Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Sejarah Agresi Militer Belanda I, Lengkap !!!

3 min read

sejarah latar belakang, kronologi dan akibat agresi militer belanda 1

Hai sahabat Blog Militer, Tahukah Anda? Bahwa setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia masih berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya. Segala bentuk ancaman yang mencoba mengusik kemerdekaan Indonesia datang dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya terangkum dalam sejarah Agresi Militer Belanda 1 dan 2, di mana Belanda mencoba untuk kembali menguasai Indonesia.

agresi militer

Sejarah Agresi Militer Belanda 1

Agresi militer belanda satu akan menjadi sebuah sejarah yang tak terlupakan dari upaya – upaya mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman militer yang datang dari sekutu dengan diboncengi tentara Hindia Belanda. Bagaimana sebenarnya Latar belakang, Kronologi dan Dampaknya bagi Indonesia, Yuk Kita bahas bersama !

Latar Belakang

Setelah Jepang kalah di palagan Perang Dunia II oleh Sekutu, Indonesia segera menyatakan kemerdekaannya tepat pada hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945. Setelah sebelumnya Indonesia berada di bawah penjajahan jepang selama kurang lebih 3,5 tahun.

Namun, bangsa Indonesia kembali harus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya dari Belanda. Karena ternyata, Belanda ikut serta dalam kampanye Sekutu ke medan Pasifik termasuk Indonesia untuk melucuti kekuatan Jepang.

Baca Juga:

Belanda tentu mempunyai tujuan lain, Indonesia mencurigai bahwa mereka datang untuk menguasai Indonesia kembali. Dan ternyata benar, Belanda membonceng Sekutu supaya dapat menjajah Indonesia kembali, setelah sebelumnya direbut oleh Kekaisaran Jepang.

Untuk menahan laju Belanda agar tidak berkuasa kembali, bangsa Indonesia menggunakan berbagai macam upaya baik perang fisik maupun melakukan sejumlah perjanjian. Maka pada tanggal 25 Maret 1947 diadakanlah Perjanjian Linggarjati. Isi dari perjanjian ini sangat merugikan Indonesia.

Perjanjian Linggarjati :

  • Belanda secara de facto mengakui wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra.
  • Pemerintah Belanda dan Indonesia meyetujui untuk membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 1 Januari 1949.
  • Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda, pesertanya RIS, Belanda, Suriname dengan ketuanya Ratu Belanda.

Melihat isi perjanjian tersebut, sangat jelas sangat merugikan Indonesia. Namun, delegasi Indonesia yang diwakili oleh Sutan Syahrir, tetap menyetujui hasil kesepakatan. Penadatanganan perjanjian oleh kedua belah pihak diharapkan mampu menyelesaikan konflik antara Indonesia dan Belanda.

Meskipun kedua pihak sudah menyepakati isi dari perjanjian, namun dalam perkembangannya terjadi perbedaaan pendapat dalam menafsirkan poin-poin perjanjiannya. Indonesia berpendapat bahwa sejak proklamasi kemerdekaan 1945, Indonesia resmi menjadi sebuah negara yang berdaulat.

Dengan demikian, maka Indonesia mempunyai hak untuk mempertahankan kedaulatan seluruh wilayah Hindia Belanda. Namun, di sisi lain ternyata Belanda menolak pendapat tersebut. Belanda kekeuh berpedoman pada isi pidato Ratu Wilhemina yang dilakukan pada 7 Desember 1942.

Isi pidato tersebut ialah bahwa suatu saat Belanda akan membentuk persemakmuran (Commonwealth) di Hindia Belanda. Dengan kata lain, wilayah Hindia Belanda (saat ini Indonesia) menjadi negara persemakmuran atau bagian dari Kerajaan Belanda. Oleh karena itu secara de jure, Belanda-lah yang memiliki hak kedaulatan atas seluruh wilayah Hindia Belanda.

Indonesia jelas tidak sepakat dan menganggap Belanda telah melanggar Perjanjian Linggarjati. Van Mook, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, langsung memerintahkan supaya pemerintah Indonesia menarik mundur tentaranya sejauh 10 km dari zona demarkasi.

Apa tanggapan pemerintah Indonesia? Mereka secara tegas menolak permintaan Gubernur Jenderal van Mook. Belanda kemudian merencanakan Agresi Militer Belanda I. Sebutan untuk agresi ini adalah Operatie Product (Operasi Produk).

Kronologi

Sebelum Belanda memulai Operasi Produk, mereka memberi ultimatum kepada Indonesia agar membatasi aktivitas pemerintahannya. Ultimatum yang dikirim pada tanggal 3 Juni 1947, kemudian langsung direspon oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 8 Juni 1947.

Lewat balasannya, Indonesia menolak untuk mentaati ultimatum dari Belanda dan menuntut supaya bebas menjalankan roda pemerintahannya sendiri. Sambil tetap mentaati isi dari Perjanjian Linggarjati.

Akan tetapi, Belanda tidak memberikan persetujuan pada respon yang Indonesia berikan. Pada akhirnya, ketegangan antar kedua belah pihak mencapai puncaknya pada 21 Juli 1947. Belanda memulai Operatie Product atau yang lebih terkenal dengan sebutan Agresi Militer Belanda 1.

1.      Menguasai Target-target Penting

Belanda menargetkan untuk menguasai wilayah-wilayah Indonesia. Dunia internasional dan PBB sangat mengecam aksi semena-mena dari Belanda tersebut. Belanda malah berkilah bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah sebagai bentuk aksi polisinil. Tujuannya untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban umum di Hindia Belanda.

Tidak butuh waktu lama, Belanda bisa dengan cepat menguasai kota-kota penting di Jawa dan Sumatra. Peralatan perang yang modern menjadi salah satu faktor utama mengapa pihak Belanda bisa dengan cepat menguasai wilayah Indonesia. Hanya dalam waktu 2 minggu saja dua pertiga Jawa berhasil mereka kuasai.

Belanda menargetkan daerah-daerah penting. Pertama, daerah yang memiliki sumber daya alam seperti perkebunan tembakau, minyak, perkebunan tebu. Kedua, menguasai kota-kota dan fasilitas penting, meliputi pangkalan udara, pelabuhan, dan pertambangan.

Selain peralatan perang yang modern dan canggih, Belanda juga didukung oleh pasukan khusus bernama Korps Speciale Troepen (KST). Pasukan penggempur ini di bawah komando Westerling, dan dibantu oleh pasukan Para I (1e para compagnie) dengan pimpinannya C. Sisselaar.

2.      Penembakan Pesawat Dakota Republik

Situasi semakin memanas saat Belanda pada tanggal 29 Juli 1947 menembak jatuh pesawat Dakota Republik. Pesawat naas ini tengah terbang dari Singapura dengan membawa obat-obatan sumbangan dari Palang Merah Malaya. Meski sudah terdapat logo palang merah di lambung pesawat, namun tetap ditembak.

Penembakan pesawat secara sengaja tersebut mengakibatkan beberapa orang di dalamnya gugur. Beberapa nama yang gugur di antaranya Komodor Muda Udara Mas Agustinus Adisucipto, Komodor Muda Udara dr. Abdulrahman Saleh, dan Perwira Muda Udara Adisumarmo Wiryokusumo. Ketiga orang yang gugur kemudian diangkat menjadi pahlawan dan namanya diabadikan menjadi nama bandara/pangkalan udara.

3.      Kecaman dari Dunia Internasional

Dunia internasional sangat mengecam tindakan Belanda yang sewenang-wenang. Berbagai negara dan PBB menekan Belanda agar menghentikan aksinya. Akhirnya, Dewan Keamanan PBB pada tanggal 1 Agustus 1947 mengeluarkan Resolusi untuk mengakhiri konflik.

Pemerintah Belanda menerima resolusi tersebut dan menyatakan genjatan senjata. Tepatnya tanggal 25 Agustus, pihak Indonesia dan Belanda sama-sama sepakat untuk menghentikan peperangan.

Akibat Dan Dampak Agresi Militer Belanda 1

Agresi militer 1 yang dilancarkan oleh Belanda mempunyai dampak bagi kedua pihak, baik Indonesia maupun Belanda. Bagi Indonesia sendiri, penyerangan oleh Belanda ini berdampak positif dan negatif. Berikut adalah akibat agresi militer pertama yang Indonesia dapatkan.

Dampak Negatif

Agresi militer pertama yang dilakukan Belanda menimbulkan akibat negatif bagi Indonesia, antara lain:

  • Luas daerah kekuasaan Indonesia semakin mengecil.
  • Militer Indonesia menjadi lemah kekuatannya akibat pertempuran yang tidak seimbang dari belanda.
  • Stabilitas keamanan, ekonomi, sosial, dan politik Indonesia terganggu.
  • Banyak korban jiwa yang berjatuhan, dari rakyat sipil maupun dari tentara Indonesia.

Dampak Positif

Agresi ini memang banyak merugikan Indonesia sebagai negara yang baru saja merdeka. Namun, di sisi lain justru ada dampak positifnya bagi bangsa Indonesia.

  • Beberapa negara secara de jure mengakui kemerdekaan Indonesia.
  • Dunia internasional memberikan simpati dan dukungan kepada bangsa Indonesia agar terbebas dari tekanan Belanda.
  • Reputasi Belanda merosot di depan mata internasional.
  • Indonesia berada di posisi kuat dalam perjanjian internasional.

Sobat, bangsa ini dulu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan cara yang tidak mudah. Para pendahulu kita rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari penjajahan dan imperialisme. Sejarah Agresi Militer Belanda 1 bisa kita jadikan pelajaran agar selalu siap membela kemerdekaan Indonesia sampai kapanpun.

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!