Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .

Sejarah Kerajaan Perlak: Kerajaan Islam Pertama di Nusantara

3 min read

Sejarah kerajaan perlak sebagai kerajaan islam pertama di indonesia

Hai Sahabat Literacy Militer, Kali ini kita akan kembali membahas tentang sejarah Bangsa, Khususnya Kerajaan Islam pertama di Indonesia yaitu Sejarah Kerajaan Perlak atau disebut juga Kesultanan Peurlak.

Sejarah Kerajaan Perlak

Berbicara mengenai sejarah Kerajaan Perlak, pasti ada kaitannya dengan saat pertama kali Islam masuk ke Nusantara.

Sumatra merupakan tempat munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.

Alasannya, saat itu Sumatra berada di jalur perdagangan yang ramai. Para pedagang dari Gujarat, Persia, Arab yang mayoritas beragama Islam turut menyebarkan agama Islam. Hingga akhirnya, muncul Kerajaan – Kerajaan islam.

Baca Juga : Sejarah Singkat Perang Dunia 1

Baca Juga:

Dalam Pelajaran yang saya pelajari saat sekolah, Kerajaan Islam Pertama Adalah Samudera Pasai.

Namun Rupanya Hal tersebut tidak sutuhnya benar, ketika beberapa Ilmuwan dan sejarawan ternyata menemukan Bukti bahwa ada kerajaan Islam yang terlebih dahulu berdiri di Acek Yaitu Kerajaan Perlak atau Kesultanan Peurlak.

Munculnya Kerajaan Perlak

Seperti kami sunting dari Portal Islam bahwa Kerajaan Perlak berlokasi di wilayah Aceh Timur atau tepatnya berada di kawasan Selat Malaka.

Kerajaan ini tepat berada di jalur perdagangan internasional.  Sebelum Kerajaan Perlak berdiri, daerah tersebut menjadi tempat persinggahan pedagang dari Arab, Cina, dan daerah lain.

Sebelum Islam masuk, penduduk Perlak dan sekitarnya menganut ajaran Hindhu dan Budha. Banyaknya pedagang dari Timur Tengah yang singgah atau berdagang di Perlak turut mempengaruhi perkembangan Islam di sana.

Penyebaran agama Islam semakin kuat dengan datangnya para pendakwah. Pendatang dari Arab yang menikah dengan penduduk setempat juga turut mempengaruhi semakin banyak yang memeluk Islam.

Asal mula daerah ini bernama Perlak karena merupakan wilayah yang banyak ditumbuhi kayu perlak. Orang-orang kemudian menyebut daerah ini sebagai Negeri Perlak.

Kayu perlak sangat bagus untuk bahan pembuatan kapal. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila daerah ini sangat ramai. Kerajaan Perlak resmi berdiri pada tanggal 1 Muharram 225 H, tepatnya hari Selasa tahun 840 Masehi.

Raja Pertama dalam Sejarah Kerajaan Perlak

Kerajaan Perlak didirikan oleh seorang bernama Syed Maulana Abdul Azis Syah. Ia merupakan seorang anak dari pasangan Ali ibn Muhammad Ja’far dengan seorang putri Perlak. Raja pertama Kerajaan Perlak mempunyai gelar Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Shah.

Di saat yang bersamaan dengan berdirinya kerajaan Perlak, Bandar Perlak berubah nama menjadi Bandar Khalifah. Bandar Perlak merupakan pelabuhan tempat bersandar kapal-kapal dagang terbesar di wilayah Perlak dan sekitarnya.

Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Shah menjadi raja Perlak hingga wafat. Ia wafat pada tahun 864 M. Tahta kerajaan kemudian beralih ke anaknya yang bernama Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Rahim Syah. Masa kepemimpinannya dari tahun 864 -888 M.

Pengaruh Syiah di Kerajaan Perlak

Dalam Islam ada 2 jenis aliran besar yaitu Sunni dan Syiah. Indonesia yang merupakan negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, saat ini menganut Islam sunni. Tetapi, tahukah sobat jika ternyata pada masa awal penyebaran Islam di Nusantara, pengaruh Syiah cukup kuat.

Kesultanan Perlak awalnya menganut aliran Syiah. Selama beberapa kali pergantian sultan, selalu ada konflik antara golongan Syiah dan Sunni. Hingga pada akhirnya, seorang Sultan yang menganut Sunni naik tahta pada tahun 928 M. Sultan dari golongan Islam Sunni tersebut bernama Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Syah Johan Berdaulat. Memimpin Kesultanan Perlak mulai tahun 928 hingga 932 M.

Perpecahan Kerajaan Perlak

Meskipun Kerajaan Perlak menjadi sebuah kerajaan yang cukup makmur karena berada di jalur perdagangan dunia, tidak serta merta tanpa gejolak. Pertikaian sering terjadi antara golongan Sunni dan Syiah.

Saat Kerajaan Perlak dipimpin oleh Sultan Abdul Malik Syah, pada akhir kepemimpinannya terjadi pertikaian antara golongan Syiah dan Sunni. Konflik antar kedua golongan tersebut berlangsung selama 4 tahun.

Konflik berakhir setelah kedua belah pihak sepakat berdamai melalui sebuah perjanjian. Namun, perjanjian tersebut menghasilkan keputusan yang isinya membagi Kesultanan Perlak menjadi dua wilayah.

Artikel Terkait : Sejarah lahirnya Pancasila

Masing-masing wilayah menjadi milik golongan Syiah dan golongan Sunni. Pembagian wilayahnya yaitu wilayah Perlak bagian pesisir menjadi milik golongan Syiah. Pemimpinnya adalah Sultan Alaiddin Syed Maulana Syah. Dia berkuasa dari tahun 976 sampai 988 M.

Sedangkan, golongan Sunni mengangkat Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Johan Berdaulat sebagai sultan mereka. Memimpin dari tahun 986 sampai 1023 M. Golongan Sunni mendiami wilayah Perlak pedalaman sebagai daerah kekuasannya.

Penyerbuan oleh Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Perlak Pesisir yang menjadi daerah golongan Syiah mengalami penyerbuan dari Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya menyerang habis-habisan Kerajaan Perlak Pesisir. Peperangan besar ini mengakibatkan gugurnya Sultan Alaiddin Syad Maulana Mahmud Syah.

Gugurnya Sultan Kerajaan Perlak Pesisir membuat tampuk kekuasaan beralih ke Sultan Perlak Pedalaman yang menganut aliran Sunni. Dia kemudian memimpin seluruh pasukan dan penduduk Perlak untuk melawan Kerajaan Sriwijaya. Peperangan berlangsung selama bertahun-tahun dan baru berakhir pada tahun 1006 M.

Pihak dari Kerajaan Sriwijaya memutuskan untuk mengakhiri perang tersebut. Alasan mereka menarik diri dari Perlak adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi serbuan Kerajaan Medang. Saat itu Kerajaan Medang dipimpin oleh seorang Raja bernama Dharmawangsa.

Menyatukan Diri dengan Kerajaan Samudera Pasai

Sultan terakhir dari Kerajaan Perlak yaitu Sultan Malik Abdul Aziz Syah. Setelah wafat, seluruh wilayah Kerajaan Perlak menyatukan diri dengan Kerajaan Samudera Pasai yang muncul pada tahun 1267 M.

Dari sejarah Kerajaan Perlak kita bisa belajar bahwa Kerajaan Perlak merupakan sistem pemerintahan kesultanan pertama yang ada di Nusantara.

Perkembangan agama Islam di Nusantara juga tidak bisa dilepaskan dari Kerajaan Perlak yang berada di Aceh bagian timur. Karena bagaimanapun, Kerajaan Perlak adalah kerajaan Islam pertama di Nusantara.

Kesimpulan

Nah Demikianlah sejarah kerajaan Perlak secara singkat sebagai Kerajaan islam pertama di Indonesia Hingga Akhirnya bergabung menjadi Kerajaan Samudera Pasai.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang sejarah bangsa, Ingat tak ada hari ini tanpa sejarah. salam literasi.

Acuk Andrianto Seorang Perwira TNI AD Lulusan Akademi Militer ( Akmil ) Tahun 2004 Corps Infanteri. Membaca dan Menulis untuk meningkatkan Kemampuan Literasi .
error: Alert: Content is protected !!