Taskap, Essay, dan Karya Ilmiah Militer Kepemimpinan

8
172
Karya Ilmiah kepemimpinan Militer

Pendahuluan

TNI AD melaksanakan tugas-tugas yaitu : 1. melaksanakan tugas TNI matra darat di bidang pertahanan; 2. melaksanakan tugas TNI dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan darat dengan negara lain; 3. melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra darat; dan 4. melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat (UU RI no 34 tahun 2004 tentang TNI pasal 8 ). Batalyon Infanteri merupakan bagian integral dari TNI AD dalammenjawab tugas-tugasnya melaksanakan pembinaan satuan di jajarannya secara terus menerus untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan satuan agar selalu siap di operasionalkan. Pembinaan satuan yang baik akan sangat tergantung pada peran dan upaya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki satuan, dengan kata lain Pembinaan satuan banyak ditentukan oleh kemampuan dan peran dalam kepemimpinan lapangan seorang Komandan satuan. Tugas dan tanggung jawab seorang Dansat di masa sekarang akan semakin berat dan kompleks, Hal ini disebabkan semakin meningkatnya tantangan dan tuntutan yang harus dihadapi oleh satuan dalam melaksanakan tugas pokoknya sehingga diharapkan kemampuan seorang Dansat  yang kompeten, yang mampu mewujudkan dan memelihara serta mengelola satuannya dengan bertumpu pada norma-norma, etika dan moral sebagai pedoman untuk pencapaian tugas pokok dengan harapan satuan tersebut memiliki kesiapan operasional yang tinggi dalam menghadapi setiap kemungkinan-kemungkinan yang akan dihadapi di lapangan, Namun kenyataan di lapangan masih ditemukan beberapa Satuan dijajaran TNI AD yang belum optimal dalam Pembinaan di satuannya, hal ini  terlihat dari beberapa indikator salah satunya  kemampuan prajurit yang menurun serta angka pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit  dari waktu ke waktu masih tinggi baik secara kuantitas maupun kualitas mulai kasus perkelahian antara prajurit dengan anggota Polri hingga kasus terjadinya Insubkoordinasi yang dilakukan anggota terhadap Komandan satuannya.

Berdasarkan latar belakang penjelasan di atas maka dapat diambil identifikasi persoalan dalam Karya Ilmiah Militer dan taskap ini yaitu 1. Dansat tidak dapat memberi contoh dan tauladan yang baik, 2. Dansat belum dapat membrikan reward and punishment yang baik dan 3. Dansat  belum memiliki tingkat kecerdasan emosi dan spiritual yang baik. Selanjutnya dari identifikasi peroalan itu,  penulis akan menguraikan suatu essay yang membahas pokok permasalahan, ” Bagaimana Mengoptimalisasikan Kepemimpinan Dansat Dalam Rangka Mendukung Binsat ? ”.

Arti penting Kepemimpinan seorang Dansat  menjadi sangat urgen untuk mendapat perhatian yang serius.  Hal ini dikarenakan Kepemimpinan sangat diperlukan dan memiliki pengaruh besar dalam rangka mendukung  binsat di Satuan. Pada pembuatan essay ini, penulis menggunakan metode deskriptif analisis yaitu  menganalisa dari beberapa  permasalahan binsat yang ditemukan di satuan untuk didapatkan solusi pemecahannya dengan melakukan pendekatan empiris yaitu berdasarkan pengalaman saat berada di satuan.

Nilai guna dalam penulisan Karya Ilmiah Militer dan taskap ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para Komandan Satuan di jajaran TNI AD khususnya setingkat Danyon sehingga Kepemimpinan dapat terapkan secara optimal disatuan, dengan maksud memberikan gambaran tentang optimalisasi Kepemimpinan saat ini, permasalahan yang terjadi, faktor-faktor yang mempengaruhi dan upaya-upaya yang bisa dilaksanakan, sedangkan tujuan adalah memberikan sumbang saran penulis guna optimalisasi Kepemimpinan Dansat, untuk ruang lingkup penulisan ini meliputi pendahuluan,pembahasan dan penutup yang dibatasi dengan pembahasan tentang Kepemimpinan Dansat pada tingkat  Batalyon dalam rangka mendukung binsat.

Pembahasan

Sebagaimana telah disinggung dalam pendahuluan diatas, Pembahasan terkait Kurang optimalnya Kepemimpinan Dansat dalam rangka mendukung binsat telah memunculkan setidaknya tiga variabel utama sesuai identifikasi persoalan yaitu 1. Dansat  tidak dapat memberi contoh dan tauladan yang baik,2. Dansat belum dapat membrikan reward and punishment yang baik dan 3. Dansat  belum memiliki tingkat kecerdasan emosi dan spiritual yang baik. Selanjutnya dalam pembahasan ini Penulis akan mencoba menguraikan secara detail uraian permasalahan disertai fakta faktanya beserta faktor yang mempengaruhi dan upaya yang bisa diambil.

Pertama, Terkait permasalahan  yang berhubungan dengan Dansat tidak dapat memberi contoh dan tauladan yang baik. Prinsip-prinsip Kepemimpinan yang harus dimiliki oleh seorang  Dansat salah satunya adalah prinsip “Berikan contoh dan suri tauladan yang baik”. Namun saat ini prinsip tersebut dirasakan belum dilaksanakan oleh beberpa Dansat, fakta-fakta yang ada bahwa masih ditemukannya Dansat yang tidak menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan tersebut yaitu sebagai contoh  Kasus yang terjadi di salah satu batalyon X, dimana seluruh prajurit/bawahannya melakukan protes/demo dengan melaporkan kepada atasannya yang mengakibatkan dicopotnya Danyon X tersebut yang disebabkan  adanya  inkonsistensi antara kata dengan perbuatan yang dilakukan oleh beberapa Dansat yang sangat dikenal adanya istilah “JARKONI” (iso ngajari ora iso ngelakoni = bisa ngajar tetapi dia sendiri tidak bisa mengerjakan apa yang dia ajarkan), Istilah tersebut muncul akibat banyaknya perilaku Komandan  satuan yang hanya dapat memberi nasehat dan larangan pada bawahannya  tentang  segala  sesuatu  yang  ia  sendiri tidak mampu untuk melaksanakannya.

Dari data dan fakta  permasalahan yang ada maka penulis menginginkan setiap Dansat dapatmelaksanakan dan menerapkan Prinsip-prinsip kepemimpinan “Berikan contoh dan suri tauladan yang baik”  dalam kehidupan sehari- hari dan diharapkan, Dapat menjadi contoh dan tauladan bagi anggotanya baik dalam sikap maupun perbuatannya, sehingga anggota yakin dan percaya sepenuhnya terhadap Komandannya.

Berdasarkan Naskah Departemen ttg Kepemimpinan TNI untuk Diklapa II Nomor KEP/08/V/2013, bahwa Dasar Prinsip-prinsip kepemimpinan “Berikan contoh dan suri tauladan yang baik” adalah 1.          Dalam keadaan bagaimanapun, pimpinan harus selalu bersikap baik, gagah, tangkas, teliti, optimis, dapat menguasai emosi, agar anggota tetap loyal, percaya dan taat kepadanya serta yakin akan suksesnya suatu tugas.  2. Pimpinan harus sanggup menunjukkan sikap, suka dan duka bersama-sama dengan anggota. 3.   Tidak lari dari kesulitan, tidak mencari-cari alasan dari kegagalan, tidak menjelek-jelekan atasan & kawan dan tidak suka membentuk suatu klick ( kelompok khusus/menyendiri). 4. Pimpinan harus mampu mentaati peraturan-peraturan yang berlaku, serta teruji dalam sikap, tindakan dan pembicaraannya.Kepemimpinanadalah seni dan kecakapan dalam mempengaruhi dan membimbing orang bawahan, sehingga dari pihak yang dipimpin timbul kemauan, kepercayaan, hormat dan ketaatan yang diperlukan dalam penunaian tugas-tugas yang dipikulkan padanya, dengan menggunakan alat dan waktu tapi mengandung keserasian antara tujuan kelompok atau kesatuan dengan kebutuhan-kebutuhan atau tujuan-tujuan perorangan dan   11 Azas kepemimpinan Ing Ngarsa Sung Tulada.Sebagai seorang pemimpin harus dapat memberi suri tauladan kepada anak buahnya.

Dari kompleksnya permasalahan yang timbul, tentunya terdapat faktor-faktor yang menjadi kendala  yang dapat mempengaruhi kepemimpinan Dansat adalah pengaruh lingkungan yang sangat kuat sehingga Apabila seorang Dansat tidak memiliki basic moral dan disiplin yang baik, maka akan mudah larut oleh lingkungan yang bersifat negatif.  Sedangkan, yang akan menjadikan kelemahan adalah Kondisi Pangkalan yang saat ini Masih banyak  Batalyon dengan kondisi pangkalan yang kurang kurang memadai, serta  terdapat beberapa Batalyon yang pangkalannya tersebar antara markas Batalyon dengan Kompi-Kompinya letaknya berjauhan ( Kompi terpisah ).

Upaya –upaya yang dilakukan oleh Dansat dalam mengatasi kendala dan  kelemahan dalam menerapkan prinsip-prinsip Kepemimpinan  tentunya tidak terlepas dari kemampuan Dansat dalam memanfaatkan peluang dan kekuatan,adapun yang dapat dijadikansebagai peluang adalah adanya Laju perkembangan teknologi informasi yang telah menciptakan kemudahan-kemudahan dalam kehidupan manusia ini tentu juga sangat berarti dalam rangka mencapai kemudahan untuk mempengaruhi orang lain dalam aspek kepemimpinan , Sedangkan yang dapat dijadikan sebagai kekuatan adalah Tingkat pendidikan. Yaitu Latar belakang pendidikan umum personel TNI AD pada umumnya lulusan SLTA dan lulusan Sarjana Muda / Sarjana. Tingkat pendidikan tersebut merupakan suatu potensi yang cukup besar bagi Personel TNI AD dalam mengembangkan ilmu kemiliteran dan pengetahuan umum. Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh Dansat sebagai berikut  1.Perlihatkan selalu kesegaran fisik, bersikap toleran dan mampu menguasai emosi. 2.Tunjukkan inisiatif dan mempertinggi semangat inisiatif anggota, bersikap optimis, membantu anggota tanpa pilih kasih. 3.Berusaha selalu untuk bersikap tabah dalam menghadapi setiap kesulitan, tidak menghindari tanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat dan tidak melupakan kesejahteraan anggota.  4. Bina kerjasama sebaik-baiknya demi penyelesaian tugas kelompok/satuan secara keseluruhan. 5. Tunjukkan simpatik kepada anggota yang mengalami penderitaan/kesulitan dan usahakan bantuan pemecahan persoalan yang dihadapi sejauh mungkin.

Kedua, Terkait permasalahan  yang berhubungan dengan Dansat belum dapat membrikan reward and punishment yang baik. Seorang pimpinan harus bisa memberikan rewards and punishment kepada bawahannya,. Namun dari data-data dan fakta-fakta tentang Data laporan triwulan I bulan januari sampai dengan maret tahun 2014 tentang pelanggaran pidana yang belum dibarenggi dengan sanksi administratif dari satuan prajurit pelanggar sesuai dengan (perkasad nomor 1 tahun 2009 tentang sanksi administratif) hal ini berlasan karena kurangnya pemahaman tentang penerapan sanksi administratif, kedua surat penahanan sementara Ankum dua puluh hari yang salah penerapannya kepada prajurit  pelanggar disiplin hal ini terjadi dikarenak beralasan  kurang pemahaman tentang hukum peradilan militer ( undang-undang 31 tahun 1997 tentang  peradilan militer).

Dari data dan fakta  permasalahan yang berhubungan dengan aspek sumber daya manusia  maka penulis berkeinginan untuk  menguraikan keinginan atau harapan yang ingin dicapai untuk memperbaiki permasalahan, penulis berkeinginan dan mengharapkan agar para perwira kopassus umumnya dan para dansat di jajaran kopassus khusunya dapat memahami tentang aturan hukum sehingga jiwa kepemimpinannya dapat berlandaskan dengan hukum yang berlaku.

Berdasarkan perkasad nomor  22 tahun 2005 tentang disiplin militer  yang mengatur tentang penyelengaraan dan penerapan disiplin militer bagi prajurit yg melanggar disiplin dan uu 31 tahun 1997 tentang peradilan militer yang membahas tentang  prosedur penyelengaraan prajurit yang melakukan pelanggaran tindak pidana, maka seorang pemimpin harus mempunyai sumber daya manusia yang optimal di dalam penerapan sanksi hukun dan tidak boleh mencampur adukan antara pelanggaran disiplin dan tindak pidana, karena apabila seorang pemimpin tidak mengetahui tentang prosedur sanksi pidana dan disiplin maka akan berpengaruh terhadap kepemimpinan Dansat kedepan di satuannya.

Jika melihat permasalahan di atas maka dipengaruhi kendala dan kelemahan  faktor yang mempengaruhi yang menjadikan kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah terbatasnya referensi-referensi tentang hukum di satuan-satuan jajaran, sedangkan faktor kelemahannya yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah kurangnya kegemaran budaya  membaca dikalangan para perwira pada umumnya, rasa tidak ingin tahu tentang aturan hukum yang berlaku,

Sedangkan upaya mengatasi kendala dan kelemahan tersebut dengan cara antara lain  mengajukan kembali permintaan ke komando atas tentang referensi hukum dengan jumlah yang di perlukan, mengusahakan pengandaan referensi hukum dengan cara foto kopi, berusaha selalu mengikuti referensi yang up to date dengan cara selalu merivisi buku-buku hukum yang ada di satuan, penyuluhan hukum secara teratur di jajaran satuan, dan disosialisasikan budaya membaca bagi seluruh prajurit.

Ketiga Terkait permasalahan  yang berhubungan dengan Karya Ilmiah Militer dan taskap belum memiliki tingkat kecerdasan emosi dan spiritual yang baik.dari fakta-fakta yang ada bahwa masih ditemukan sebagian Dansat yang belum memiliki tingkat kecerdasan emosi dan spiritual yang baik  dalam memimpin dan melakukan pembinaan terhadap anggotanya di satuan antara lain Masih adanya  Dansat yang bersifat arogan terhadap anggotanya dengan melakukan kekerasan tanpa alasan yang jelas hal ini disebabkan Dansat kurang bisa mengendalikan emosinya dalam memimpin anggotanya baik pada saat berada di home base maupun di daerah operasi dan masih terjadinya pada saat waktu kegiatan agama, Dansat masih memberikan  kegiatan-kegiatan yang seharusnya bisa ditunda, ini disebabkan Dansat tidak menghargai tentang makna pelaksanaan  ibadah  bagi  anggotanya  yang  terdiri  dari  berbagai  macam agama, sehingga  masih terjadi  seorang Dansat dilawan oleh anggotanya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dari data dan fakta  permasalahan yang ada maka penulis menginginkan Dalam hal Kecerdasan Emosi dan Spiritual ini sebagai seorang Komandan Satuan diharapkan dapat menerapkan dan mengaplikasikan dalam kepemimpinannya  disatuan guna Terwujudnya   kepemimpinan  seorang  Komandan  Batalyon  Infanteri  yang mempunyai kualitas  kecerdasan emosi dan spiritual yang tinggi sehingga pembinaan satuan dapat dilaksanakan dengan optimal.

Berdasarkan UU Nomor 34 tahun 2004. Dalam pasal 8 Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 telah dinyatakan tentang tugas pokok TNI AD. Guna dapat melaksanakan tugas-tugas tersebut diatas, maka organisasi TNI AD harus diawaki oleh prajurit-prajurit yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, bermoral dan tunduk pada hukum dan aturan perundangan, berdisiplin serta taat kepada atasan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajiban sebagai tentara dan  berdasarkan Naskah Departemen ttg Kepemimpinan TNI untuk Diklapa II Nomor KEP/08/V/2013, bahwa Kepemimpinanadalah seni dan kecakapan dalam mempengaruhi dan membimbing orang bawahan, sehingga dari pihak yang dipimpin timbul kemauan, kepercayaan, hormat dan ketaatan yang diperlukan dalam penunaian tugas-tugas yang dipikulkan padanya, dengan menggunakan alat dan waktu tapi mengandung keserasian antara tujuan kelompok atau kesatuan dengan kebutuhan-kebutuhan atau tujuan-tujuan perorangan.

Dari kompleksnya permasalahan yang timbul dari setiap komponen pembinaan satuan, tentunya terdapat faktor-faktor yang menjadi kendala  yang dapat mempengaruhi kepemimpinan Dansat adalah pengaruh lingkungan yang sangat kuat sehingga Apabila seorang Dansat tidak memiliki basic moral dan disiplin yang baik, maka akan mudah larut oleh lingkungan yang bersifat negatif.  Sedangkan, yang akan menjadikan kelemahan adalah Kondisi Sarana dan Prasarana.            Kondisi sarana dan prasarana  yang ada di Satuan pada umumnya masih terbatas.  Hal ini berpengaruh besar terhadap disiplin, mental dan tingkat profesionalisme prajurit di satuan, dan secara langsung berdampak terhadap aplikasi kepemimpinan Dansat.

Upaya –upaya yang dilakukan oleh Dansat dalam mengatasi kendala dan  kelemahan dalam menerapkan prinsip-prinsip Kepemimpinan  tentunya tidak terlepas dari kemampuan Dansat dalam memanfaatkan peluang dan kekuatan,adapun yang dapat dijadikansebagai peluang adalah adanya Penugasan bagi seorang Komandan merupakan suatu wadah untuk dapat membentuk watak dan karakter jiwa serta merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk dijadikan bekal dalam  mengemban dan melaksanakan tugas tanggung jawab  yang diberikan oleh komando atas .   Sedangkan yang dapat dijadikan sebagai kekuatan adalah kuatnya jiwa korsa antar sesama prajurit yang mana hal ini dapat dimanfaatkan jadi energi positif. Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh Dansat sebagai berikut : 1. Meningkatkan pengendalian diri dan emosi i dengan  baik dalam memimpin anggotanya dengan sesuai dengan norma yang ada , 2. Menghargai perbedaan kepercayaan / agama yang dianut oleh anggota disatuannya, dengan pengaplikasian dilapangan antara lain:  memberikan kesempatan kepada seluruh anggota untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. 3.    Dalam perencanaaan kegiatan diharapkan memperhatikan waktu-waktu untuk    melaksanakan    ibadah,   sehingga  kegiatan dapat  dilaksanakan  dengan optimal, namun hal yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah anggota dapat pula dilaksanakan dengan baik.  4.          membuat rencana dan program dalam pembinaan mental anggotanya guna lebih mendekatkan diri kepada TUHAN YME, sehingga kehidupan beragama di satuan dapat terlaksana dengan baik dan harmonis, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kebersamaan dan jiwa korsa antara Komandan dengan anggota pada umumnya serta dapat meningkatkan kinerja satuan kearah yang positif.  5. Hal yang sangat penting dalam mewujudkan kecerdasan emosi dan spiritual yang tinggi dan baik disatuan semuanya tidak terlepas dari tingkah laku dan perbuatan yang dilakukan oleh seorang Dansat   dalam memimpin satuannya juga dalam pengaplikasian dalam dirinya secara  pribadi maupun dalam kehidupan berkeluarga.

Penutup

Dari uraian tersebut di atas, dalam Karya Ilmiah Militer dan taskap secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan seorang Dansat Infanteri sangat menentukan keberhasilan dalam pembinaan satuan maupun dalam pelaksanaan tugas pokok  yang diberikan oleh komando atas baik di home base maupun di daerah operasi. Sampai  saat ini secara umum Kepemimpinan Dansat  sudah cukup baik, namun masih terdapat beberapa kekurangan dan kelemahan  penerapan kepemimpinan Dansat  dalam melaksanakan pembinaan satuannya guna mendukung pencapaian tugas pokok secara optimal, yang perlu mendapat perhatian khusus bagi unsur pimpinan TNI AD,  antara lain 1. Dansat belum sepenuhnya menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan,2. Dansat belum sepenuhnya menerapkan sifat kepemimpinan dan 3. Dansat  belum memiliki tingkat kecerdasan emosi dan spiritual yang baik. Kepemimpinan Dansat yang diharapkan adalah pemimpin yang mampu menerapkan dan mengaplikasikan Prinsip-prinsip dan sifat-sifat kepemimpinan  dengan baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta 8 Wajib TNI dan  Hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh seorang Dansat adalah harus memiliki kemampuan dalam hal kecerdasann  emosi dan spiritual yang baik, sehingga dalam pelaksanaan tugasnya membina satuan dapat  dilaksanakan secara optimal dan mendapat dukungan dari  seluruh anggotanya. Perlu inisiatif, inovasi dan kreativitas dari Dansat dihadapkan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada di satuan, serta seringnya keterlambatan dana anggaran yang ada  sehingga program pembinaan satuan dapat terus berjalan dengan optimal.

Sebagai saran dalam penulisan ini adalah Pertama Dalam rangka peningkatan kepemimpinan lapangan seorang Komandan  Satuan  perlu  Adanya penyegaran tentang pelatihan kepemimpinan di Institusi/lembaga kepemimpinan yang ada sekarang (PLDC) untuk Perwira di satuan secara berkala atau terprogram. Kedua  Agar Dalam proses seleksi untuk menjadi Komandan Satuan, disamping mengikuti proses seleksi yang sudah ada seperti, test psikologi, akademi, kesehatan dan kesamaptaan jasmani, perlu dipertimbangkan tentang latar belakang pengalaman maupun penugasan seorang calon Dansat baik di home base maupun didaerah operasi, karena hal ini sangat membantu dalam kelancaran pencapaian tugas pokok di lapangan.

Demikian  Karya Ilmiah Militer dan Taskap tentang tentang “OPTIMALISASI KEPEMIMPINAN DANSAT DALAM RANGKA MENDUKUNG PEMBINAAN SATUAN”,  semoga dapat dijadikan sebagai masukan bagi komando atas dalam rangka menentukan kebijaksanaan lebih lanjut.  Penulis menyadari sepenuhnya tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan dan perlu ditingkatkan, sehingga penulis mohon saran dan masukan untuk penyempurnaannya.

8 KOMENTAR

    • kalo yang wajib saat sekolah gan. tapi tiap tahun juga diadakan lomba karya tulis ilmiah dengan thema militer. baik untuk anggota maupun umum . info biasanya di web resmi tni.mil.id

Tinggalkan Balasan