taskap

Taskap : Panduan, Contoh Dan Cara Pembuatannya

X
Bagikan

Hai sahabat Blog Militer Indonesia, Dalam setiap pendidikan jenjang pendidikan sipil selalu akan ada tugas akhir berupa karya tulis ilmiah sesuai dengan strata pendidikannya dimana S-1 berupa Skripsi, S-2 berupa Tesis ataupun S-3 dalam bentuk Desertasi, demikian pula dalam pendidikan militer yaitu dalam bentuk Karangan Militer, Essay Militer maupun Taskap atau Kertas Karya ilmiah Perorangan.

kali ini kami akan membahas tentang panduan membuat taskap atau kertas karya ilmiah perseorangan yang biasa digunakan oleh salah satu lembaga pendidikan di TNI AD sebagai persyaratan dalam menjalani pendidikan.

TASKAP ( Kertas Karya Ilmiah Perseorangan ) Seskoad

Serupa dengan makalah, Taskap adalah Karya tulis ilmiah yang dibikin oleh beberapa akademisi untuk memperlihatkan keilmuan yang mereka riset secara dalam sesuai sektor masing-masing.

Taskap juga digunakan untu menyampaikan ide/gagasan/konsep murni sebagai pemikiran strategis  dalam rangka pemecahan masalah kehidupan manusia atau organisasi.

Istilah Taskap biasanya digunakan di lingkungan lembaga pendidikan TNI AD, AL dan AU seperti di Sesko TNI, Seskoad (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat ), Seskoal, Seskoau bahkan Lemhanas.

Ketentuan Umum Penulisan Taskap

Ada beberapa ketentuan umum yang berlaku ( sesuai aturan yang berlaku tahun 2021 ) pada penulisan kertas karya ilmiah perseorangan yang terbagi menjadi dalam 2 kaidah yaitu kaidah umum dan kaidah penulisan :

KaidahUmum

  1. Kejelasan. Susunn kata menjadi kalimat, selanjutnya menjadi alinea/paragraf & mjd bab hrs menggunakan bahasa Indonesia yg benar & mudah dimengerti sesuai SPOK (Subjek, Predikat, Objek & Keterangan).
  2. Keringkasan. Kalimat yg disusun tdk mengungkapkan yg berlebihan/terlalu panjang (1 kalimat maks 20 kata).
  3. Ketepatan. Penulisan memiliki substansi & hrs sesuai dgn tujuan yg dimaksudkan/dikehendaki terkait dgn hal yg dibahas.
  4. Kesatupaduan. Dlm satu alinea/paragraf maks 5 kalimat & hrs mengandung suatu uraian yg bermakna antara yg satu dgn yg lainnya.
  5. Pertautan. Hubungan antar kalimat & alinea serta Bab hrs terangkai atau bertautan satu dgn yg lainnya.
  6. Penegasan. Pembahasan antar alinea hrs bermakna/jelas & tdk boleh mengambang/ragu-ragu serta dinyatakan dgn suatu ketegasan.
  7. Akademis. Penulisan terkerangkaan scr sistematis & m’gunakan bahasa bernilai serta berkarakter intelektual/ilmiah bukan bahasa sehari-hari (jika ada istilah asing hrs dicetak miring)

Kaidah Penulisan

  1. Kertas yang digunakan.  HVS putih 80 gram ukuran A4 (21 X 29,7 cm), Sampul (kulit luar) berupa soft cover (tipis, bukan hard cover) dari bahan karton Buffalo / linen untuk Taskap.
  2.  Pengetikan.
  • Pengetikan Taskap gun komp dgn pengaturan lay out sbb:
  1. Pias (Margin) atas  : 3 cm dari tepi kertas.
  2. Pias (Margin) kiri  : 3 cm dari tepi kertas.
  3. Pias (Margin) bawah  : 2,5 cm dari tepi kertas.
  4. Pias (Margin) kanan  : 2 cm dari tepi kertas.
  • Pengetikan hanya dilakukan pd satu muka kertas, tdk diketik bolak-balik dgn jarak antar baris (line spacing Multipage) 1,2 & khusus utk pengetikan Judul Bab dgn line spacing 1 (satu) font 12
  • Jenis huruf yg digunakan adalah Arial dgn ukuran:
  1. Ukuran font 12 utk isi naskah.
  2. Ukuran font 16 & tebal utk judul Taskap.
  • Khusus pengetikan Abstrak sebagai berikut :
  1. Jarak pengetikan abstrak 1 (satu) spasi
  2. Jarak antara judul abstrak & teks pertama abstrak dlm 4 (empat spasi)
  3. Jarak antara alinea yang 1 (satu) dgn alinea yg lain adalah 1 (satu spasi).
  4. Tulisan abstrak & seluruh teks abstrak diketik dgn huruf normal (tidak miring).
  • Pengetikan judul dimulai halaman baru.
  • Menggunakan minu yang berlaku di lingkungan TNI.
  • Khusus pengetikan Foot Note/Catatan Kaki.
  1. Harus ditulis untuk bukti kejujuran.
  2. Penulisan nomor halaman, ditulis angka halaman yg dimaksud dgn tulisan “h” dan diakhiri tanda titik.
  3. Penulisan kota, nama penerbit & tahun terbit diletakkan dlm kurung, dgn perincian kurung buka (diikuti nama kota, titik dua nama penerbit, koma (,), tahun terbit & tutup kurung), tanda koma (,).

Contoh penulisan Foot Note sebagai berikut :

1.  Buku :

  • Samsul Nizar, Pengarang Dasar-Dasar Pendidikan Islam (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2011) h. 27
  • Harun  Nasution, Falsafah dan Mistisisme dalam Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1973) h. 7

2. Jurnal :

Fatimah Zahrah, “Aplikasi tentang Taman Kota DKI Jakarta menggunakan Eclipse” (Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma, 2011) h. 27

3. Website :

Pahlevi, Tenik Analisa Data: Pengertian, Jenis dan Tahapan Proses. Diakses dari https://www. pahlevi. Net/teknik analisa-data/ pada tanggal 22 Juli 2020, pukul 10.00 WIB.

Baca Juga : Contoh Essay Militer

Langkah – Langkah / Tata Cara / Panduan Membuat Taskap

Pada proses penulisan langkah diawali dengan membuat judul melalui pembuatan fenomena atau fakta – fakta, merumuskan masalah, menentukan pokok pokok persoalan, mind mapping, menentukanlandasan pemikiran, penyususnan data ( gunakan kualitatif), melaksanakan analisis dan melakukan pembahasan sebagai ide/ gagasan dan ditutup dengankesimpulan dan saran.

1.  Pembuatan Fenomena

Langkah pertama yang kita lakukan dalam pembuatan taskap atau essai setelah menentukan topik sesuai yang ditentukan ( seskoad ) adalah pembuatan fenomena disertai minimal 3 konsep judul yang diinginkan. Dengan tata cara atau langkah sebagai berikut :

a. Langkah Pertama :  Setelah menentukan topik è membuat outline atau garis besar ide’s yg akan dibahas dari topik yg dimaksud tersebut.

b. Langkah Kedua : Memilah poin’s penting kata kunci dari topik & memilah variabel utk dibahas agar lbh memudahkan pembaca utk memahami maksud dari gagasan penulisnya.

c. Langkah Ketiga : Membuat paragraf pertama yg mengungkapkan topik secara keseluruhan.

d. Langkah Keempat : Membuat paragraf kedua yg sifatnya sbg pembahasan è menjelaskan gambaran ttg kondisi ideal terkait apa yg dicita-citakan atau yg diharapkan terjadi & nyata.

e. Langkah Kelima : M’buat paragraf ketiga yg sifatnya sbg pembahasan è m’jelaskan gambaran ttg kondisi aktual yg sedang terjadi (uraiannya berisi ttg kondisi aktual dgn kondisi yang diinginkan).

f. Langkah Keenam : M’buat paragraf keempat yg sifatnya sbg kesimpulan è menguraikan sedikit ttg solusi/penawaran penyelesaian scr singkat thdp masalah yg diangkat sebelum berlanjut ke pokok pembahasan  terkait dgn beberapa alternaif judul taskap yg diajukan. dengan kriteria :

Kriteria Judul Taskap

  1. Judul Taskap dikembangkan melalui analisis dari tema yg ditetapkan oleh Danseskoad, namun tetap mewadahi usulan/rumusan yg diajukan Pasis dlm rangka menampung keragaman latar belakang spesialisasi yg dimiliki.
  2. Judul Taskap hrs b’sifat strategis è b’dampak langsung thdp pelaks tugas TNI/TNI AD & arah kebijakan pemerintah yg berlaku.
  3. Judul Taskap t’diri  dari 2 sampai 3 variabel  yg b’korelasi scr lgsg antara variabel 1 dgn variabel 2 & antara variabel 2 dgn variabel 3.
  4. Rumusan setiap variabel judul Taskap masing’s dlm bentuk kalimat positif è bukan kalimat tanya & kalimat berita serta mrpkn rangkaian kedua/ketiga variabel dlm bentuk kalimat utuh yg diawali dgn variabel tidak tetap/mikro, variabel antara & variabel tetap/makro.
  5. Rumusan kalimat judul Taskap mengandung masalah pada variabel satu yg merupakan fokus bahasan analisis yg memerlukan pemecahan masalah.
  6. Rumusan kalimat singkat, padat & bersifat bombaptis/provokatif  utk  menarik perhatian yg m’ggambarkan pembahasan scr umum.
  7. Relevan : mengandung masalah yg b’korelasi dgn topik/tema yg didukung dgn fenomena yg dipilih.

Contoh Fenomena Pengusulan Judul taskap :  ( Update )

2. Pembuatan BAB I PENDAHULUAN

BAB I

PENDAHULUAN

penjelasan secara umum, ringkas & padat yg m’gambarkan teknis & tepat dari isi Taskap

Pasal 1. Umum

  • Sub pasal a à latar belakang
  • Sub pasal b à hrs m’ungkap pokok-pokok permasalahan
  • Sub pasal c à narasi kalimatnya hrs berisi kondisi ideal & kondisi sebenarnya
  • Sub pasal d à pentingnya penulisan/penelitian dgn harapan dpt m’deskripsikan ttg pentingnya subjek/objek tsb

Pasal 2. Perumusan Masalah

Usaha utk menyatakan scr tersurat ttg pertanyaan penelitian apa saja yg perlu dijawab atau dicarikan jalan pemecahan masalahnya.

Perumusan masalah dibedakan dlm dua sifat: meliputi perumusan masalah deskriptif, apabila tidak menghubungkan antar fenomena (penelitian kualitatif) dan perumusan masalah eksplanatoris (penelitian kuantitatif)

  • Perumusan masalah deskriptif : apabila tdk m’hubungkan antar fenomena (penelitian kualitatif)
  • Perumusan masalah eksplanatoris (penelitian kuantitatif)

Contoh:

  • Rumusan masalah-1 : Bagaimana fungsi deteksi dini di Kodim X dlm pelaksanaan pilkada serentak guna mencegah konflik sosial ?
  • Rumusan masalah-2 : Bagaimana kerja sama operasional Kodim X dgn instansi lintas sektoral dlm pelaksanaan pilkada serentak guna mencegah konflik sosial ?
  • Rumusan masalah-3 : Bagaimana ketahanan wilayah dalam mencegah konflik sosial guna mendukung pelaksanaan pilkada serentak di Kodim X ?

Pasal 3. Maksud dan Tujuan

  • Sub pasal a. Maksud : tindak lanjut dari judul Taskap

Contoh Utk m’berikan gambaran ttg hal’s penting yg ingin   disampaikan/dianalisis sesuai dgn judul (bukan mengkopi judul sbg maksud penulisan)

  • Sub pasal b. Tujuan

Rujukan dari hasil yang akan dicapai atau diperoleh dari maksud Taskap sesuai perumusan masalah

M’jelaskan keinginan penulis agar hasil tulisannya dpt m’berikan pemahaman & m’beri manfaat kpd para pihak yg b’kepentingan

Contoh : Sbg bahan masukan & sumbang saran pemikiran kpd pimpinan (yg terkait) guna menentukan kebijakan selanjutnya…..dst

Pasal 4. Ruang Lingkup dan Tata Urut

  • Sub Pasal a. Ruang Lingkup è Menguraikan ttg lingkup penulisan Taskap agar tdk melebar dari perumusan masalah

Contoh : Penulisan Taskap ini dibatasi pada masalah’s yg b’hubungan dgn…. dst (sesuai rumusan masalah)

  • Sub Pasal b. Tata Urut è Mengungkapkan & m’jelaskan bagaimana sistematika penulisan/penjabaran scr deskriptif mengenai hal’s yg akan ditulis

Contoh : Tata Urut.   Untuk memudahkan pemahaman pembaca, maka tulisan ini disusun dengan tata urut sebagai berikut :

1)  Bab I  Pendahuluan.

2)  Bab II  Landasan Pemikiran.

3)  Bab III  Gambaran Objek Penelitian.

4)  Bab IV  Analisis dan Pembahasan.

5)  Bab V  Penutup.

Pasal 5. Pendekatan dan Metode

  • Sub Pasal a. Pendekatan è pendekatan kualitatif mrpkn metlit yg b’tujuan ttg kenyataan melalui proses berfikir induktif shg lit dpt mengenali subjek, merasakan apa yg mereka alami dlm kehidupan sehari-hari

Deduktif : pola pikir yg m’gunakan logika utk menarik satu atau lebih kesimpulan (Conclusion) b’dasarkan seperangkat premis yg diberikan

Induktif : pola pikir yg m’gunakan pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan b’dasarkan pengamatan tsb

Studi Pustaka : Penelitian yg dilakukan dgn cara menelaah & m’bandingkan sumber kepustakaan utk memperoleh data yg b’sifat teoritis

  • Sub Pasal b. Metode : suatu cara/prosedur yg dipergunakan utk melakukan lit shg mampu menjawab rumusan masalah & tujuan lit

Deskriptif : metode deskriptif menuturkan & menafsirkan data yg ada

Eksplanasi : lit yg m’jelaskan hubungan klausal antara variable-variabel melalui pengujian hipotesa

History : prosedur pemecahan masalah dgn m’gunakan data masa lalu atau peninggalan-peninggalan

Pasal 6 Pengertian

Menjelaskan kata/istilah penting yg tdk umum diketahui/b’potensi akan   dipahami berbeda oleh pembaca krn terdapat pemahaman yg lain (apabila lebih dari 1 hlmn dijadikan lampiran)

3. Pembuatan BAB II LANDASAN PEMIKIRAN

BAB II

LANDASAN PEMIKIRAN

Pasal 7 Umum 

Uraian yg mengkaitkan dgn judul masing’s landasan pemikiran di atas dgn kandungan maknanya è agar judul yg direncanakan memiliki landasan yg kuat

Pasal 8 Landasan Normatif

Berisi ttg peraturan perundang-undangan, doktrin & peraturan/kebijakan yg terkait dgn tema/topik/ judul lit serta dijelaskan keterkaitannya dgn substansi landasan yg dipilih.

Pasal 9 Landasan Teoritis

Berisi teori yg menerangkan bgmn hubungannya dgn factor’s penting yg telah diketahui sbg kunci pokok dlm suatu masalah yg telah diungkap penulis

Pasal 10 Landasan Empiris

karya tulis, jurnal, taskap, esai & atau bentuk tulisan ilmiah lainnya yg memiliki kesamaan objek yg diteliti baik pada lokus yg sama ataupun yg b’beda pada masa lalu.

Pasal 11 Kerangka Pemikiran 

a.Alur Pikir (sbg lampiran setelah daftar Pustaka)

b.Kerangka Pemikiran

4. Pembuatan BAB III GAMBARAN OBYEK PENELITIAN

BAB III

GAMBARAN OBYEK PENELITIAN

Pasal 12 Umum 

Objek (permasalahan, problem, isu atau sifat keadaan: benda, orang, lembaga/organisasi dsb) yg diteliti dideskripsikan scr lbh terperinci.

Pasal 13 Data Dan fakta

Menyajikan & mendeskripsikan data & fakta/informasi yg didapatkan melalui studi kepustakaan, dimana sumber data yg dituangkan dpt dipertanggungjawabkan scr akademis.

Pasal 14 Faktor Yang mempengaruhi

Dengan menguraikan faktor internal yaitu kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal yaitu peluang dan kendala.

5. Pembuatan BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pasal 15. Umum 

Kalimat pengantar/kopling (prolog/pembuka) diantaranya berisi penggunaan jenis teknik analisis & mengantarkan pada pasal berikutnya à rumusan masalah 1 & rumusan masalah 2 atau rumusan masalah 3 : menganalisis faktor yg b’pengaruh dr keterkaitan data & fakta guna menentukan strategi

Pasal 16. Analisis dan Pembahasan dari Rumusan Masalah – 1 

Narasi analisa thdp tinjauan bagian dari masing’s komponen induk/utama rumusan masalah-1 dgn menguraikan kembali konsep teori yg diambil/rujukan/dasar atau kondisi objek/subjek penelitian yg seharusnya/idealnya (Das Sollen), selanjutnya penulis menguraikan kondisi nyata/ fenomena/kasus objek/subjek penelitian yg ada/ fakta (Das Sein)

Sub Pasal a. Analisis

Sub Pasal b. Pbahasan

Pasal 17. Analisis dan Pembahasan dari Rumusan Masalah – 2 ( Idem )

Pasal 18. Strategi

contoh : Utk merumuskan strategi dari proses analisis yg telah dilaksanakan, maka dipergunakan teori analisis misalnya penulis m’gunakan teknik SWOT/TOWS (1), dgn tujuan utk mengidentifikasi b’bagai faktor scr sistematis & utk merumuskan strategi-strategi yg akan diambil

Pasal 19. Gagasan Inovasi 

ide murni dari Pasis/Penulis thdp solusi pemecahan masalah è Inovasi pemikiran Pasis/Penulis tdk boleh menyadur atau mengutip tulisan dari penulis lain & tdk boleh sama dgn yg telah diuraikan pada analisis & pembahasan serta harus logis/dpt dilaksanakan.

6. Pembuatan BAB V PENUTUP

BAB V

PENUTUP

Pasal 20. Kesimpulan 

Uraian yg merangkum hasil analisis pada Bab IV yg menyatakan temuan-temuan penelitian b’dasarkan hasil penelitian & pembahasan

Pasal 21. Saran

Secara substantif, saran memuat hal’s yg perlu didukung oleh komando atas (subjek) è  Saran akan muncul apabila dlm analisis masalah banyak kendala & hambatan yg tdk bisa dieliminasi serta tdk dpt mengeksploitir peluang & puan yg ada

Contoh Taskap : ( Update )

Akhir Kata

Demikianlah pembahasan kita kali ini tentang tata cara pembuatan taskap dan format taskap, dimana tulisan ini dibuat sebagai suatau cara penulis mengulang kembali pelajaran yang didapat serta mempermudah dalam penulisan taskap yang sedang di Konsep.

Sumber : Seskoad, KERTAS KARYA ILMIAH PERSEORANGAN ( TASKAP ) (Bandung: Seskoad, 2020)

Baca Juga

error: Alert: Content is protected !!