Sinopsis Novel Hujan Tere Liye

4 min read

Sinopsis Novel Hujan Tere Liye

Sinopsis Novel Hujan Tere Liye – Kali ini kita akan mereview sebuah novel karya serang penulis terkenal yang menjadi best seller.

Ya benar Novel dengan judul Hujan Besutan Tere Liye diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama pada Januari 2016 lalu ini berhasil menduduki Best Seller selama tahun 2021.

Sinopsis Novel Hujan Tere Liye

Dengan mengambil latar di tahun 2042 hingga 2050 dengan genre science fiction (sci-fi) yang mengisahkan dunia di masa depan penuh akan kecanggihan teknologi.

Dengan kata lain Novel setebal 320 halaman ini, juga menyiratkan pesan kepada manusia tentang pentingya teknologi di masa depan.

Cerita Novel Hujan Tere Liye ini berkisah tentang percintaan dan perjuangan hidup seorang perempuan bernama Lail.

Baca Juga:

Saat masih berusia 13 tahun, Lail harus menerima kenyataan ditinggal kedua orang tuanya dan menjadi seorang anak yatim piatu.

Hal ini berawal saat hari pertama Lail kecil mulai sekolah, terjadilah sebuah bencana dasyat bencana gunung meletus dan gempa sehingga menghancurkan kota tempat tinggalnya sehingga merenggut nyawa ibu serta ayah Lail.

Dikisahkan bahwa Letusan Gunung Api Purba melebihi letusan dari Gunung Krakatau dan Gunung Api Tambora.

Lail sendiri dikisahkan berhasil ditolong dan diselamatkan oleh seorang anak laki-laki berusia 15 tahun bernama esok.

Ibu Esok sendiri harus mengamptasi kedua kakinya dikarenakan bencana tersebut.

Setelah berjalan setahun sejak terjadinya bencana, Lail dan Esok tinggal di sebuah pengungsian, keduanya tidak terpisahkan bagaikan kakak dan adik.

Mereka berdua kerap membantu petugas pengungsian. Sampai akhirnya, pemerintah memberikan pemberitahuan untuk menutup tempat pengungsian.

Penutupan pengungsian menyebabkan Esok dan Lail harus berpisah. Lail harus menetap di sebuah panti sosial, sedangkan Esok diangkat menjadi anak oleh salah satu keluarga.

Di panti sosial, Lail menemukan seorang temanbaru yang sangat ceria, lucu, dan penuh akan semangat membara bernama Maryam.

Maryam merupakan seorang anak perempuan dengan rambut kribo yang halus pun akhirnya menjadi kawan bermain lail selama di Panti.

Di panti sosial terbilang mempunyai peraturan yang sangat ketat yang harus dipatuhi semua penghuni panti.

Lail sendiri sering kali merindukan sosok Esok, hal ini membuat lail dan Esok membuat jadwal pertemuan rutin tanpa sepengetahuan petugas Panti.

Jadwal pertemuan itu memang hanya satu bulan satu kali, tetapi bagi esok dan Lail pertemuan ini adalah waktu yang sangat ditunggu-tunggu.

Pertemuan keduanya sekadar berbagi cerita dari aktivitas atau kegiatan yang biasa masing-masingnya lakukan.

Namun, sayangnya, jadwal rutin tersebut terpaksa berubah ketika Esok harus meneruskan pendidikannya di ibu kota. Lail dan Esok hanya berjumpa ketika liburan semester.

Lail mencoba untuk menyibukkan dirinya dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat. Kemudian, Lail dan Maryam mendaftarkan dirinya di sebuah organisasi relawan dan ternyata mereka adalah relawan yang paling muda.

Tak hanya itu, keduanya pun mengukir prestasi, salah satunya adalah mereka ditempatkan pada sektor 2 di mana ada dua kota kembar terletak di hulu dan hilir yang dinyatakan berjarak 50 kilometer.

Ketika itu, bendungan di hulu retak, lalu bilamana bendungan tersebut jebol, akan menghancurkan dua kota kembar tersebut.

Memang hanya ada satu cara untuk mencapai hilir ketika itu, yakni berlari secepat mungkin dengan terjangan badai yang luar biasa kencangnya.

Dengan keberanian dan aksi heroik yang dilakukan oleh Lail dan Maryam, keduanya berhasil memperingati kota itu dan jasa mereka nyatanya membuahkan perhargaan.

Kesibukan yang dijalani Lail membuat dirinya mampu mengalihkan rasa rindunya pada Esok.

Esok sering kali datang mendadak datang untuk menemui Lail, menaiki sepeda dengan warna merah yang dulu ketika bencana kerap kali mereka gunakan, lalu dilengkapi dengan topi pemberian Lail.

Namun, sayangnya, frekuensi pertemuan keduanya pun semakin jarang. Lail dan Esok hanya dapat bertemu selama sekali dalam satu tahun,

itu juga apabila Esok tidak sibuk. Lail tidak pernah menghubungi Esok begitupun sebaliknya. Terkadang dirinya menanyakan kabar Esok pada ibu Esok begitupun dengan Esok.

Usut punya usut, nyatanya keluarga yang mengadopsi Esok merupakan keluarga dari seorang wali kota.

Singkat cerita, Esok yang sedang mengerjakan proyek sebuah kapal luar angkasa, yang bertujuan membawa penduduk di bumi ke luar angkasa guna menghindari bencana dahsyat yang dikhawatirkan akan melebihi gunung meletus pada masa itu.

Bencana tersebut, yaitu di mana suhu bumi akan semakin memanas yang diakibatkan kerusakan lapisan stratosfer karena keegoisan para manusia bumi.

Semenjak peristiwa gunung meletus, iklim di bumi sangat tidak terkendali. Para petinggi dari negara mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) guna memecahkan personal tersebut.

Akhirnya, para petinggi negara subtropis dan tropis berlomba mengirimkan pesawat hingga berkali-kali untuk mengeluarkan dan menyemprotkan gas anti sulfur dioksida di lapisan stratosfer.

Dalam jangka yang terbilang singkat, hal tersebut memang membuat iklim kembali pulih, tetapi persoalan baru justru muncul.

Esok dengan kecerdasan yang dimilikinya pun ikut andil dalam proyek tersebut. Namun, sangat disayangkan karena penduduk yang dapat pergi dari bumi tidaklah semua, melainkan dipilih secara random.

Esok memiliki dua tiket dalam kapal tersebut. Hingga suatu hari, wali kota menghampiri Lail dan memohon pada Lail apabila ia diberikan tiket oleh Esok, wali kota itu meminta agar tiketnya diberikan pada anaknya, yaitu Claudia. Terjadilah kesalahpahaman dalam kejadian tersebut.

Lail telah tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang dewasa, ia seakan memahami dengan perasaan yang tengah dialami dan dirasakannya.

Lail membutuhkan sebuah kepastian dari Esok. kemudian, satu hari sebelum hasil pengumuman dari pemerintah, Lail tidak mendapati kabar dari Esok, perasaannya pun menjadi kacau.

Di akhir waktu menjelang penerbangan pesawat itu, Lail malah memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan modifikasi ingatan.

Ia ingin menghilangkan semua beban pikirannya dan menghapus itu semua dari ingatannya. Ternyata, Esok tengah menjalani proses pemindahan data sampai tidak dapat memberikan kabar pada Lail.

Proses operasi tersebut tidak dapat dihentikan meskipun dirinya telah membuat banyak teknologi mutakhir di seluruh dunia. N

amun, Esok terlambat. Akankah, Lail melupakan Esok? Bagaimana dengan semua kenangan manis yang mereka lakukan di masa dulu? Baca kelanjutan kisahnya di novel Hujan karya Tere Liye.

Kita semua adalah pengembara di dunia ini. Ada yang kaya, pun ada yang miskin. Ada yang terkenal, ternama, berkuasa, juga ada yang bukan siapa-siapa.

Ada yang seolah bisa membeli apapun, melakukan apapun yang dia mau, hebat sekali. Ada yang bahkan bingung besok harus makan apa. Akan tetapi, sesungguhnya di manakah kebahagiaan itu hinggap?

Kelebihan Novel Hujan Tere Liye

Dalam setiap karya tulis novel, tentu memuat nilai kelebihan dan kelemahan. Kelebihan dalam novel ini terletak pada topik atau tema yang diangkat, dibungkus dengan bahasa yang ringan dan sederhana sehingga mudah dipahami.

Walaupun novel ini memiliki halaman yang terbilang tebal, tetapi alur ceritanya sangatlah menarik perhatian dan minat para pembacanya.

Alur ceritanya sesuai, tidak bertele-tele, dan tidak dipanjang-panjangkan sehingga pembaca tidak akan jenuh.

Kemudian, ada beberapa bagian yang ceritanya terkesan dipercepat, membuat alur ceritanya sulit diterka-terka oleh pembacanya dan membuat penasaran. Tidak sedikit kejutan menarik yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Contohnya, yaitu pada saat terjadinya gunung meletus yang mengakibatkan musim dingin berlangsung lama.

Hal itu karena adanya campur tangan manusia sehingga cuacanya berubah menjadi musim panas dan malah menyebabkan bencana serta kesengsaraan.

Tidak ada yang mengetahui kapan musim panas itu berakhir, bahkan hujan pun tidak turun-turunnya membasahi bumi ini.

Beberapa hal itu justru mampu membuat luas imajinasi para pembacanya. Terlebih, adanya berbagai teknologi canggih yang dimuat dalam novel Hujan ini.

Contohnya, anting-anting yang memiliki fungsi sebagai pemandu online, kendaraan dengan tanpa sopir, alat komunikasi yang ditanam di tangan, dan tentunya masih banyak lagi teknologi mutakhir lainnya.

Segala benda yang ada di novel ini seolah nyata dan terkesan akan ada di kehidupan ke depannya. Dalam hal ini, imajinasi liar dari para pembaca akan kembali bekerja.

Kemudian, yang menjadi hal menarik lainnya adalah pada sampul belakang di novel ini pun tidak adanya sinopsis dan daftar isi. Hal tersebut yang justru menjadi daya pikat dan mengundang ketertarikan pembaca pada novel ini.

Penutup

Demikian Sinopsis Novel Hujan Tere Liye ini menjadi salah satu rekomendasi cerita dan bacaan yang harus kalian baca, karena menyajikan berbagai cerita yang mengejutkan. Selamat menikmati.

error: Alert: Content is protected !!