ) terus melakukan strategi pengembangan wilayah dan kekuasaannya.

Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa terjadilah perang penaklukan konstatinopel, namun selain itu sebenarnya ada beberapa alasan lain yang menjadi Latar belakang perang penaklukan oleh Konstatinopel oleh Turki Utsmaniyah ( Sultan Al Fatih ) , antara lain : Satu, Dinasti Utsmani ingin menguasai kegiatan perdagangan internasional di kawasan Konstantinopel yang pada saat itu sedang dalam masa keemasannya dan menjadi kota paling Makmur dan sejahtera di wilayah Eropa. Dua, Sultan Mehmed 2 atau Sultan Muhammad Al Fatih ingin meruntuhkan dominasi Byzantium Romawi Timur di kawasan Timur Tengah. Tiga, Sultan Al Fatih ingin menegaskan kekuatan pengaruh Islam ke seluruh dunia. Empat, Semakin berkembangnya kekuatan Militer dan Ekonomi dinasti Turki Utsmani dibawah pemerintahan Sultan Mehmed II ( Sultan Al Fatih )

Kemenangan Turki Ustmniyah dalam perang penaklukan Konstatinopel bila dianalisa berdasarkan Teori Perang yang ada merupakan salah satu penerapan dari penggabungan 2 Teori yaitu Teori Sun Tzu dan Clausewitz. Carl on Calusewitz adalah seorang perwira Angkatan Darat Prusia (saat ini menjadi Jerman) yang sangat Cerdas, pemikirannya tentang falsafah perang masih relevan dan banyak dijadikan pedoman bagi angkatan perang dan strategi militer di dunia hingga saat ini.

Clausewitz percaya bahwa keunggulan angka – angka atau jumlah prajurit yang ikut dalam berperang merupakan faktor paling penting darihasil suatu pertempuran, dimana semakin banyak pasukan yang dilibatkan dalam pertempuran, semakin baik.

Baca Juga:

Dia mengatakan “ The Best Strategy is always to be very storng, First In general and then at the decisive point yang dapat diartikan bahwa keunggulan dalam jumlah harus diarahkan kepada titik yang menentukan. Hal ini sesuai dengan strategi yang dinunakan oleh Sultan Al faith dimana dalam perang penaklukan Konstatinopel Dinasti Turki Ustmaniyah mengerahkan jumlah prajurit yang sangat banyak kurang lebih150.000 Prajurit yang akhirnya mengepung Konstatinopel dari segala arah.

Baca Juga : Rangkuman Peristiwa Agresi Militer Belanda 1 Dan 2 di Indonesia

Sedangkan bila dianalisa dari Strategi Sun Tzu, Sultan Al Fatih juga menerapkan strategi ini dalam mencapai kemenangan. Bila Clausewitz merupakan seorang perwira Angkatan darat maka  Sun-Tzu seorang jenderal, ahli strategi, penulis dan filsuf yang berasal dari Cina, Beliau hidup pada jaman Cina kuno di sebelah timur Zhou daratan Cina berpendapat bahwa tedapat beberapa faktor yang memainkan peran sangat fundamental dan berpengaruh dalam memenangkan setiap pertempuran. Sun Tzu berpendapat bahwa hasil dari peperangan itu sendiri harus terukur dari ditinjau dari beberapa faktor yaitu:Moral Ethics/way/jalan (Tao), Climate/timing/cuaca(Tien),Terrain/ground/medan(Di),Leadership/command/komando(Jiang),methods/doctrine/system/aturan (Fa).

Sang jenderal juga berpendapat bahwa  untuk dapat memenangkan setiap pertempuran maka kelima elemen diatas harus dikaji secara seksama untuk menghasilkan sebuah rencana yang baik dan mencapai kesuksesan. Dalam pertempuran penaklukan Konstatinopel, pasukan Turki Ustmaniyah dibawah pimpinan Sultan Mehmed II atau lebih dikenal Sultan Al Fatih mempunyai motivasi yang sangat tinggi disulut oleh rasa nasionalisme tinggi dan kepercayaan bahwa suatu saat dinasti romawi akan dapat dikalahkan oleh Islam.

Para pasukan Sultan Al Fatih ini juga telahmempersiapkan strategi penyerangannya cukup lama sehingga sangat menguasai medan yang menjadi center of gravitynya dengan pengumpulan data intelijen yang massif dan terjaga kerahasiannya. Dinasti Turki Ustmaniyah juga saat itu mempunyai kepemimpinan yang kuat didalam organisasinya yang mempunyai karisma kuat untuk memobilisasi rakyatnya untuk bergabung dengan melakukan perang penaklukan konstatinopel.

Dampak Yang Ditimbulkan Oleh Perang Penaklukan Konstatinopel ?

Pada tahun 1453, Sultan Turki Usmani, Sultan Mehmed II ( Sultan Muhammad al Fatih ) menaklukkan kota Konstantinople dan mengahiri Kekaisaran Romawi Timur. Turki Usmani lalu menjadikan Konstantinople sebagai ibukota baru, menggantikan Edirne. Penaklukkan ini memiliki dampak besar bagi Turki, Romawi Timur, Eropa bahkan Dunia. Sebagai sebuah perang tradisional dengan skala besar yang melibatkan ratusan ribu prajurit, terlebih dimana Konstatinopel merupakan pusat ekonomi yang terbesar di eropa pada saat itu yang juga merupakan jalur perdagangan dari Asia ke Eropa baik jalur darat, yang melewati India, Persia dan Timur Tengah, maupun jalur laut yang melewati Selat Malaka, Samudera Hindia dan Laut Merah, ada beberapa dampak yang timbul baik bagi Dinasti Turki Ustmaniyah, Dinasti Romawi Timur dan juga berdampak secara Internasional.

Dampak tersebut antara lain adalah : Pertama, Bagi Turki dampak terbesar penaklukan konstatinopel adalah semakin meluasnya jalur perdagangan internasional yang mereka miliki. Dimana dengan menguasai jalur armada Internasional tersebut, Dinasti Turki Ustmaniyah semakin mengembangkan kekuasaannya di Eropa. Bahkan capaian tersebut akan selalu diingat dalam sejarah sebagai great achievement atau pencapaian paling hebat dalam sejarah Pemerintahan Islam.[1] Kedua, Sebaliknya bagi Dinasti Romawi Timur kekalahan ini berrati juga merupakan akhir kekuasaan yang telah berjalan kurang lebih 500 tahun atau 5 abad dan juga akhir era abad pertengahan Eropa menuju era yang lebih modern. Ketiga, Dampak selanjutnya pernag penaklukan Konstatinopel adalah terputusnya jalur perdagangan rempah – rempah dari Asia ke Eropa. Serta para pedagang Eropa tidak dapat membeli rempah -rempah yang dikuasai Dinasti Turki Utsmani. Hal ini berdampak juga secara langsung dengan kenaikan harga rempah – rempah di Eropa Keempat,  Bangsa Eropa sejakjatuhnya Romawi Timur terdorong untuk mencari jalur perdagangan baru dengan melakukan penjelajahan samudera, dimana dengan penjelajahan tersebut akhirnya ditemukan beberapa daratan baru oleh para pelaut Eropa seperti Benua Amerika dll.

Runtuhnya Kekaisaran Romawi Membawa Dampak Kemunduran Bagi Bangsa Eropa. Zaman Ini Dinamakan ?

Nah dari pembahasan diatas bahwa kekalahan romawi timur membawa dampak kemunduran bagi bangsa eropa. lalu dinamakan apakah zaman ini ?

Yap benar zaman keruntuhan romawi timur dinamakan Zaman Pertengahan atau juga  Zaman Era Kegelapan (Dark age). Ini karena perubahan ilmu dan pengetahuan yang telah ada semenjak jaman Yunani dan Romawi jadi berhenti di Eropa.

Akhir Kata

begitulah pembahasan kita tentang runtuhnya kekaisaran romawi membawa dampak kemunduran bagi bangsa eropa. zaman ini dinamakan ? “Dark Age “. semoga bermanfaat.

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!